Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

AS Serang Kapal Minyak Iran, Langgar Blokade Selat Hormuz

AS Serang Kapal Minyak Iran, Langgar Blokade Selat Hormuz
potret kapal tanker minyak (unsplash.com/Haydn)
Intinya Sih
  • Angkatan laut AS menyerang kapal tanker Iran di Selat Hormuz setelah peringatan diabaikan, menggunakan jet tempur F/A-18 Super Hornet dan rudal 20 milimeter.
  • Blokade Selat Hormuz oleh AS sejak April dilakukan untuk menekan Iran agar menyepakati perdamaian, dengan rencana Trump memperpanjang blokade tersebut.
  • Trump sempat merencanakan operasi Project Freedom untuk mengamankan pelayaran di Selat Hormuz, namun akhirnya menundanya karena klaim kesepakatan damai dengan Iran semakin dekat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pasukan angkatan laut Amerika Serikat dilaporkan telah menyerang kapal tanker minyak milik Iran yang mencoba melanggar blokade Selat Hormuz. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Komando Pasukan AS (CENTCOM) pada Rabu (6/5/2026).

Sebelum melakukan serangan, CENTCOM menjelaskan, angkatan laut AS sudah merilis peringatan kepada kapal Iran untuk segera menjauh dari Selat Hormuz. Namun, peringatan tersebut diabaikan. Oleh karena itu, angkatan laut AS, dengan bantuan jet tempur F/A-18 Super Hornet, langsung melakukan serangan rudal berukuran 20 milimeter ke kapal tersebut. 

1. AS memblokade Selat Hormuz untuk menekan Iran

Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

AS sendiri saat ini masih memblokade Selat Hormuz. Blokade ini sudah dilakukan sejak 13 April untuk menekan Iran agar mau menyepakati perdamaian dengan AS. Sebab, negosiasi perdamaian yang dilakukan AS dengan Iran kerap kali berjalan alot sehingga perdamaian gagal diraih. 

Beberapa waktu lalu, seorang pejabat AS mengatakan, Donald Trump berencana memperpanjang blokadenya di Selat Hormuz. Menurut laporan Wall Street Journal (WSJ) yang dikutip Jerusalem Post, Trump saat ini sudah menginstruksikan para jajarannya agar segera bersiap untuk memperpanjang blokade di Selat Hormuz. Angkatan laut AS dikabarkan juga sudah siap untuk mengeksekusi operasi tersebut.   

2. Trump berencana melakukan operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Donald Trump sedang berpidato.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Untuk memperluas kekuasaannya di Selat Hormuz, Trump beberapa waktu lalu juga berencana melakukan operasi Project Freedom. Operasi tersebut dilakukan untuk mengawal kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz agar bisa berlayar di sana dengan bebas. Selain itu, operasi ini juga dilakukan untuk menangkal ancaman Iran di selat tersebut. 

“Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka. Banyak dari kapal-kapal ini kekurangan makanan dan segala sesuatu yang diperlukan agar awak kapal dalam jumlah besar dapat tetap berada di atas kapal dengan sehat dan higienis,” kata Trump dilansir Al Jazeera.    

3. Trump menunda operasi Project Freedom

Donald Trump baru turun dari helikopter.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Namun, Trump akhirnya memutuskan untuk menunda operasi Project Freedom. Sebab, Trump mengklaim kesepakatan damai dengan Iran sudah semakin dekat. Dilansir The Guardian, ia bahkan mengklaim Iran akan segera menyetujui kesepakatan tersebut. 

Trump menjelaskan, jika kesepakatan damai dengan Iran berhasil diraih, maka AS akan segera membuka blokade Selat Hormuz. Jika tidak, maka blokade akan terus dilanjutkan. Selain itu, AS juga akan terus memblokade semua pelabuhan milik Iran sampai mereka mau menyetujui perdamaian. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Related Articles

See More