Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Izinkan Lagi Penangkapan Ikan di Perairan Atlantik

Donald Trump (instagram.com/realdonaldtrump)
Donald Trump (instagram.com/realdonaldtrump)
Intinya sih...
  • Trump buka kembali akses perikanan komersial untuk dukung ekonomi nelayan
  • Kebijakan ini bertujuan memulihkan ekonomi komunitas nelayan di New England dengan membuka kembali akses ke perairan produktif seluas kurang lebih 12.724 kilometer persegi.
  • Trump sebut regulasi perikanan yang ada sudah cukup untuk lindungi monumen laut
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, resmi menandatangani proklamasi kepresidenan pada Jumat (6/2/2026), untuk membuka kembali akses penangkapan ikan komersial di perairan lindung Samudra Atlantik. Langkah strategis ini mencabut pembatasan ketat di kawasan Northeast Canyons and Seamounts Marine National Monument yang terletak sekitar 130 mil di tenggara Cape Cod, Massachusetts.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk merevitalisasi industri maritim nasional dengan mengutamakan kepentingan ekonomi nelayan domestik di wilayah New England. Meskipun kawasan tersebut dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang kaya dan struktur geologis bawah laut yang unik, pemerintah meyakini bahwa pemanfaatan ekonomi dan perlindungan alam dapat diseimbangkan.

1. Trump buka kembali akses perikanan komersial untuk dukung ekonomi nelayan

Kebijakan ini bertujuan memulihkan ekonomi komunitas nelayan di New England dengan membuka kembali akses ke perairan produktif seluas kurang lebih 12.724 kilometer persegi. Langkah tersebut diharapkan memberikan dorongan signifikan bagi industri lobster di Maine serta penangkapan kepiting merah di Massachusetts yang menjadi tulang punggung ekonomi pesisir. John Williams, Presiden Atlantic Red Crab Company, menyambut baik keputusan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap praktik perikanan yang bertanggung jawab.

"Kami layak untuk dihargai, bukan dihukum. Kami menunjukkan bahwa kami dapat menangkap ikan secara berkelanjutan dan terus melakukan panen pada tingkat yang berkelanjutan selamanya," ujar Williams, dilansir The Straits Times.

Pemerintah menilai pelarangan total aktivitas komersial di wilayah tersebut selama ini sebagai bentuk regulasi berlebihan yang menghambat produktivitas pekerja domestik. Melalui proklamasi ini, Presiden Trump berkomitmen menghapus hambatan birokrasi guna memastikan sumber daya alam negara dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab oleh warga negaranya.

Jerry Leeman, CEO New England Fishermen's Stewardship Association (NEFSA), turut menyampaikan kepuasannya atas komitmen pemerintah dalam membuka kembali akses sumber daya alam tersebut.

2. Trump sebut regulasi perikanan yang ada sudah cukup untuk lindungi monumen laut

Landasan hukum pembukaan kembali wilayah ini didasarkan pada temuan pemerintah bahwa undang-undang federal yang berlaku, seperti Undang-Undang Konservasi dan Pengelolaan Perikanan Magnuson-Stevens, sudah cukup menjamin kelestarian lingkungan tanpa perlu melarang penangkapan ikan secara ekstrem. Presiden Trump menilai penutupan permanen oleh pemerintahan sebelumnya tidak diperlukan karena banyak spesies yang dilindungi bersifat migratori dan tidak menetap di kawasan tersebut.

"Saya menemukan bahwa penangkapan ikan komersial yang dikelola secara tepat tidak akan menempatkan objek-objek kepentingan bersejarah dan ilmiah yang dilindungi monumen dalam risiko," kata Trump.

Langkah ini juga diambil untuk mengoreksi penggunaan Antiquities Act yang dianggap berlebihan dan minim konsultasi publik dalam menutup wilayah laut yang luas. Dengan mengembalikan otoritas pengelolaan kepada dewan regional dan NOAA Fisheries, kebijakan ini diharapkan menciptakan sistem yang lebih transparan, berbasis sains, dan melibatkan pelaku industri.

3. Aktivis dan ilmuwan khawatir pembukaan akses perikanan rusak ekosistem monumen laut

Kawasan Northeast Canyons and Seamounts merupakan laboratorium ilmiah bawah laut yang melindungi tiga ngarai raksasa, Oceanographer, Gilbert, dan Lydonia, serta empat gunung laut yang menjadi habitat karang laut dalam yang rentan. Wilayah ini memiliki keanekaragaman hayati luar biasa, mencakup spesies mamalia laut terancam punah seperti paus sperma, paus sirip, dan paus sei, serta berbagai jenis penyu dan hiu.

Namun, aktivis lingkungan mengkhawatirkan pembukaan kembali akses bagi kapal pukat dapat merusak ekosistem dasar laut yang telah tumbuh ribuan tahun secara permanen.

"Monumen Nasional Laut Northeast Canyons and Seamounts diciptakan untuk memberikan perlindungan kuat bagi berbagai kehidupan laut yang tinggal di habitat unik ini," kata Gib Brogan, Direktur Kampanye Perikanan di Oceana.

Kekhawatiran para ilmuwan berfokus pada potensi interaksi negatif antara alat tangkap komersial dengan hewan laut besar di koridor migrasi tersebut. Survei udara terbaru dari Akuarium New England mendokumentasikan kehadiran ribuan hewan laut, termasuk induk dan anak paus fin, yang menjadikan wilayah ini sebagai area mencari makan dan pengasuhan yang krusial.

Dr. Jessica Redfern dari Anderson Cabot Center for Ocean Life menyatakan bahwa penghapusan perlindungan akan menempatkan spesies-spesies tersebut dalam risiko besar akibat aktivitas manusia.

"Monumen ini mendukung spesies luar biasa dari dasar laut hingga permukaan laut, dan kami melihat bukti itu setiap survei udara. Menghapus perlindungan untuk Northeast Canyons and Seamounts Marine National Monument menempatkan spesies ini dalam risiko," kata Redfern.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

DPR Panggil 4 Menteri Buntut Polemik Penonaktifan BPJS PBI JKN

09 Feb 2026, 12:02 WIBNews