Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Daftar 25 Negara yang Angkat Suara Soal Operasi Militer AS-Israel ke Iran

Daftar 25 Negara yang Angkat Suara Soal Operasi Militer AS-Israel ke Iran
ilustrasi beberapa bendera negara di dunia (pexels.com/Paresh Patil)
Intinya Sih
  • Serangan gabungan AS-Israel ke Iran memicu reaksi global dari 25 negara, dengan mayoritas menyerukan penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, dan kembalinya jalur diplomasi di Timur Tengah.
  • Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke Israel serta pangkalan militer AS di Teluk, membuat beberapa negara Teluk mengecam pelanggaran kedaulatan dan meningkatnya risiko eskalasi regional.
  • Respons dunia terbelah: sebagian mendukung langkah AS-Israel demi keamanan, sementara lainnya menilai operasi itu ilegal dan berpotensi memperburuk ketegangan global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menghantam sejumlah titik di Iran, termasuk Tehran, segera memicu reaksi luas dari berbagai negara. Mayoritas pihak menyoroti urgensi menghentikan kekerasan, melindungi warga sipil, serta membuka kembali jalur diplomasi agar konflik tak meluas di Timur Tengah.

Iran kemudian meluncurkan rudal ke Israel dan beberapa pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Sejumlah negara Teluk yang wilayahnya terdampak menyatakan keberatan keras karena kedaulatan mereka dinilai dilanggar, sementara kekhawatiran global atas potensi eskalasi makin menguat. Berikut rangkuman respons resmi dari 25 negara yang angkat suara atas perkembangan terbaru tersebut.

1. Qatar

ilustrasi bendera Qatar
ilustrasi bendera Qatar (pexels.com/Engin Akyurt)

Qatar mengecam keras peluncuran rudal Iran yang mengarah ke wilayahnya, tepatnya ke Pangkalan Udara Al Udeid yang menjadi basis pasukan AS. Kementerian Luar Negeri menyatakan tindakan itu merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan ancaman langsung bagi keamanan nasional. Doha menegaskan memiliki hak untuk mengambil langkah balasan sesuai hukum internasional.

2. Kanada

bendera Kanada
bendera Kanada (pexels.com/Social Soup Social Media)

Perdana Menteri Mark Carney menyebut Kanada berpihak pada rakyat Iran. Ia kembali menegaskan hak Israel untuk membela diri serta mendukung penuh Amerika Serikat agar Iran tak memperoleh senjata nuklir.

3. Rusia

ilustrasi bendera Rusia
ilustrasi bendera Rusia (pexels.com/Сергей Велов)

Rusia menggambarkan operasi AS-Israel sebagai tindakan ceroboh yang memanfaatkan proses negosiasi nuklir sebagai kedok. Kementerian Luar Negeri menyebut langkah tersebut tak bertanggung jawab dan meminta penilaian objektif dari komunitas internasional. Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menuding Washington sengaja menjadikan pembicaraan sebagai alasan untuk melancarkan aksi militer.

4. Uni Emirat Arab

Bendera Uni Emirat Arab
Bendera Uni Emirat Arab (pexels.com/Suji Su)

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab mengutuk serangan rudal Iran yang mengarah ke negaranya. Mereka menyebut aksi itu sebagai eskalasi berbahaya dan tindakan pengecut yang mengancam keselamatan warga sipil. Beberapa proyektil berhasil dipatahkan sistem pertahanan udara, dan UEA menegaskan hak penuh untuk merespons.

5. Irlandia

Bendera Irlandia
Bendera Irlandia (pexels.com/Mathias Reding)

Perdana Menteri Michael Martin meminta seluruh pihak menahan diri sepenuhnya agar konflik tak semakin meluas. Ia menegaskan perlindungan warga sipil di Iran, Israel, dan negara sekitar harus menjadi prioritas utama.

6. China

Bendera China
Bendera China (pexels.com/aboodi vesakaran)

Kementerian Luar Negeri China menyerukan agar seluruh aksi militer dihentikan segera. Mereka menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Iran, serta mengajak semua pihak kembali ke dialog demi menjaga stabilitas kawasan.

7. Bahrain

Bendera Bahrain
Bendera Bahrain (pexels.com/Fadhel Madan)

Bahrain menyatakan peluncuran rudal Iran yang mengarah ke markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS di wilayahnya sebagai bentuk pengkhianatan.

8. Turki

Bendera Turki
Bendera Turki (pexels.com/Engin Akyurt)

Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan rangkaian kekerasan dipicu oleh serangan AS-Israel ke Iran. Ankara menilai situasi ini mengancam stabilitas regional bahkan global, dan mendesak penghentian lingkaran kekerasan secepatnya.

9. Prancis

Bendera Prancis
Bendera Prancis (pexels.com/Atypeek Dgn)

Presiden Emmanuel Macron meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) segera menggelar sidang darurat. Ia memperingatkan eskalasi tersebut membahayakan semua pihak dan harus dihentikan. Prancis juga menyatakan kesiapan membantu melindungi mitra dekat jika diminta.

10. India

Bendera India
Bendera India (pexels.com/Studio Art Smile)

Kementerian Luar Negeri India mengimbau seluruh pihak menghindari langkah yang dapat memperburuk keadaan dan tetap menempuh jalur diplomasi. Mereka menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah setiap negara.

11. Venezuela

Bendera Venezuela
Bendera Venezuela (pexels.com/Altamart)

Pemerintah Venezuela mengecam keputusan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran ketika diplomasi masih berlangsung. Mereka juga menyebut respons Teheran sebagai tindakan yang tak pantas dan patut dikritik.

12. Amerika Serikat

ilustrasi bendera Amerika Serikat
ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Presiden Donald Trump menyatakan operasi ini merupakan aksi tempur besar guna meniadakan ancaman dari rezim Iran dan mencegah mereka memperoleh senjata nuklir. Ia berjanji menghancurkan industri rudal serta angkatan laut Iran. Trump turut mendesak rakyat Iran menggulingkan pemerintahnya, sembari meminta mereka tetap berada di tempat aman sampai operasi selesai sebelum mengambil alih kendali.

13. Arab Saudi

ilustrasi bendera Arab Saudi
ilustrasi bendera Arab Saudi (pexels.com/Engin Akyurt)

Arab Saudi mengecam keras serangan balasan Iran yang menyasar Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Yordania, dan Kuwait. Kerajaan memperingatkan konsekuensi serius, menyampaikan solidaritas penuh kepada negara-negara terdampak, serta menawarkan dukungan yang diperlukan.

14. Norwegia

Bendera Norwegia
Bendera Norwegia (pexels.com/Dana Englich)

Menteri Luar Negeri Espen Barth menyatakan serangan awal Israel ke Iran bertentangan dengan hukum internasional. Ia menjelaskan serangan preventif hanya dibenarkan bila ancaman benar-benar segera terjadi, dan menurutnya kondisi itu tak ada.

15. Ukraina

Bendera Negara Ukraina.
Bendera Negara Ukraina. (pexels.com/Andrii Smuryhin)

Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebut kekerasan serta penindasan terhadap demonstran damai oleh rezim Iran sebagai akar konflik yang berkembang.

16. Kuwait

ilustrasi bendera Kuwait
ilustrasi bendera Kuwait (pexels.com/Engin Akyurt)

Kementerian Luar Negeri Kuwait mengecam serangan rudal Iran ke wilayahnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Mereka menegaskan hak untuk merespons dan mengingatkan bahwa eskalasi lanjutan hanya memperparah ketidakstabilan kawasan.

17. Israel

bendera Israel
bendera Israel (pexels.com/Leon Natan)

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan operasi ini berhasil menyingkirkan ancaman eksistensial dari Iran dan membuka peluang bagi rakyat Iran menentukan masa depan mereka. Ia berterima kasih kepada Presiden Trump serta menegaskan Iran tak boleh memiliki senjata nuklir. Seorang pejabat pertahanan senior menyampaikan bahwa operasi gabungan ini telah dirancang selama berbulan-bulan dan jadwalnya ditetapkan beberapa pekan sebelumnya.

18. Belgia

Bendera Belgia
Bendera Belgia (pexels.com/Ivy Nguyen)

Menteri Luar Negeri Maxime Prevot menyatakan rakyat Iran tak seharusnya menanggung dampak keputusan pemerintahnya. Ia juga mengungkapkan penyesalan karena upaya diplomasi sebelumnya gagal menghasilkan kesepakatan bersama.

19. Pakistan

Bendera Pakistan
Bendera Pakistan (pexels.com/Talha Riaz)

Menteri Luar Negeri Ishaq Dar mengecam keras serangan terhadap Iran. Ia meminta agar peningkatan ketegangan segera dihentikan melalui diplomasi intensif demi solusi damai.

20. Oman

Bendera Oman
Bendera Oman (unsplash.com/ahmed nasser)

Sebagai mediator utama antara AS dan Iran, Menteri Luar Negeri Badr Albusaidi mengingatkan Washington agar tak semakin dalam terlibat karena konflik ini tak menguntungkan kepentingan Amerika maupun perdamaian global. Kementerian Luar Negeri Oman mendesak penghentian seluruh operasi militer dan mengusulkan sidang darurat DK PBB untuk menerapkan gencatan senjata.

21. Jerman

Bendera Jerman
Bendera Jerman (pexels.com/Ingo Joseph)

Jerman telah menerima pemberitahuan sebelumnya terkait serangan tersebut. Bersama Prancis dan Inggris, Berlin mengecam serangan Iran ke negara-negara kawasan serta menegaskan komitmen pada stabilitas dan perlindungan warga sipil. Mereka juga mendorong kelanjutan negosiasi antara AS dan Iran.

22. Iran

ilustrasi bendera iran
ilustrasi bendera iran (pexels.com/aboodi vesakaran)

Kementerian Luar Negeri Iran menuduh AS dan Israel melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah. Tidak ada garis merah lagi setelah agresi ini,” kata Seorang pejabat senior kepada Al Jazeera.

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyebut serangan tersebut sepenuhnya tidak beralasan, ilegal, dan tidak sah. Ia juga menyatakan bahwa Trump telah mengubah slogan America First (Amerika yang utama) menjadi Israel First (Israel yang utama), yang menurutnya selalu berarti America Last (Amerika yang terakhir).

23. Italia

Bendera Italia
Bendera Italia (pexels.com/Ulrick Trappschuh)

Kantor Perdana Menteri Giorgia Meloni menyatakan Italia akan bekerja sama dengan sekutu dan pemimpin kawasan untuk membantu meredakan ketegangan yang terjadi.

24. Australia

Bendera Australia
Bendera Australia (pexels.com/Hugo Heimendinger)

Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan Australia mendukung langkah Amerika Serikat untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dan menghentikan ancaman terhadap perdamaian serta keamanan internasional.

25. Inggris

Bendera Inggris
ilustrasi bendera Inggris (pexels.com/James Frid)

Perdana Menteri Keir Starmer mengonfirmasi pesawat tempur Inggris tengah beroperasi di kawasan sebagai bagian dari pertahanan terkoordinasi guna melindungi rakyat, kepentingan, dan sekutu. Ia menyatakan Iran dapat mengakhiri situasi ini sekarang serta mendesak penghentian program senjata dan kekerasan terhadap rakyatnya sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More