Dinilai Berbahaya, YouTube Blokir Kanal Video Animasi Pro-Iran

- YouTube memblokir kanal animasi pro-Iran Explosive Media karena melanggar kebijakan terkait spam, penipuan, dan konten berbahaya yang berisi propaganda.
- Sebelum diblokir permanen, YouTube sempat menskors kanal tersebut dan memberi waktu untuk menghapus konten bermasalah, namun peringatan itu diabaikan oleh pihak Explosive Media.
- Explosive Media diketahui membuat video animasi berbasis AI yang mendukung Iran, bahkan pernah diminta pemerintah Iran membuat video propaganda terkait serangan di sekolah perempuan Minab.
Jakarta, IDN Times - YouTube resmi memblokir channel video animasi pro-Iran bernama Explosive Media. Dalam pernyataannya, YouTube menjelaskan langkah ini dilakukan karena kanal animasi tersebut kerap membuat konten-konten berbahaya yang berisi propaganda dan penipuan.
"Kami menutup saluran tersebut karena melanggar kebijakan kami tentang spam, praktik penipuan, dan kecurangan," kata juru bicara YouTube yang tidak disebut namanya kepada kantor berita AFP pada Rabu (15/4/2026), seperti dikutip Jerusalem Post, Sabtu (18/4/2026).
1. YouTube sebelumnya sudah menskors kanal Explosive Media

Sebelum melakukan pemblokiran secara permanen, YouTube sudah menskors kanal Explosive Media. Menurut keterangan juru bicara YouTube, langkah tersebut dilakukan pada 27 Maret 2026 lalu.
YouTube sempat memberi waktu kepada Explosive Media untuk menghapus semua konten yang dianggap berbahaya. Namun, kanal tersebut tidak mengindahkan perintah dari YouTube sehingga diblokir secara permanen.
Pemblokiran ini praktis membuat channel Explosive Media tidak bisa digunakan lagi. Semua video yang telah diunggah mereka juga sudah tidak bisa ditonton lagi oleh khalayak luas.
2. Explosive Media kerap membuat video dari AI

Sebagai informasi, Explosive Media merupakan kanal YouTube independen berbasis kecerdasan buatan (AI). Jadi, semua video yang dibuat mereka adalah hasil dari AI. Untuk membantu pembuatan video, mereka juga mempunyai tim yang beranggotakan sepuluh orang.
Dalam praktiknya, Explosive Media kerap membuat video animasi AI yang cenderung mendukung posisi Iran di tengah perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Konten-konten tersebut juga mengandung unsur propaganda yang mendukung Iran.
Menurut YouTube, video yang dibuat Explosive Media sering kali mengandung informasi hoaks soal perang antara Iran dengan AS dan Israel. Sebagai contoh, mereka pernah membuat video animasi yang menunjukkan bahwa pasukan Iran menangkap pilot jet tempur AS. Padahal, aksi tersebut tidak pernah terjadi.
3. Iran pernah minta dibuatkan video oleh Explosive Media

Dalam sebuah wawancara bersama BBC pada 11 April, Explosive Media menyebut Pemerintah Iran menjadi salah satu pengguna jasa mereka. Mereka mengklaim Iran pernah meminta dibuatkan video animasi menggunakan karakter lego soal serangan AS dan Israel di sekolah khusus perempuan di Kota Minab pada 28 Februari lalu.
Menurut Explosive Media, Iran kala itu meminta video dibuatkan dengan memasukan pesan-pesan yang menyalahkan AS dan Israel atas serangan tersebut. Terlebih, serangan AS dan Israel di sekolah perempuan Minrab telah menewaskan sekitar 168 orang.






![[WANSUS] Gowes Bareng Panglima Kolinlamil hingga Obrolan Ancaman di Laut](https://image.idntimes.com/post/20260419/upload_d3375d593d262d981dc6324fc717fc57_7542bfb9-89c1-480d-a28c-942b5e87773d.jpg)









