"Gencatan senjata pada 16 April akan diperpanjang selama 45 hari untuk memungkinkan kemajuan lebih lanjut," kata Juru Bicara Kemlu AS, Tommy Pigott, dalam sebuah unggahan di laman X pada Jumat, seperti dikutip Reuters.
Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang 45 Hari

- Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon diperpanjang 45 hari setelah negosiasi damai tahap ketiga di Washington D.C. menghasilkan kesepakatan baru.
- Negosiasi perdamaian tahap keempat dijadwalkan berlangsung pada awal Juni untuk mendorong tercapainya kesepakatan damai jangka panjang antara kedua negara.
- Meskipun ada gencatan senjata, Israel masih melancarkan serangan ke Lebanon selatan yang menewaskan sedikitnya tujuh orang dan telah menyebabkan ribuan korban sejak Maret.
Jakarta, IDN Times - Gencatan senjata Israel dan Lebanon resmi diperpanjang lagi. Kali ini, gencatan senjata kedua negara diperpanjang selama 45 hari. Kesepakatan itu diraih usai Israel dan Lebanon melakukan negosiasi damai tahap ketiga di Gedung Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Amerika Serikat, Washington D.C., pada Kamis (14/5/2026) dan Jumat (15/5/2026).
1. Negosiasi damai Israel dan Lebanon berjalan positif

Menurut Pigott, negosiasi perdamaian antara Israel dan Lebanon pada Kamis dan Jumat berjalan sangat ”positif dan produktif”. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa progres perdamaian antara Israel dan Lebanon berjalan mulus. Oleh karena itu, Pigott berharap negosiasi tersebut bisa menghasilkan perdamaian permanen antara kedua negara di kemudian hari.
“Kami berharap diskusi ini akan memajukan perdamaian abadi antara kedua negara, pengakuan penuh atas kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing, dan membangun keamanan sejati di sepanjang perbatasan bersama mereka,” ujar Pigott, seperti dilansir The Guardian.
2. Negosiasi damai tahap keempat bakal digelar pada Juni

Pigott menambahkan, negosiasi perdamaian antara Israel dan Lebanon masih akan berlanjut. Menurutnya, negosiasi Israel dan Lebanon bakal kembali digelar pada 2 sampai 3 Juni mendatang. Langkah ini bertujuan agar gencatan senjata yang sudah disepakati kedua negara bisa berubah menjadi kesepakatan perdamaian jangka panjang.
Perpanjangan gencatan senjata ini merupakan yang kedua kalinya bagi Israel dan Lebanon. Sebab, sebelumnya, kedua negara juga sudah sepakat memperpanjang gencatan senjata selama tiga pekan. Perpanjangan tersebut seharusnya bakal berakhir pada Minggu (17/5/2026).
3. Israel masih menyerang Lebanon meski ada gencatan senjata

Meski sudah ada gencatan senjata, Israel hingga kini masih menyerang Lebanon. Pada Jumat, misalnya, Israel melakukan serangan ke sebuah kota di Lebanon selatan hingga menewaskan setidaknya tujuh orang.
Israel sendiri memang kerap menyerang Lebanon selatan. Sebab, mereka menganggap gencatan senjata tidak berlaku di sana. Oleh karena itu, Israel menggunakan asumsi tersebut agar bisa terus menyerang Lebanon selatan untuk membasmi pasukan Hizbullah yang bermarkas di sana.
Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon yang dilakukan sejak 2 Maret sudah menewaskan 2.951 orang. Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan, jumlah tersebut bisa bertambah jika Israel terus meluncurkan serangan.


















