Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kisah Umar bin Khattab Memeluk Islam karena Alquran

Kisah Umar bin Khattab Memeluk Islam karena Alquran
ilustrasi tokoh umar bin khattab (youtube.com/Anak Multi TM)
Intinya Sih
  • Umar bin Khattab, sahabat Nabi yang dikenal tegas dan adil, awalnya merupakan penentang keras Islam sebelum akhirnya menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah peradaban Islam.
  • Perjalanan keislamannya bermula saat ia mendengar bacaan Al-Qur’an di rumah saudarinya, Fatimah binti Khattab, yang menyentuh hatinya hingga membuatnya mantap memeluk Islam.
  • Setelah masuk Islam dan menjadi khalifah kedua, Umar berhasil memperluas wilayah kekuasaan Islam serta membangun sistem pemerintahan berkeadilan dengan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Umar bin Khattab adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling dikenal karena ketegasan, keadilan, dan integritasnya. Dia lahir di Mekah pada tahun 584 M dan merupakan Khalifah kedua setelah Abu Bakar ash-Shiddiq.

Mengutip dari laman resmi Nahdalatul Ulama (NU), Umar termasuk golongan as-Sabiqun al-Awwalun atau di antara orang pertama yang masuk Islam sekaligus sahabat yang dijanjikan Rasulullah SAW untuk masuk surga. Menurut sejarawan Islam Suriah dan ahli Hadis adz-Dzahabi, Umar masuk Islam saat usianya 27 tahun pada tahun ke-6 kenabian (616 M).

Sebagai pemimpin, Umar tidak hanya memimpin dengan kekuatan tetapi juga dengan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap rakyatnya. Di masanya, Islam berkembang pesat ke berbagai wilayah, menandai awal kejayaan peradaban Islam di dunia.

Berikut IDN Times rangkum kisah perjalanan Umar bin Khattab memeluk Islam, dari masa kegelapan hingga menjadi pemimpin yang bijaksana mengutip dari buku Ibnu Ishaq, Sirah Nabawiyah, Selasa (3/3/2026).

1. Sosok Umar bin Khattab sebelum masuk Islam

Ilustrasi Kota Makkah
Ilustrasi Kota Makkah pada era kenabian (Nano Banana/Rochmanudin)

Sebelum memeluk Islam, Umar bin Khattab dikenal sebagai sosok yang paling disegani dan ditakuti oleh kaumnya. Dia adalah seorang penentang paling keras dakwah Rasulullah SAW. Pada masa jahiliah, Umar bahkan mengaku sangat jauh dari Islam dan memiliki kebiasaan meminum minuman keras.

Di dalam buku tersebut, Ibnu Ishaq mengatakan, Abdullah bin Abu Najih Al-Makki berkata kepadanya dari sahabat-sahabatnya dari Atha' dan Mujahid atau dari orang yang meriwayatkannya bahwa keislaman Umar bin Khaththab, sebagaimana mereka katakan, Umar bin Khattab pernah berkata.

“Aku awalnya demikian jauh dari Islam. Aku hobi meneguk minuman keras. Aku sangat menyukainya dan meminumnya. Dulu kami mempunyai auditorium tempat orang-orang Quraisy biasa bertemu. Auditorium tersebut terletak di bukit kecil di pemukiman keluarga Umar bin Abd bin Imran Al-Makhzumi,” kata Umar.

Pada suatu malam, Umar keluar rumah untuk mencari teman-temannya di tempat biasa mereka berkumpul. Namun saat tiba di sana, dia tidak menemukan seorang pun. Umar pun berpikir untuk mendatangi seorang penjual minuman keras di Fulan, tetapi sayang dia tidak berhasil bertemu dengan orang tersebut. Kebiasaan dan lingkungan Umar saat itu memang masih jauh dari nilai-nilai Islam yang dibawa Rasulullah.

2. Penyebab Umar bin Khattab masuk Islam

ilustrasi alquran (pexels.com/(Abdulmeilk Aldawsari)
ilustrasi alquran (pexels.com/(Abdulmeilk Aldawsari)

Perjalanan Umar menuju Islam dimulai ketika dia berniat membunuh Rasulullah SAW yang saat itu berkumpul bersama para sahabat di sebuah rumah dekat bukit Shafa. Di tengah jalan, dia bertemu Nu'aim bin Abdullah yang memberitahu saudara perempuan dan iparnya, Fatimah binti Khattab dan Sa'id bin Zaid, telah memeluk Islam. Mendengar hal itu, Umar segera berbalik arah menuju rumah saudarinya dengan amarah yang membuncah.

Sesampainya di rumah Fatimah, Umar mendengar lantunan ayat Al-Qur'an yang dibacakan Khabbab bin Al-Arat. Dia pun memukul iparnya dan tanpa sengaja melukai saudarinya sendiri. Namun saat melihat darah mengalir di tubuh Fatimah, Umar merasa menyesal. Dia kemudian meminta untuk melihat lembaran Al-Qur'an yang dibacakan tadi.

Setelah membersihkan diri, Umar membaca surat Thaha dan hatinya tersentuh oleh keindahan firman Allah SWT tersebut. Khabbab yang keluar dari persembunyiannya menyampaikan doa Rasulullah agar Islam dikuatkan dengan masuknya Umar. Seketika itu juga Umar bertekad menemui Rasulullah dan menyatakan keislamannya. Lebih jauh, dia mengakui ayat-ayat Al-Qur'an-lah yang membuatnya mantap memeluk Islam.

3. Pencapaian Umar bin Khattab setelah masuk Islam

Masjid Quba, Kota Madinah, Arab Saudi
Masjid Quba, Kota Madinah, Arab Saudi (commons.wikimedia.org/ولاء)

Dilansir dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional, setelah memeluk Islam, Umar bin Khattab menorehkan prestasi yang luar biasa sebagai khalifah. Dia tidak hanya berhasil memperluas wilayah Islam hingga Romawi Timur, Mesir, Suriah, dan Palestina, tetapi juga membangun sistem pemerintahan yang berkeadilan.

Umar membagi kekhalifahan menjadi beberapa provinsi dengan gubernur yang dipilih berdasarkan kemampuan dan integritas, bukan karena hubungan keluarga atau kekayaan. Dia juga mendirikan Baitul Mal sebagai perbendaharaan negara untuk memastikan harta digunakan bagi kepentingan rakyat, terutama mereka yang miskin dan membutuhkan.

Umar dikenal karena ketegasannya dalam menegakkan hukum secara adil. Dia tidak pernah ragu menerima kritik dan melakukan koreksi jika diperlukan. Ketika Madinah dilanda kekeringan panjang, dia tidak hanya berdoa tetapi juga bergerak cepat mengirim bantuan dari berbagai provinsi. Salah satu kisah yang paling dikenang adalah kebiasaannya berjalan di malam hari untuk memastikan tidak ada rakyatnya yang kelaparan.

Dia pernah mendapati seorang ibu yang menenangkan anaknya dengan panci kosong, lalu Umar segera kembali membawa gandum di punggungnya sendiri dan memasak untuk keluarga tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More