Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Megawati Kirim Surat Duka Cita Atas Gugurnya Ayatullah Ali Khamenei

Megawati Kirim Surat Duka Cita Atas Gugurnya Ayatullah Ali Khamenei
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri (dok.PDIP)
Intinya Sih
  • Megawati Soekarnoputri menyampaikan duka cita atas wafatnya Ayatullah Ali Khamenei melalui surat resmi yang dikirim lewat Dubes Iran di Jakarta, menjadi tokoh publik pertama yang melakukannya.
  • Dalam suratnya, Mega memuji Khamenei sebagai pemimpin yang menjaga martabat dunia Islam serta memiliki kedekatan pemikiran dengan Bung Karno dalam perjuangan anti-imperialisme dan keadilan sosial.
  • Mega menegaskan Indonesia menolak segala bentuk agresi militer dan menyerukan penyelesaian konflik melalui dialog, sembari mendoakan kekuatan bagi rakyat Iran menghadapi masa sulit pascagugurnya Khamenei.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menyampaikan duka cita atas gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, dalam agresi militer Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2/2026) di rumahnya di Tehran. Pernyataan duka cita Megawati disampaikan lewat sepucuk surat dan dikirimkan lewat Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang didampingi Ketua DPP PDIP bidang luar negeri, Ahmad Basarah, yang mengantarkan surat tersebut.

"Surat duka cita Megawati diantarkan secara langsung oleh Sekjen PDIP dan Ketua DPP PDIP bidang luar negeri kepada Dubes Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di Kedubes Iran di Jakarta pada Selasa kemarin," demikian isi keterangan tertulis PDIP, Rabu (4/3/2026).

Mega menjadi tokoh publik pertama yang menyampaikan duka cita atas gugurnya Khamenei dalam agresi militer Israel. Apalagi posisi Mega pernah menjadi Presiden Indonesia pada periode 2001 hingga 2004.

Sikap Mega yang mengirimkan surat berisi ucapan duka cita dan diketahui secara terbuka menuai pujian dari publik. Sebab, Presiden Prabowo Subianto pada Selasa kemarin belum menyampaikan ucapan duka cita kepada Pemerintah Iran.

Apa isi surat yang ditulis oleh Mega kepada Pemerintah Iran?

1. Mega puji sosok Khamenei sebagai pemimpin yang jaga martabat dunia Islam

Megawati, Hasto, Ayatullah Ali Khamenei
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyampaikan surat berisi ucapan duka cita dari Megawati Soekarnoputri atas gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei di kediaman Dubes Iran untuk Indonesia. (Dokumentasi PDIP)

Di bagian awal suratnya, Mega mengaku terkejut dan sangat berduka saat mengetahui Khamenei gugur dalam serangan militer mendadak yang dilancarkan oleh Israel dan Negeri Paman Sam pada Sabtu pekan lalu. Bagi Indonesia, sosok Khamenei memiliki kedekatan batin dan pemikiran dengan perjuangan Bung Karno.

"Selama lebih dari tiga dekade, Ayatullah Ali Khamenei memimpin bangsanya dalam situasi yang sangat sulit di tengah tekanan geopolitik, sanksi ekonomi dan ancaman militer. Seraya secara konsisten mempertahankan kedaulatan negaranya dan martabat dunia Islam," kata Mega.

Ia mengatakan, Khamenei merupakan sosok ulama dan negarawan yang berupaya memadukan iman keagamaan, keadilan sosial dan sikap anti-imperialisme dalam satu garis perjuangan yang konsisten.

"Atas nama pribadi dan keluarga besar serta rakyat Indonesia yang mencintai perdamaian, saya menyampaikan simpati dan solidaritas kami yang tulus bagi keluarga, pemerintah dan seluruh rakyat Iran," tutur Presiden ke-5 RI itu.

2. Ayatullah Ali Khamenei disebut mengagumi Bung Karno sejak muda

Ayatullah Ali Khamenei.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. (www.twitter.com/khameini_ir)

Di dalam surat itu, Mega juga mengungkapkan Khamenei sejak usia muda sudah mengagumi sosok Bung Karno. Khamenei membaca pemikiran Bung Karno dan menjadikan pengalaman Indonesia, terutama Pancasila serta semangat Dasa Sila Bandung sebagai salah satu referensi dalam merumuskan sintesis antara agama, kebangsaan dan keadilan sosial di Iran.

"Kami menangkap gema semangat anti-kolonialisme, solidaritas dunia ketiga dan tekad untuk menolak segala bentuk dominasi dan ketidakadilan global," kata Mega.

Kedekatan Iran dengan Indonesia, ungkap Mega, sudah berlangsung lama. Iran ikut dalam KTT Gerakan Non Blok yang digagas oleh Bung Karno. Bahkan, Iran turut menjadi tuan rumah KTT tersebut pada Agustus 2012 lalu.

"Persaudaraan ini terjalin bukan hanya melalui diplomasi formal melainkan juga melalui kesamaan nasib sebagai sesama bangsa yang menentang berbagai bentuk penjajahan, memperjuangkan kemerdekaan serta menginginkan tatanan dunia yang lebih adil dan bermanfaat," katanya.

Mega pun mengenang kunjungan resminya ke ibu kota Tehran pada 2004 lalu. Ketika itu, ia berkunjung dalam kapasitas Presiden Indonesia untuk menghadiri Konferensi D-8. Mega mengaku sempat bertemu dengan Ayatullah Ali Khamenei.

"Saya merasakan sambutan persahabatan yang hangat serta kharisma kepemimpinan yang terpancar di dalam diri Beliau. Saya teringat sempat mengundang langsung Beliau untuk datang ke Indonesia guna menghadiri Konferensi Ulama Islam Internasional di Jakarta pada Februari 2004 dan peringatan Konferensi Asia Afrika ke-50 tahun 2005," tutur dia.

Meskipun hingga akhir hayat, Khamenei belum sempat menjejakan kaki di Indonesia.

3. Bangsa Indonesia menolak keras segala bentuk agresi militer

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menggelar upacara hari kemerdekaan RI bersama kader-kadernya di Sekolah Partai di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (17/8/2035) (IDN Times/Amir Faishol)

Di bagian akhir suratnya, Megawati memastikan Bangsa Indonesia berdiri bersama rakyat Iran untuk menolak dan mengecam keras segala bentuk agresi militer sepihak yang melanggar kedaulatan negara, dan membahayakan perdamaian di kawasan maupun di dunia. Mega meyakini prinsip yang dipegang oleh Bung Karno dalam menghadapi konflik masih relevan hingga kini.

"Penyelesaian konflik harus ditempuh lewat jalan dialog, perundingan yang adil dan penghormatan terhadap hukum internasional. Bukan melalui kekerasan dan penggunaan kekuatan bersenjata," kata Mega.

Ia pun mendoakan Khamenei diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan usai gugur pada Sabtu lalu. Mega juga mendoakan rakyat Iran diberikan kekuatan dan persatuan agar mampu melewati masa-masa sulit.

"Saya turut mendoakan agar rakyat Iran mampu menjaga kemerdekaan, kehormatan, martabat dan kedaulatan negerinya di tengah badai sejarah yang tengah bergelora," tutur dia.

Mega pun berharap rakyat Indonesia dapat terus merawat warisan terbaik dari Bung Karno dan pemimpin revolusi Iran yakni tekad untuk membangun dunia yang damai dan bebas dari imperialisme.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More