Bulgaria Tak akan Ikut-ikutan Barat Campuri Selat Hormuz

- Bulgaria menegaskan tidak akan bergabung dalam koalisi militer di Selat Hormuz dan memilih jalur diplomasi melalui diskusi internasional yang difokuskan pada kelancaran lalu lintas maritim.
- Pemerintah Bulgaria memastikan tidak ada ancaman dari Iran serta menolak tuduhan bahwa pesawat tempur AS menggunakan wilayahnya untuk operasi militer di Timur Tengah.
- Bulgaria dan Ukraina menandatangani perjanjian keamanan 10 tahun yang mencakup produksi bersama drone, pembelian sistem pertahanan udara dari AS, serta dukungan Bulgaria terhadap keanggotaan Ukraina di Uni Eropa.
Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Bulgaria, Nadezhda Neynski mengatakan bahwa Bulgaria tidak akan ikut dalam koalisi militer untuk mengamankan Selat Hormuz. Ia menyebut, Bulgaria akan mendorong diskusi dengan Iran.
“Bulgaria hanya akan ikut dalam diskusi internasional yang diinisiasi oleh Inggris dan diikuti 35 negara. Fokusnya untuk mengembalikan lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Pertemuan akan digelar secara virtual,” tuturnya, dikutip dari Novinite, Kamis (2/4/2026).
Upaya diplomatik tersebut digelar di tengah gangguan di rute kunci energi global. Sebab, sekitar 20 persen dari pasokan energi global dikirimkan melalui Selat Hormuz.
1. Bulgaria pastikan tidak ada ancaman dari Iran
Neynski menyampaikan bahwa tidak ada ancaman dari Iran hingga saat ini. Ia pun menyebut, Bulgaria terus mempertahankan komunikasi dengan Iran dan memastikan negaranya tidak ikut dalam perang.
“Kami memastikan kepada Iran bahwa Bulgaria tidak berpartisipasi dalam perang. Tidak ada pesawat tempur yang terbang di atas wilayah udara kami dan tidak ada pengisian bahan bakar pesawat tempur Amerika Serikat (AS) di Bulgaria,” katanya, dikutip dari BTA.
Sementara itu, keberadaan pesawat tempur AS di Bandara Sofia hanya untuk kepentingan latihan militer. Pesawat tersebut tidak terlibat dalam perang di Timur Tengah.
2. Iran ancam Bulgaria soal keberadaan pesawat AS
Sebulan lalu, Iran sudah memperingatkan Bulgaria agar tidak mengizinkan AS menggunakan bandara di negaranya untuk kepenting operasi militer. Namun, Teheran kembali melayangkan protes kepada Sofia pada Rabu (1/4/2026) soal dugaan adanya pesawat AS yang mengisi bahan bakar di Sofia.
Dilansir Telegrafi, pesawat tempur AS sudah mendarat di Bandara Internasional Vasil Levski sejak akhir Februari. Namun, Bulgaria meyakinkan bahwa pesawat tempur AS tersebut hanya bagian dari peningkatan keamanan NATO.
3. Bulgaria dan Ukraina setuju produksi drone bersama
Pada Senin, (30/3/2026), Bulgaria dan Ukraina resmi menyetujui perjanjian keamanan selama 10 tahun. Dengan ini, Bulgaria setuju untuk membantu Ukraina dengan membeli sistem pertahanan udara dari AS dan bersama-sama memproduksi drone.
“Poin penting dari diskusi hari ini adalah produksi bersama berbagai macam senjata, termasuk drone di negara kami,” ungkap Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dikutip dari The Kyiv Independent.
Selain pertahanan, Bulgaria juga sudah mendukung aksesi keanggotaan Ukraina dalam Uni Eropa (UE). Negara Balkan itu juga bersedia mengirimkan gas alam untuk menyuplai kebutuhan di Ukraina.



















