Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

China Gelar Parade Perang Dunia II, Bakal Ada Kim Jong Un dan Putin!

Presiden Vladimir Putin di acara Parade Hari Kemenangan ke-80 Rusia di Moskow. (www.instagram.com/@kemhanri)
Presiden Vladimir Putin di acara Parade Hari Kemenangan ke-80 Rusia di Moskow. (www.instagram.com/@kemhanri)
Intinya sih...
  • Kementerian Luar Negeri China mengatakan, mereka akan menyambut hangat Kim Jong Un.
  • Parade militer China diharapkan menjadi tampilan persenjataan terbaru negara itu, termasuk lebih dari 10.000 tentara.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan mengunjungi China untuk pertama kalinya dalam 6 tahun. Pekan depan, ia akan hadir dalam parade militer di Beijing.

Tak hanya itu, Presiden Rusia Vladimir Putin juga akan hadir dalam perayaan tersebut. Kedua pemimpin ini datang karena mendapat undangan Presiden China, Xi Jinping.

Parade ini merupakan salah satu acara yang menandai peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II usai Jepang resmi menyerah. Cara tersebut akan menjadi yang pertama bagi Kim bertemu dengan sekelompok pemimpin dunia sejak ia menjabat pada akhir 2011.

Ini juga menjadi kunjungan pertamanya ke China lagi sejak 2019. Meski demikian, belum ada detail mengenai rencana Kim Jong Un bertemu dengan para pemimpin lain secara langsung dalam kunjungan tersebut.

1. China menyambut hangat Kim Jong Un

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyapa peserta Konferensi Guru Nasional di Pyongyang dalam foto tidak bertanggal yang disiarkan 7 September 2019 oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA). (Dok. KCNA)
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyapa peserta Konferensi Guru Nasional di Pyongyang dalam foto tidak bertanggal yang disiarkan 7 September 2019 oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA). (Dok. KCNA)

Kementerian Luar Negeri China mengatakan, mereka akan menyambut hangat Kim Jong Un.

"Menjunjung tinggi, mengonsolidasikan dan mengembangkan persahabatan tradisional antara China dan DPRK (Repulik Rakyat Demokratik Korea) adalah posisi tegas Partai Komunis China dan pemerintah kami," kata pernyataan tersebut, dilansir dari ITV, Jumat (29/8/2025).

Sebanyak 26 pemimpin asing akan berada di Beijing untuk menyaksikan parade pada Rabu (3/9/2025), termasuk para pemimpin Iran, Belarus, Serbia, Kuba, Indonesia, Myanmar, Pakistan, dan Malaysia. Tidak ada perwakilan dari AS atau negara-negara besar Eropa Barat lainnya yang diharapkan hadir, meskipun China merupakan mitra penting dari kekuatan Sekutu selama perang.

2. Jadi ajang pamer senjata China

Potret  bendera China di Yuyuan Old Street Shanghai (unsplash.com/Dominic Kurniawan Suryaputra)
Potret bendera China di Yuyuan Old Street Shanghai (unsplash.com/Dominic Kurniawan Suryaputra)

Parade militer China diharapkan menjadi tampilan persenjataan terbaru negara itu, termasuk lebih dari 10 ribu tentara. Tak hanya itu, China rencananya akan memamerkan lebih dari 100 pesawat dan ratusan peralatan darat seperti drone mutakhir, sistem pengacau elektronik, senjata hipersonik, teknologi pertahanan udara dan pertahanan rudal, hingga rudal strategis.

China sendiri telah lama menjadi mitra dagang terbesar Korea Utara dan penyedia bantuan utama, tetapi ada pertanyaan tentang hubungan mereka dalam beberapa tahun terakhir.

3. Kedekatan China-Korea Utara

Xi Jinping terpilih sebagai Presiden Republik Rakyat Cina (Xinhua/Xie Huanchi)
Xi Jinping terpilih sebagai Presiden Republik Rakyat Cina (Xinhua/Xie Huanchi)

Pada 2023, sekitar 97 persen perdagangan luar negeri Korea Utara adalah dengan China, sementara 1,2 persen adalah dengan Rusia, menurut data China. Korea Utara juga telah menjalin hubungan yang lebih erat dengan Rusia dalam beberapa tahun terakhir di tengah perang Moskow yang sengit melawan Ukraina.

Hal ini dinilai memperumit keseimbangan geopolitik Asia Timur dan upaya Beijing untuk menjaga stabilitas regional. Xi, pendukung terkuat Putin, telah mengamati dengan cermat ketika pemimpin Rusia dan Kim membentuk aliansi baru yang melibatkan Korea Utara dalam mengirimkan pasukan untuk bergabung dalam perang Rusia melawan Ukraina.

Tahun lalu, Putin dan Kim menandatangani pakta pertahanan penting di Pyongyang dan berjanji untuk segera memberikan bantuan militer jika pihak lain diserang – sebuah langkah yang telah meresahkan AS dan sekutu-sekutunya di Asia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us