AS Buka Opsi Serangan Darat, Mau Rebut Pulau Kharg dari Iran

- Amerika Serikat membuka opsi serangan darat untuk merebut Pulau Kharg dari Iran, setelah Presiden Donald Trump berdiskusi dengan jajarannya guna menekan Iran menghentikan blokade Selat Hormuz.
- Pulau Kharg merupakan terminal ekspor minyak utama Iran di Teluk Persia, menampung hingga 7 juta barel per hari dan menjadi jalur ekspor utama minyak Iran ke China.
- Sebelumnya AS telah melancarkan serangan udara besar ke Pulau Kharg namun tidak menargetkan fasilitas minyak, karena Trump khawatir hal itu akan memicu kenaikan harga minyak dunia.
Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah membuka opsi serangan darat untuk mengambil alih Pulau Kharg dari Iran. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh seorang pejabat senior AS yang tidak disebut namanya pada Minggu (22/3/2026).
Menurut pejabat tersebut, dalam beberapa hari terakhir ini, Presiden Donald Trump juga telah berdiskusi dengan para jajarannya soal rencana serangan darat di Pulau Kharg. Ia menjelaskan, Trump ingin merebut Pulau Kharg untuk mendesak Iran agar berhenti memblokade Selat Hormuz.
1. Pulau Kharg menjadi terminal ekspor minyak utama Iran

Sebagai informasi, Pulau Kharg merupakan sebuah pulau koral kecil yang dimiliki oleh Iran. Dilansir Britanica, pulau ini berada di dekat Teluk Persia. Jaraknya sekitar 55 kilometer dari barat laut pelabuhan Busher.
Selain menjadi markas militer, Pulau Kharg juga menjadi terminal ekspor minyak utama yang dimiliki Iran. Sebab, sebagian besar kegiatan ekspor minyak Iran ke pasar global dilakukan di pulau tersebut.
Fasilitas minyak di Pulau Kharg juga bisa menampung 7 juta barel minyak per hari. Sebagian besar minyak yang ditampung Iran di sana diekspor ke China. Tercatat, ada sekitar 90 persen minyak Iran di Pulau Kharg yang diekspor ke negara tersebut.
2. AS sebelumnya pernah menyerang Pulau Kharg

AS sendiri sebetulnya sudah pernah melakukan serangan udara ke Pulau Kharg pada 14 Maret 2026. Dalam pernyataannya, Trump saat itu menyebut serangan di Pulau Kharg sebagai serangan terbesar yang pernah dilakukan Negeri Paman Sam di Timur Tengah.
"AS telah melakukan salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah, termasuk menghancurkan target militer di Pulau Kharg,” ujar Trump di laman Truth Social pribadinya, seperti dilansir The Strait Times.
Saat itu, serangan ditargetkan ke pangkalan militer Iran yang ada di Pulau Kharg. Ini bertujuan untuk melumpuhkan kekuatan Iran yang ada di pulau tersebut.
3. AS tidak menyerang fasilitas minyak di Pulau Kharg

Namun, saat itu, Negeri Paman Sam memutuskan untuk tidak menyerang fasilitas minyak yang ada di Pulau Kharg. Sebab, menurut Trump, tindakan tersebut bisa membuat harga minyak dunia makin naik.
"Demi alasan kesopanan, saya memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu," jelas Trump.
Sebelumnya, Trump sudah mengancam akan kembali menyerang fasilitas minyak Iran di Pulau Kharg jika mereka terus menutup Selat Hormuz. Ancaman ini dilontarkan usai Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan akan tetap menutup selat tersebut sampai perang dengan AS dan Israel usai.
Menariknya, Trump menyebut serangan lanjutan yang bakal dilakukan ke Pulau Kharg hanya untuk bersenang-senang. Namun, ia tidak menjelaskan kapan serangan tersebut akan dilakukan.


















