Hati-Hati, Ada 1.641 Titik Jalan Rawan Longsor di Jalur Mudik

- AHY mengimbau pemudik waspada karena terdapat 1.641 titik rawan longsor dan 807 titik rawan banjir di jalur mudik yang tersebar di seluruh Indonesia.
- Pemerintah menyiagakan unit reaksi cepat dengan 1.461 alat berat untuk memperbaiki jalan rusak, serta memastikan 47 ribu km jalan nasional non-tol dan 3.115 km tol siap digunakan.
- Sebanyak 10 ruas tol fungsional dibuka sementara selama masa mudik, didukung ribuan armada transportasi darat, laut, udara, dan kereta guna menjaga kelancaran arus perjalanan masyarakat.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, ada sejumlah titik jalan yang dilalui untuk mudik Idul Fitri 1447 Hijriah rawan banjir dan longsor. Oleh karena itu, AHY meminta masyarakat untuk berhati-hati.
“Totalnya itu bisa dilihat 807 rawan banjir, kemudian 1.641 rawan longsor, sedangkan ada 15 rawan banjir rob. Ini tersebar di seluruh Indonesia,” ujar AHY di kantor KSP, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
1. Pemerintah siapkan unit reaksi cepat

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga telah menyiagakan unit reaksi cepat atau Disaster Relief Unit (DRU) untuk menangani kerusakan jalan secara mendadak. Sebanyak 1.461 unit alat berat telah disebar ke berbagai titik, terutama di lokasi yang teridentifikasi rawan banjir dan longsor. Langkah antisipasi ini diambil agar perbaikan jalan berlubang dapat dilakukan sesegera mungkin tanpa menghambat arus lalu lintas.
"DRU ini tugasnya adalah secara cepat menggelar alat-alat berat dengan material yang digunakan untuk segera memperbaiki atau menambal jalan-jalan yang berlubang agar bisa segera digunakan dan tidak terlalu menghambat perjalanan," kata AHY.
2. Ada 47 ribu km jalan non-tol disebut baik

Terkait kondisi infrastruktur darat, pemerintah melaporkan 47 ribu kilometer (km) jalan nasional non-tol berada dalam kondisi kemantapan dengan persentase 93,2 persen. Meskipun tingkat kemantapan jalan provinsi dan kabupaten bervariasi, jalur utama di seluruh pulau besar dinyatakan siap dilalui. Pemeliharaan terus dilakukan agar aksesibilitas masyarakat menuju kabupaten atau kota tujuan tidak terganggu.
"Paling tidak kami laporkan untuk jalan nasional yang non-tol baik Jawa-Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua secara umum dalam kondisi yang siap dan mantap," ucap AHY.
Jaringan jalan tol sepanjang 3.115 kilometer di seluruh Indonesia siap beroperasi dengan dukungan fasilitas tempat istirahat dan pelayanan (TIP). Selain penyediaan bahan bakar, pemerintah kini menyediakan stasiun pengisian kendaraan listrik di berbagai ruas tol guna mengakomodasi tren penggunaan mobil listrik. Sebanyak 76 ruas jalan tol akan beroperasi penuh beserta fasilitas pendukung kategori A, B, dan C.
"Sekaligus sekarang kita juga siapkan stasiun pengisian kendaraan listrik. Ini juga sudah menjadi tren masyarakat, sudah semakin banyak yang menggunakan kendaraan-kendaraan pribadi berbasis listrik," ujar dia.
3. Ada 10 jalan tol fungsional diaktifkan

Untuk menambah kapasitas jalan, pemerintah mengaktifkan 10 ruas jalan tol fungsional yang tersebar di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan secara darurat. Jalur ini merupakan proyek yang berada pada tahap penyelesaian akhir namun bisa digunakan khusus selama masa mudik dan balik. Kehadiran tol fungsional ini diharapkan menjadi solusi tambahan dalam mengurai kepadatan di jalur-jalur utama yang selama ini menjadi titik sumbat.
"Artinya, secara umum ini belum benar-benar resmi beroperasi karena memang mungkin sedikit lagi lagi finishing. Tapi secara darurat atau secara khusus bisa difungsikan hanya selama masa mudik dan arus balik Lebaran," ujar dia.
Pemerintah juga menyediakan ribuan sarana transportasi publik, mulai dari 31 ribu unit bus hingga 829 unit kapal laut dengan kapasitas jutaan penumpang. Di sektor udara, terdapat 378 unit pesawat yang siap melayani masyarakat di 257 bandar udara seluruh Indonesia. Untuk moda kereta api, tersedia 3.800 unit kereta guna memastikan daya angkut penumpang tercukupi di 668 stasiun yang beroperasi.
"Transportasi laut kita siapkan 829 unit kapal dengan kapasitas 3,26 juta penumpang. Dan prasarana pelabuhannya yang juga disiapkan adalah 636 pelabuhan," ujarnya.

















