Ukraina Naikkan Gaji Tentara untuk Atasi Kelangkaan Personel

- Presiden Volodymyr Zelenskyy meluncurkan reformasi militer untuk mengatasi kekurangan personel, dengan fokus pada peningkatan gaji dan bantuan finansial bagi tentara Ukraina.
- Gaji minimum tentara ditetapkan sebesar 30 ribu hryvnia atau sekitar Rp11,8 juta, sementara pasukan infantri di garis depan bisa menerima hingga Rp157,6 juta per bulan.
- Reformasi juga mencakup perubahan sistem kontrak dan rotasi pasukan, bersamaan dengan perpanjangan status darurat serta mobilisasi militer selama tiga bulan ke depan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan reformasi militer untuk mengatasi kelangkaan pasukan. Dengan ini, personel militer Ukraina akan mendapatkan gaji dan bantuan finansial lebih.
“Kami meluncurkan reformasi militer. Sejumlah area penting reformasi sudah disetujui pada April. Komando militer dan pemerintah akan menentukan perubahan kerangkanya pada Mei. Hasilnya akan diumumkan pada awal Juni,” tuturnya, dikutip dari Ukrinform, Minggu (3/5/2026).
Beberapa tahun terakhir, Ukraina tengah mengalami masalah kelangkaan tentara. Sebab, banyak warga yang enggan mendaftar sebagai tentara secara sukarela untuk melawan Rusia.
1. Tentara Ukraina akan menerima gaji minimum Rp11,8 juta
Zelenskyy mengatakan, tujuan utama reformasi militer ini untuk menaikkan gaji dengan adil. Terutama kepada tentara yang sudah berjuang di garis depan dengan berbagai pengalaman perangnya.
“Gaji minimum untuk tentara Ukraina tidak kurang dari 30 ribu hryvnias (Rp11,8 juta) untuk tentara di posisi belakang. Bagi tentara yang berperang secara langsung maka menerima upah beberapa kali lebih tinggi. Komandan, sersan, dan perwira akan menerima kenaikan upah yang baik,” terangnya.
Selain itu, Presiden Ukraina keenam itu menyebut bahwa pasukan infantri juga harus menerima upah yang tinggi antara 250 ribu (Rp98,5 juta) hingga 400 ribu hryvnia (Rp157,6 juta). Ia menyebut, pasukan infantri harus merasa negara menghargai jasanya.
2. Terdapat perubahan sistem kontrak militer
Tak hanya masalah upah, reformasi ini juga berkaitan dengan perubahan staf unit dan manajemen personel. Zelenskyy menyebut, akan ada ekspansi sistem kontrak militer, termasuk masa yang lebih jelas dan masa penerjunan tentara.
Dilansir Euromaidan Press, pemimpin militer dan menteri pertahanan sudah ditugaskan untuk berkonsultasi dengan komandan di garis depan. Mereka diharapkan dapat mereformasi proses integrasi pasukan baru di garis depan.
3. Ukraina perpanjang darurat militer dan mobilisasi militer
Pekan ini, Zelenskyy sudah menandatangani kebijakan perpanjangan martial law atau darurat militer dan mobilisasi militer di Ukraina selama 3 bulan ke depan. Perpanjangan ini setelah mendapat persetujuan dari Parlemen Ukraina.
Dilansir TVP World, sebagian besar tentara yang bergabung sejak 2022 tidak memiliki kontrak yang pasti. Seringkali tentara yang ikut berperang selama berbulan-bulan di posisi yang sama tanpa adanya rotasi.
Sistem baru ini diharapkan dapat mengubah desain kontrak lama. Maka dari itu, tentara yang sudah lama diterjunkan dapat ditarik dari posisinya dirotasi dengan tentara lainnya.


















