Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Meksiko Bantah CIA Luncurkan Operasi Pembunuhan Kartel di Wilayahnya

Meksiko Bantah CIA Luncurkan Operasi Pembunuhan Kartel di Wilayahnya
ilustrasi bendera Meksiko. (unsplash.com/Jorge Aguilar)
Intinya Sih
  • Pemerintah Meksiko dan CIA sama-sama membantah laporan CNN yang menuduh adanya operasi pembunuhan kartel oleh agen rahasia AS di wilayah Meksiko sepanjang tahun 2025.
  • Laporan CNN menuding unit elite CIA, Ground Branch, terlibat dalam misi rahasia yang menewaskan anggota Kartel Sinaloa bernama Francisco Beltran melalui ledakan bom di pinggiran Mexico City.
  • Ketegangan hubungan AS-Meksiko meningkat akibat isu keterlibatan intelijen asing, sementara Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan setiap aktivitas agen luar harus dilaporkan sesuai undang-undang keamanan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Meksiko dan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) kompak membantah laporan investigasi dari CNN pada Selasa (12/5/2026). Laporan tersebut menuding agen rahasia CIA terlibat langsung dalam operasi mematikan terhadap jaringan kartel narkoba di Meksiko sepanjang tahun 2025.

Bantahan ini muncul di tengah memanasnya isu intervensi keamanan antara kedua negara bertetangga tersebut. Otoritas Meksiko menegaskan pasukan keamanan lokal selalu memegang kendali atas segala operasi pemberantasan kartel di wilayah mereka.

1. Pemerintah Meksiko dan CIA kompak bantah rumor

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dan Menteri Keamanan Meksiko Omar Garcia Harfuch
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dan Menteri Keamanan Meksiko Omar Garcia Harfuch (Eneas De Troya, CC)

Menteri Keamanan Meksiko Omar Garcia Harfuch membantah klaim keterlibatan agen asing. Ia memastikan tidak ada operasi mematikan yang dilakukan badan intelijen luar di wilayah kedaulatan Meksiko.

Harfuch menekankan kerja sama keamanan dengan AS selalu didasarkan pada rasa saling percaya. Kedua negara hanya bertukar informasi intelijen dan berlatih bersama.

Pihak CIA turut mengecam pemberitaan yang menyebut agen mereka bertindak sebagai eksekutor di lapangan. Mereka menilai klaim tersebut sangat berbahaya dan berisiko memicu masalah keamanan baru.

"Ini adalah pemberitaan palsu dan sensasional yang hanya akan menguntungkan citra kartel. Laporan tersebut justru dapat membahayakan nyawa warga Amerika," ujar Juru Bicara CIA Liz Lyons, dilansir Al Jazeera.

2. Laporan CNN sebut CIA bunuh anggota kartel

ilustrasi baku tembak
ilustrasi baku tembak (unsplash.com/Taiwangun)

Laporan dari CNN sebelumnya menuduh agen CIA dari unit elite Ground Branch secara aktif melancarkan misi rahasia. Tujuan utama misi tersebut adalah melumpuhkan jaringan kartel dengan menyasar anggota tingkat menengah.

Salah satu insiden yang disorot adalah pembunuhan Francisco Beltran pada Maret lalu di pinggiran Mexico City. Anggota Kartel Sinaloa tersebut tewas akibat ledakan bom yang disembunyikan di dalam mobilnya.

CNN mengklaim serangan tersebut difasilitasi oleh para petugas operasi dari CIA. Kasus ini sempat memicu perdebatan di kalangan analis keamanan karena skala serangannya yang tidak biasa.

"Operasi mereka meningkat jadi jauh lebih mematikan. Ini adalah peningkatan serius dari yang biasanya CIA bersedia lakukan di Meksiko," kata seorang sumber anonim, dilansir CNN.

3. Hubungan AS-Meksiko tegang akibat isu kartel

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum (Gobierno de la Ciudad de México, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Kehadiran personel intelijen AS merupakan isu yang sensitif di Meksiko. Ketegangan sempat meningkat ketika dua petugas CIA tewas dalam kecelakaan mobil di Chihuahua usai menggerebek laboratorium narkoba pada April lalu.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengaku pemerintahannya tidak mengetahui keterlibatan aparat AS dalam penggerebekan tersebut. Ia memperingatkan, partisipasi tanpa izin dari entitas asing tidak boleh terulang kembali.

Undang-undang Meksiko mewajibkan setiap agen asing untuk melaporkan aktivitas mereka kepada pemerintah federal. Aturan yang sah sejak tahun 2020 ini juga mencabut hak kekebalan diplomatik bagi seluruh petugas intelijen negara lain.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump terus menekan Meksiko untuk membasmi kartel dengan lebih agresif. Ia bahkan mengancam akan mengerahkan kekuatan militernya jika Meksiko dianggap gagal menangani krisis tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Related Articles

See More