Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Fenomena Baru, Jepang Disapu Badai Salju Parah yang Tewaskan 30 Orang

Ilustrasi badai salju (Twitter.com/Rub_dc)
Ilustrasi badai salju (Twitter.com/Rub_dc)
Intinya sih...
  • Badai salju hebat di Jepang sudah menewaskan 30 orang, melanda delapan prefektur termasuk Hokkaido dan Aomori.
  • Gubernur Prefektur Aomori meminta bantuan militer untuk membersihkan salju dan membantu para lansia yang rentan.
  • Badai salju mengganggu aktivitas penerbangan dan layanan transportasi lainnya di Jepang, banyak jadwal keberangkatan kereta ditunda bahkan dibatalkan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Jepang saat ini sedang dilanda badai salju yang cukup parah. Bahkan, Pemerintah Jepang menyebut badai salju yang sedang terjadi sebagai fenomena tidak biasa. Sebab, badai salju sehebat itu jarang terjadi di Negeri Sakura.

Untuk mengatasi badai ini, Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, sudah menggelar rapat kabinet pada Selasa (3/2/2026) pagi waktu setempat. Dalam rapat tersebut, Takaichi menginstruksikan kementerian terkait untuk mencegah korban kembali berjatuhan imbas badai salju.

1. Badai salju hebat di Jepang sudah menewaskan 30 orang

ilustrasi badai salju (commons.wikimedia.org/Historic NWS Collection)
ilustrasi badai salju (commons.wikimedia.org/Historic NWS Collection)

Menurut keterangan Pemerintah Jepang, badai salju sudah terjadi sejak 20 Januari 2026 lalu. Badai tersebut melanda setidaknya delapan prefektur yang ada di Jepang, termasuk Prefektur Hokkaido dan Aomori. Hingga saat ini, korban tewas imbas badai tersebut sudah mencapai 30 orang, termasuk seorang wanita tua berusia 91 tahun bernama Kina Jin. 

Jin ditemukan tewas di bawah tumpukan salju yang ada di dekat rumahnya di Ajigasawa, Prefektur Aomori. Polisi setempat menduga kuat Jin tewas karena tertimpa salju dari atap rumahnya. Mereka mengatakan penyebab kematian Jin adalah sesak napas karena jumlah salju yang menimpa dirinya cukup banyak.

"Saat cuaca menghangat, salju yang menumpuk akan mencair dan jatuh. Itu tergantung pada volume (salju) dan suhu. Di bawah atap adalah tempat yang berbahaya," kata seorang petugas polisi yang tidak disebut namanya kepada AFP.

2. Gubernur Prefektur Aomori sudah minta militer bantu warga

ilustrasi badai salju (unsplash.com/Matea Nikolina)
ilustrasi badai salju (unsplash.com/Matea Nikolina)

Gubernur Prefektur Aomori, Soichiro Miyashita, mengatakan pada Senin (1/2/2026) bahwa pihaknya telah meminta pasukan militer Jepang membantu para warga untuk membersihkan salju. Sebab, tinggi gundukan salju di wilayahnya sudah mencapai 1,8 meter sehingga butuh banyak orang untuk membersihkannya.

Selain itu, Miyashita juga sudah meminta pasukan militer untuk membantu para lansia yang tinggal sendirian di wilayahnya. Sebab, menurutnya, para lansia rentan jadi korban di tengah badai salju yang sedang melanda.

"Bahaya insiden yang mengancam jiwa, seperti kecelakaan fatal akibat salju yang jatuh dari atap atau bangunan yang runtuh, sudah dekat," kata Miyashita dalam konferensi pers, seperti dilansir CNA.

3. Badai salju di Jepang membuat beberapa penerbangan ditunda dan dibatalkan

ilustrasi badai salju (pexels.com/@adam-lukac)
ilustrasi badai salju (pexels.com/@adam-lukac)

Selain menyebabkan korban jiwa, badai salju di Jepang juga membuat aktivitas penerbangan di sana terganggu. Banyak penerbangan di Jepang yang terpaksa ditunda dan dibatalkan imbas bencana ini.

Beberapa layanan transportasi lainnya juga ikut terganggu. Salah satu layanan transportasi yang paling terdampak adalah kereta. Banyak jadwal keberangkatan kereta di Jepang yang ditunda bahkan dibatalkan. Ini terjadi karena keberangkatan dianggap terlalu berbahaya karena rel kereta tertutup gumpalan salju yang tinggi.

Meski begitu, Jepang tidak mau tinggal diam. Pemerintah berjanji bakal terus berupaya untuk mengatasi badai salju yang sedang terjadi. Pemerintah juga bakal membantu warga setempat untuk membersihkan gumpalan salju yang berserakan di dekat rumahnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Fenomena Baru, Jepang Disapu Badai Salju Parah yang Tewaskan 30 Orang

03 Feb 2026, 22:34 WIBNews