Hacker Iran Tingkatkan Serangan Siber ke Bisnis Israel

- Otoritas Israel melaporkan peningkatan serangan siber dari kelompok peretas Iran yang menargetkan lebih dari 50 bisnis kecil dan kamera pengawas, meski infrastruktur vital tetap aman.
- Iran disebut menggunakan serangan siber untuk membangun narasi kemenangan di tengah konflik, termasuk meretas sistem monitor kereta api Israel dan memicu kepanikan publik.
- Kelompok pro-Iran seperti Handala dan Pay2Key juga menyerang perusahaan medis AS, menyebabkan gangguan besar pada operasi global sebagai bentuk balasan atas aksi militer AS-Israel.
Jakarta, IDN Times - Otoritas Israel, pada Selasa (24/3/2026), melaporkan adanya peningkatan serangan siber dari kelompok peretas yang terafiliasi dengan Iran. Lebih dari 50 bisnis kecil di negara tersebut kehilangan data akibat peretasan.
Namun, kelompok tersebut dilaporkan belum berhasil menembus infrastruktur penting seperti jaringan listrik, bank, maupun rumah sakit. Operasi siber ini lebih banyak menargetkan pihak-pihak dengan sistem perlindungan yang lemah.
1. Sasar bisnis kecil dan kamera pengawas

Kasus penghapusan data puluhan perusahaan Israel meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Mayoritas korban dilaporkan telah berhasil memulihkan dan menjalankan bisnis mereka kembali.
Pelaku juga menyasar sekitar 50 kamera pengawas, khususnya di area perumahan pribadi Israel, selama tiga pekan terakhir. Otoritas keamanan setempat berhasil memblokir upaya peretasan kamera tersebut agar tidak meluas ke jaringan lain.
Peningkatan serangan ini terjadi walaupun Iran sempat mengalami pemadaman internet.
"Beberapa dari mereka menggunakan kemampuan satelit, tetapi ada juga cara lain yang bisa mereka gunakan untuk terus melakukan serangan siber," tutur Direktur Jenderal Direktorat Siber Nasional Israel Yossi Karadi, dilansir The Straits Times.
Pihak Iran sendiri pernah memanfaatkan peretasan kamera publik pada perang Juni 2025. Saat itu, hasil peretasan dimanfaatkan untuk menentukan target serangan rudal Iran.
2. Peretasan untuk menyebarkan narasi kemenangan

Melalui serangan siber, Iran dinilai sedang berupaya untuk menyebarkan narasi kemenangan kepada publik di tengah konflik yang sedang berlangsung. Namun, pejabat Israel menyebut para peretas kesulitan membobol target-target yang lebih berharga.
"Mereka sangat frustrasi karena hingga saat ini gagal menciptakan narasi kemenangan tersebut," ujar Karadi, dilansir The Jerusalem Post.
Salah satu pencapaian terbesar peretas Iran adalah mengambil alih sistem monitor kereta api Israel pada 11 Maret. Mereka menyiarkan berbagai pesan palsu untuk memicu kepanikan massal di kalangan penumpang.
Otoritas siber Israel kini telah meningkatkan kecepatan respons pertahanan mereka secara signifikan. Waktu penanganan insiden dipangkas drastis dari enam jam menjadi sekitar 30 menit.
3. Serangan juga menyasar perusahaan AS

Kelompok aktivis siber pro-Iran bernama Handala sebelumnya telah menyerang perusahaan alat medis Amerika Serikat (AS), Stryker Corp. Serangan ini dilaporkan sempat melumpuhkan operasi global perusahaan tersebut untuk sementara waktu.
Peretasan berdampak pada 200 ribu sistem, server, dan perangkat seluler milik perusahaan. Aksi tersebut diklaim sebagai balasan atas serangan militer AS dan Israel ke sebuah sekolah di Minab yang menewaskan ratusan anak-anak. Handala mengklaim Stryker Corp memiliki hubungan dengan pemerintah Zionis.
"Ini merupakan peringatan jelas bagi semua pemimpin Zionis dan lobi tersembunyi mereka," tulis kelompok Handala, dilansir JNS.
Selain Handala, Kelompok peretas Pay2Key juga menyerang institusi medis AS lainnya menggunakan ransomware pada akhir Februari. Para pelaku menggunakan akun administrator yang diretas guna menyusup lebih jauh ke dalam sistem target.

















