Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Enam Bayi Meninggal di RS Bangladesh, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

Enam Bayi Meninggal di RS Bangladesh, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian
Ilustrasi bayi (Unsplash.com/Aditya Romansa)
Intinya Sih
  • Enam bayi baru lahir meninggal di Rumah Sakit Ad-Din, Dhaka, pada hari yang sama, memicu penyelidikan polisi dan otoritas kesehatan Bangladesh.
  • Penyelidikan awal menyoroti dugaan gangguan pendingin ruangan tanpa ventilasi cadangan sebagai faktor penyebab kematian para bayi.
  • Pemerintah membentuk tim investigasi tiga orang dan masih menunggu keterangan keluarga korban sebelum mengumumkan hasil akhir penyelidikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Enam bayi baru lahir dilaporkan meninggal dunia pada hari yang sama di bangsal perawatan pascapersalinan Rumah Sakit Ad-Din, Dhaka, Bangladesh, pada Rabu (27/5/2026). Peristiwa ini memicu penyelidikan dari otoritas kesehatan dan kepolisian setempat untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Menindaklanjuti kasus ini, keluarga dari salah satu bayi telah mengajukan laporan resmi ke Kantor Polisi Ramna pada Kamis (28/5/2026). Pemerintah Bangladesh juga langsung membentuk komite khusus guna memeriksa operasional layanan rumah sakit swasta tersebut.

1. Enam bayi meninggal pada pagi hari

Enam bayi yang meninggal tersebut rata-rata berusia satu hingga tiga hari. Mereka dirawat di bangsal khusus yang digunakan oleh para ibu beserta bayi mereka setelah proses persalinan selesai.

"Bayi pertama meninggal sekitar pukul 06.00, dan lima bayi lainnya menyusul sekitar pukul 09.30," kata Wakil Komisaris Divisi Ramna Kepolisian Metropolitan Dhaka, Sheikh Zahidul Islam, dilansir The Daily Star.

Malam sebelum kejadian, dua bayi sempat dipindahkan ke Unit Perawatan Intensif Neonatal (NICU) pada pukul 03.00 karena kondisi kesehatannya menurun. Namun, setelah mendapat pemeriksaan dari dokter jaga, kondisi mereka dinyatakan stabil sehingga dikembalikan ke bangsal semula bersama ibu mereka.

2. Dugaan gangguan pendingin ruangan jadi fokus pemeriksaan

Pejabat kesehatan menduga insiden ini tidak terkait dengan komplikasi medis, melainkan masalah kelistrikan atau fasilitas ruangan. Malam sebelum kejadian, pendingin ruangan (AC) di bangsal tersebut dimatikan atas permintaan pasien yang merasa kedinginan. Masalahnya, bangsal itu tidak memiliki jalur ventilasi udara pengganti.

"Kami menduga ada gangguan teknis yang menjadi penyebabnya, bukan akibat komplikasi pengobatan. Terlebih, tidak ada pertukaran udara cadangan saat pendingin ruangan dimatikan," kata Kepala Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan Bangladesh, Prof Prabhat Chandra Biswas.

Saat ini, Departemen Investigasi Kriminal (CID) sedang menguji kelayakan sistem sirkulasi udara dan instalasi listrik di bangsal rumah sakit tersebut untuk memastikan apakah hal tersebut menjadi faktor penyebabnya.

3. Hasil penyelidikan menunggu keterangan pihak keluarga

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Bangladesh telah membentuk tim investigasi yang beranggotakan tiga orang. Hingga akhir Mei 2026, otoritas terkait belum mengumumkan kesimpulan akhir karena masih perlu mengumpulkan keterangan langsung dari para ibu korban.

"Kami sudah mengumpulkan bukti dan laporan awal, tetapi kesimpulannya belum dapat diumumkan. Kami harus mendengar keterangan dari para ibu terlebih dahulu untuk melengkapi penyelidikan," ucap Menteri Kesehatan Sardar Md Sakhawat Husain.

Berdasarkan keterangan awal dari pihak keluarga, bayi-bayi tersebut menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan sebelum kondisi mereka memburuk.

"Semua bayi itu menangis tanpa henti. Kami tidak tahu apa penyebabnya saat itu, hingga akhirnya kondisi mereka terus menurun dan meninggal dunia," tutur Masuda Begum, nenek dari salah satu korban.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More