Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Australia-Jepang Teken Kontrak Pengadaan Tiga Kapal Fregat

Australia-Jepang Teken Kontrak Pengadaan Tiga Kapal Fregat
Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang Shinjiro Koizumi dan Menhan Australia Richard Marles telah menandatangani nota kesepahaman mengenai kontrak fregat kelas Mogami di atas kapal perusak Kumano di Melbourne, pada 18 April 2026. (x.com/shinjirokoiz)
Intinya Sih
  • Australia dan Jepang menandatangani kontrak pengadaan tiga kapal fregat kelas Mogami senilai 20 miliar dolar Australia untuk memperkuat armada Angkatan Laut Australia di tengah ketegangan Indo-Pasifik.
  • Kapal fregat akan dibangun oleh Mitsubishi Heavy Industries dan Austal, dilengkapi sistem VLS 32 sel, rudal canggih, serta mampu beroperasi dengan awak lebih sedikit dari fregat konvensional.
  • Kesepakatan ini memperdalam kerja sama pertahanan Tokyo-Canberra, sejalan dengan langkah Jepang melonggarkan aturan ekspor senjata dan memperkuat postur militernya menghadapi dinamika keamanan regional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Australia dan Jepang resmi menandatangani kontrak pengadaan tiga kapal fregat pertama dari total 11 kapal yang direncanakan untuk Angkatan Laut (AL) Australia. Kesepakatan ini menandai tonggak sejarah baru dalam kerja sama pertahanan kedua negara di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Proyek yang didasarkan pada desain fregat kelas Mogami Jepang yang telah ditingkatkan ini diumumkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang, Shinjiro Koizumi, dan Menhan Australia Richard Marles di Melbourne pada Sabtu (18/4/2026).

"Pengadaan fregat kelas Mogami akan membantu mengamankan rute perdagangan maritim dan wilayah utara kita sebagai bagian dari armada kapal perang permukaan yang lebih besar dan lebih mematikan," kata Marles dalam siaran pers, dilansir dari situs resmi Menteri Pertahanan Australia.

Marles menambahkan, langkah ini menunjukkan fokus pemerintahan Perdana Menteri Anthony Albanese dalam berinvestasi pada kemampuan negara, guna menjaga keamanan warga Australia.

1. Spesifikasi kapal fregat kelas Mogami yang telah ditingkatkan

Potret FFM Yahagi Jepang, kapal kelas Mogami ke-5. (x.com/jmsdf_pao_eng)
Potret FFM Yahagi Jepang, kapal kelas Mogami ke-5. (x.com/jmsdf_pao_eng)

Dalam investasi besarnya ini, pemerintah Negeri Kanguru mengalokasikan hingga 20 miliar dolar Australia (sekitar Rp245,9 triliun) selama 10 tahun untuk pengembangan armada baru tersebut.

Berdasarkan rincian timeline pengiriman, tiga kapal pertama akan dibangun di Jepang oleh Mitsubishi Heavy Industries, dengan kapal pertama dijadwalkan akan dikirim ke Australia pada Desember 2029. Sementara, kapal selanjutnya direncanakan akan dialihkan ke galangan kapal Henderson di Perth, Australia Barat. Kapal-kapal tersebut akan dibangun oleh perusahaan Australia, Austal.

Keunggulan dari spesifikasi fregat kelas Mogami yang telah dimodernisasi ini adalah memiliki jangkauan hingga 10 ribu mil laut dan Sistem Peluncuran Vertikal (VLS) berkapasitas 32 sel. Kapal ini akan dilengkapi dengan rudal permukaan-ke-udara dan rudal anti-kapal, serta mampu mengoperasikan helikopter tempur maritim MH-60R Seahawk.

Nantinya, kapal tersebut diawaki oleh 92 pelaut dan perwira AL Australia. Dikutip dari Kyodo News, kapal ini dapat beroperasi dengan sekitar setengah jumlah awak yang dibutuhkan untuk fregat konvensional. Ini menjadi solusi strategis bagi militer Australia yang sedang menghadapi kekurangan personel militer.

2. Jepang berharap dapat membawa hubungan dengan Australia ke tingkat yang lebih tinggi

Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang, Shinjiro Koizumi, saat bertemu dengan Menhan Australia Richard Marles (kiri) di Melbourne, pada 18 April 2026. (x.com/shinjirokoiz)
Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang, Shinjiro Koizumi, saat bertemu dengan Menhan Australia Richard Marles (kiri) di Melbourne, pada 18 April 2026. (x.com/shinjirokoiz)

Koizumi mengatakan dalam konferensi pers bersama bahwa dengan Australia mengadopsi kapal Jepang, sebuah langkah besar telah diambil dalam meningkatkan kerja sama pertahanan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi. Ia juga menyatakan niatnya untuk lebih mempromosikan transfer peralatan pertahanan.

"Jepang akan berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas regional dengan meningkatkan daya pencegahan dan memperkuat hubungan dengan Australia, Amerika Serikat, dan negara-negara lain sebagai pilar utama koordinasi di antara negara-negara yang memiliki pandangan serupa," ujar Koizumi, dilansir NHK News.

Kerja sama ini juga mencakup pelatihan personel AL Australia bersama Pasukan Bela Diri Maritim Jepang di atas kapal fregat kelas Mogami milik Jepang, Kumano.

3. Perubahan signifikan dalam postur strategis dan militer Jepang

Ilustrasi bendera Jepang. (unsplash.com/Roméo A.)
Ilustrasi bendera Jepang. (unsplash.com/Roméo A.)

Tokyo dan Canberra resmi memperdalam kerja sama pertahanan mereka di tengah meningkatnya sikap agresif China dan ketidakpastian geopolitik global. Bagi Jepang, Australia kini menempati posisi krusial sebagai 'sekutu semu' utama dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik, sekaligus memperkuat benteng pertahanan kolektif di luar aliansi tradisional.

Kesepakatan terbaru kedua negara ini juga terjadi menjelang rencana Jepang untuk melonggarkan aturan ekspor peralatan pertahanan, yang selama ini membatasi penjualan senjata dengan kemampuan mematikan. Langkah tersebut memicu reaksi keras dari Beijing yang menilai perubahan postur militer Jepang dapat merusak stabilitas regional dan menyimpang dari komitmen pasifis pasca perang.

China secara konsisten mengkritik penguatan aliansi militer di Indo-Pasifik, termasuk pakta AUKUS dan postur keamanan Jepang yang terus berkembang. Alasannya, dianggap hanya akan meningkatkan ketegangan. Namun, Tokyo tetap bergeming pada perubahan strategisnya dan menganggap hal itu untuk peningkatan kemampuan pencegahan, guna menghindari perang dan konflik, ABC News melaporkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More