Meksiko Tawarkan Bantuan ke Guatemala untuk Atasi Krisis Keamanan

- Arevalo tetapkan status siaga di Guatemala selama 30 hari
- Geng kriminal bunuh sembilan polisi Guatemala
- Guatemala lanjutkan penerjunan tentara di jalan
Jakarta, IDN Times - Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, pada Senin (19/1/2026), menawarkan dukungan kepada Guatemala untuk atasi kerusuhan dan krisis keamanan. Pernyataan ini setelah adanya laporan penetapan kondisi siaga di Guatemala.
“Kami berbicara dengan Presiden Guatemala, Bernardo Arevalo untuk melihat jika dia meminta bantuan apapun. Dalam kasus Guatemala, tentu saja, kami menghormati kedaulatan negaranya dan hanya ingin tahu jika membutuhkan segala situasi khusus di perbatasan,” tuturnya, dikutip dari El Universal.
Sebulan lalu, Meksiko dan Guatemala gelar operasi militer gabungan di perbatasan. Langkah ini sebagai respons atas meningkatnya kasus kekerasan imbas aktivitas anggota Kartel Sinaloa.
1. Arevalo tetapkan status siaga di Guatemala selama 30 hari
Sehari sebelumnya, Arevalo menetapkan status siaga di seluruh negeri selama 30 hari. Kebijakan ini sebagai bentuk perlawanan kepada geng kriminal Barrio 18 dan Mara Salvatrucha (MS-13).
“Saya menetapkan status siaga di seluruh teritori nasional selama 30 hari. Ini untuk melindungi dan mengamankan seluruh warga sipil dari ancaman kekerasan geng kriminal,” tuturnya, dilansir The Tico Times.
Presiden Guatemala itu juga mengumumkan bahwa polisi sudah mengambilalih tiga penjara usai insiden kerusuhan. Semua anggota geng kriminal sudah menyerah dan penjara kembali berada di bawah kontrol aparat keamanan.
2. Geng kriminal bunuh sembilan polisi Guatemala
Penetapan status siaga didorong oleh insiden pembunuhan kepada sembilan personel polisi. Serangan ini diduga bagian dari aksi pembalasan geng kriminal kepada otoritas negara Amerika Tengah tersebut yang berhasil kembali merebut penjara.
Dilansir EFE, status siaga di Guatemala ini memberikan kelonggaran aturan bagi aparat keamanan. Mereka dapat menangkap terduga pelaku teroris atau anggota geng kriminal tanpa adanya perintah dari pengadilan.
“Negara ini tidak boleh menyerah dan di depan Anda saya mengatakan kami akan mengingat seluruh polisi yang tewas. Perjuangan mereka tidak akan terlupakan dan akan selalu diingat,” tutur Menteri Dalam Negeri Guatemala, Marco Villeda.
3. Guatemala lanjutkan penerjunan tentara di jalan
Menteri Pertahanan Guatemala, Jenderal Henry Saenz menyebut bahwa tentara akan tetap diturunkan ke jalan untuk melawan geng kriminal. Militer akan mampu membawa kembali perdamaian dan ketenangan di Guatemala.
Sejak pertengahan 2025, anggota geng kriminal sudah menginisiasi beberapa kerusuhan dalam penjara. Kerusuhan terparah mampu membuat 18 petinggi geng kriminal Barrio 18 melarikan diri dari penjara dan menewaskan seorang sipir penjara.


















