Bom Meledak di Monako, Lukai Miliarder Ukraina dan Keluarganya

- Ledakan bom paket di Monako melukai miliarder Ukraina Vadym Iermolaiev, istri, dan anaknya; otoritas menyebut insiden terjadi di lobi apartemen mewah tempat mereka tinggal.
- Pelaku terekam CCTV melarikan diri ke perbatasan Prancis setelah meninggalkan tas berisi bahan peledak dengan baut dan peluru timah; seluruh aparat keamanan Monako dikerahkan.
- Iermolaiev, mantan warga Ukraina yang kini berkewarganegaraan Siprus, dikenal sebagai pengusaha besar dan pernah masuk daftar 100 orang terkaya Ukraina sebelum menetap di Monako.
Jakarta, IDN Times - Sebuah ledakan yang diduga berasal dari bom paket melukai miliarder kelahiran Ukraina, Vadym Iermolaiev, beserta istri dan anaknya yang berusia 13 tahun di Monako pada Senin (29/6/2026). Otoritas setempat mengatakan, Iermolaiev dan istrinya telah dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius.
Dilansir France24, pemerintah Monako mengungkapkan bahwa ledakan terjadi setelah seorang pria meninggalkan sebuah paket di lobi gedung apartemen tempat Iermolaiev dan keluarganya tinggal. Paket itu meledak sekitar pukul 21.00 waktu setempat dan menimbulkan ledakan besar yang merusak pintu masuk apartemen mewah tersebut.
Pangeran Albert II mengecam insiden tersebut sebagai kejahatan yang keji yang mengguncang seluruh masyarakat Monako. Menteri Negara, Christophe Mirmand, mendesak kewaspadaan ekstrem untuk memastikan penyelidikan berjalan secepat mungkin.
1. Pelaku diduga melarikan diri menuju perbatasan Prancis
Rekaman CCTV menunjukkan pria yang diduga sebagai pelaku melarikan diri menuju perbatasan Prancis tak lama setelah ledakan terjadi. Media Prancis juga mempublikasikan cuplikan gambar yang memperlihatkan terduga pelaku mengenakan atasan berwarna gelap dan topi bucket.
Menurut Mirmand, perangkat peledak yang ditinggalkan pelaku di dalam tas tampaknya berisi baut dan peluru timah untuk meningkatkan daya rusaknya. Mirmand mengatakan seluruh aparat keamanan Monako telah dikerahkan guna mempercepat proses penyelidikan.
Pangeran Albert II mengatakan bahwa semua dinas keamanan kerajaan telah dimobilisasi. Mirmand mengatakan bahwa jaksa akan memberikan pengarahan pers terbarunya pada Selasa.
2. Vadym Iermolaiev merupakan miliarder Ukraina yang pernah masuk daftar 100 orang terkaya
Vadym Iermolaiev adalah pebisnis yang berasal dari kota Dnipro, Ukraina. Iermolaiev mendirikan perusahaan perdagangan dan industri Alef dan menjadi salah satu pengembang properti dan pengusaha paling berpengaruh di wilayah tersebut.
Dikutip dari The Guardian, Iermolaiev pernah masuk dalam daftar 100 orang terkaya Ukraina versi Forbes Ukraine. Namun, pada 2019 miliarder itu melepaskan kewarganegaraan Ukraina dan menjadi warga negara Siprus demi memperoleh perlindungan internasasional yang lebih baik.
Pemerintah Ukraina menjatuhkan sanksi terhadap Iermolaiev pada 2023 karena menuduhnya masih memiliki hubungan bisnis dengan entitas Rusia yang beroperasi di wilayah pendudukan Moskow, termasuk Krimea. Wilayah tersebut telah dianeksasi secara ilegal oleh Moskow pada 2014.
Meski demikian, Iermolaiev tidak dikenal sebagai tokoh yang pro-Rusia. Setelah invasi Rusia dimulai pada 2022, ia mengungkapkan bahwa jet pribadi Gulfstream G150 miliknya hancur akibat serangan rudal Moskow di Dnipro. Media Ukraina, Ukrainska Pravda, melaporkan Iermolaiev telah menetap di Monako sejak invasi dimulai.
3. Monako diguncang serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya
Ledakan bom pada Senin mengejutkan Monako yang selama ini dikenal sebagai negara kecil di Riviera Prancis dengan tingkat kejahatan kekerasan yang sangat rendah. Negara itu juga menjadi tempat tinggal banyak miliarder dunia yang dikenal sebagai pusat kapal pesiar mewah.
Selain tiga korban utama, layanan darurat juga memberikan perawatan kepada empat orang lainnya yang mengalami syok dan luka ringan akibat pecahan kaca dari ledakan. Sekitar 50 petugas pemadam kebakaran dan 80 personel keamanan dikerahkan untuk menangani situasi di lokasi kejadian.
Mengutip laporan BBC, seorang warga bernama Harri Richie, yang tinggal sekitar 100 meter dari lokasi kejadian, mengatakan bahwa dirinya mendengar suara ledakan yang sangat keras sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Saat itu Richie berada di area parkir bawah tanah.
Setelah kembali ke apartemennya di lantai 11, Richie melihat petugas penyelamat mengevakuasi dua korban yang tampak mengalami luka serius. Richie mengatakan layanan darurat tiba sekitar lima menit setelah ledakan terjadi, sementara sebuah helikopter terus berpatroli di udara sepanjang malam.


















