Babak Baru, AS Sepakat Pulihkan Hubungan dengan Venezuela

- Amerika Serikat dan Venezuela sepakat memulihkan hubungan diplomatik setelah ketegangan akibat penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Donald Trump pada Januari 2026.
- Pemerintah Venezuela menyambut positif langkah ini, menekankan pentingnya dialog konstruktif berbasis saling menghormati dan kerja sama untuk memperkuat hubungan kedua negara.
- Kesepakatan ini juga terkait jaminan keamanan investasi tambang asing di Venezuela, yang diharapkan mendorong peningkatan produksi energi dan pemulihan ekonomi nasional.
Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat dikabarkan sepakat untuk memperbaiki hubungan diplomatik dengan Venezuela. Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri AS, langkah ini diambil untuk meredakan tensi antara Washington dan Caracas setelah sebelumnya sempat memanas karena Presiden AS, Donald Trump, menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pada Januari 2026 lalu.
"Langkah ini akan mempermudah upaya bersama kita untuk mempromosikan stabilitas, mendukung pemulihan ekonomi, dan memajukan rekonsiliasi politik di Venezuela," kata Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan yang dirilis di laman resminya pada Kamis (5/3/2026).
“Keterlibatan kami berfokus pada membantu rakyat Venezuela untuk maju melalui proses bertahap yang menciptakan kondisi bagi transisi damai menuju pemerintahan yang dipilih secara demokratis. Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mendukung rakyat Venezuela dan bekerja sama dengan mitra di seluruh kawasan untuk memajukan stabilitas dan kemakmuran,” lanjut pernyataan tersebut.
1. Venezuela menyambut baik niat AS untuk memperbaiki hubungan

Pemerintah Venezuela menyambut baik niat Negeri Paman Sam untuk memperbaiki hubungan diplomatik ini. Kementerian Luar Negeri Venezuela dalam pernyataannya mengatakan, langkah ini akan memberikan manfaat positif, baik bagi AS maupun Venezuela.
"Pemerintah Venezuela menegaskan kembali kesediaannya untuk melangkah maju dalam fase baru dialog konstruktif yang didasarkan pada rasa saling menghormati, kesetaraan kedaulatan negara, dan kerja sama di antara rakyat kita," kata Kementerian luar Negeri Venezuela dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis dilansir CNA.
"Venezuela menyatakan keyakinannya bahwa proses ini akan berkontribusi untuk memperkuat pemahaman dan membuka peluang bagi hubungan yang positif dan saling menguntungkan," lanjut pernyataan tersebut.
2. Perbaikan hubungan diplomatik diberikan AS sebagai balas budi kepada Venezuela

Perbaikan hubungan diplomatik ini dilakukan sebagai imbalan karena Venezuela memberi jaminan keamanan kepada tambang-tambang asing, termasuk yang berasal dari AS, untuk berinvestasi di wilayahnya. Jaminan ini disampaikan kepada Ketua Dewan Dominasi Energi Nasional AS, Burgum.
Burgum mengatakan, jaminan keamanan ini akan meningkatkan ketertarikan perusahaan tambang minyak dan gas asing untuk berinvestasi di Venezuela. Hal ini, kata dia, akan membuat produksi minyak dan gas di negara tersebut meningkat pesat dari sebelumnya. Ini tentu akan membuat perekonomian di Venezuela ikut berkembang.
“Saya rasa Anda akan melihat pemerintah ini sangat prihatin dalam menyediakan jenis keamanan yang tepat,” kata Burgum dilansir The Strait Times.
3. Perbaikan hubungan diplomatik menjadi babak baru di antara AS dan Venezuela

Perbaikan hubungan diplomatik antara AS dan Venezuela ini menjadi babak baru hubungan di antara kedua negara. Sebab, hubungan Washington dan Caracas sempat memanas setelah Trump secara tiba-tiba menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Januari 2026 lalu.
Saat itu, Trump menangkap Maduro bersama sang istri di Caracas karena dirinya diduga terlibat perdagangan narkoba internasional. Selain itu, Trump juga menuduh Maduro menjadi dalang masuknya narkoba ke AS secara ilegal. Usai Maduro ditangkap, Venezuela kini dipimpin oleh wakil Maduro, Delcy Rodriguez. Ia dilantik menjadi pemimpin sementara Venezuela hanya beberapa hari setelah Maduro dan istrinya ditangkap oleh pasukan AS.



















