Anggota DPR Ingatkan Pemda Jaga Stabilitas Pangan Jelang Idul Fitri

- Rajiv, anggota Komisi IV DPR RI, mendorong pemerintah daerah menjaga kelancaran distribusi pangan untuk menekan potensi inflasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.
- Ia menyalurkan 30.000 paket sembako serta berbagai bantuan pertanian seperti alsintan, bibit, dan program perikanan bagi masyarakat di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.
- Rajiv juga menggelar Gerakan Pangan Murah di Margaasih dengan harga bahan pokok terjangkau guna membantu warga selama Ramadan hingga Lebaran.
Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rajiv turut menyoroti pentingnya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Lebaran Idul Fitri 2026. Menurut dia, momen Ramadan hingga Idul Fitri biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, daging, dan telur.
“Karena itu, saya mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait memastikan distribusi berjalan lancar agar tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat,” ujar Rajiv kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
Ia memastikan akan terus memantau kondisi ketersediaan pangan di daerah pemilihannya, dan berharap produksi pertanian lokal menjadi penopang utama kebutuhan masyarakat, terutama saat permintaan meningkat.
“Saya yang diberikan amanah oleh masyarakat di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, akan terus memantau kondisi ketersediaan pangan di sini. Saya akan serap aspirasi dari masyarakat untuk disampaikan di Jakarta (DPR RI),” kata dia.
1. Distribusikan 30 ribu paket sembako

Adapun, untuk meringankan beban ekonomi warga menjelang Lebaran Idul Fitri 2026, Rajiv turut membagikan sebanyak 30 ribu paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut disalurkan di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dan didampingi oleh Wakapolresta Bandung AKBP Putu Hendra Binangkari.
Kegiatan ini dilakukan saat memasuki masa reses DPR RI Masa Sidang III Tahun 2025-2026 yang diawali dari Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
“Saya akan berikan kenang-kenangan berupa paket sembako, mudah-mudahan dapat membantu meringankan beban masyarakat di Kecamatan Ciparay. Semoga bermanfaat di tengah nuansa bulan Ramadan ini,” ujar Rajiv.
2. Salurkan bantuan alat pertanian

Di samping itu, Rajiv mengklaim telah menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP), bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), kultivator, bantuan bibit, hingga program bioflok perikanan.
Karena itu, Ia mengingatkan kelompok tani penerima bantuan agar tidak menjual kembali bantuan yang diberikan. Bantuan tersebut, kata dia, untuk mendukung pertanian di wilayah Jawa Barat agar maju berkembang ke depannya.
“Saya ingatkan kepada kelompok-kelompok tani yang dapat bantuan, tolong jangan pernah itu dijual lagi. Itu untuk masyarakat, untuk petani agar pertanian di Ciparay makin maju dan berkembang,” kata dia.
Ke depan, ia berharap bantuan yang disalurkan ke wilayah Ciparay dan sekitarnya bisa semakin banyak. Bagi masyarakat yang belum menerima bantuan, Rajiv meminta untuk bersabar karena penyaluran dilakukan secara bergiliran agar merata.
“Doakan amanah ini bisa saya gunakan dengan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat. Bagi masyarakat yang belum menerima bantuan dan program, mohon bersabar ya,” ucapnya.
3. Gerakan pangan murah bantu ringankan beban selama Ramadan

Selain memberikan 30 ribu paket sembako, Rajiv juga menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di daerah Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ia berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, dan jelang menyambut Lebaran Idul Fitri.
“Sesuai janji saya, kita kembali gelar Gerakan Pangan Murah agar masyarakat bisa membeli pangan murah jelang Lebaran nanti,” kata Rajiv.
Adapun, gerakan pangan murah yang digelar ini ada minyak goreng yang dijual Rp15.700, beras SPHP harganya Rp54 ribu, daging sapi Rp117.000, daging ayam Rp36 ribu, dan telor Rp29.500. Namun, masyarakat yang mendapatkan voucher bisa membeli telor hanya dengan harga Rp19 ribu.
Sedangkan, sayur-sayuran yang dihadirkan langsung dari petani Ciwidey, Pasir Jambu harganya serba Rp5.000, termasuk harga cabai yang sedang mahal tapi dijual murah di Gerakan Pangan Murah agar masyarakat bisa membeli.

















