Incheon Korsel Salip Heathrow sebagai Bandara Internasional Tersibuk Dunia

- Incheon menjadi bandara internasional tersibuk dunia pada paruh pertama 2026 dengan 38,39 juta penumpang, mengungguli Heathrow yang mencatat 37,79 juta dan Changi 34,53 juta.
- Perubahan rute akibat konflik AS-Iran mendorong transit ke Incheon; penumpang transit naik 18 persen menjadi 4,24 juta, sementara transit menuju Eropa melonjak 63,2 persen.
- Lonjakan wisatawan asing, kapasitas 106 juta penumpang, dan jaringan 183 kota memperkuat Incheon dalam mendukung target Korea Selatan menarik 30 juta turis mancanegara.
Jakarta, IDN Times - Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan (Korsel) untuk pertama kalinya menjadi bandara tersibuk di dunia, berdasarkan lalu lintas penumpang internasional. Pada paruh pertama 2026, Incheon melayani 38,39 juta penumpang internasional, mengungguli Heathrow di London dan Changi di Singapura.
Data awal Airports Council International (ACI) pada 13 Agustus 2026 yang mencakup 1.234 bandara, menunjukkan Heathrow berada di posisi kedua dengan 37,79 juta penumpang, disusul Changi dengan 34,53 juta. Pergeseran ini menandai kenaikan pesat Incheon, yang baru dibuka pada 2001. Bandara ini sebelumnya berada di peringkat ke-10 pada 2002, naik ke posisi kelima pada 2018, lalu peringkat ketiga pada 2024, dilansir The Straits Times.
1. Pencapaian Incheon didorong oleh geopolitik global dan lonjakan transit

Potret Incheon International Airport di Korea Selatan. (pexels.com/Aibek Skakov) Kenaikan Incheon dipengaruhi perubahan pola penerbangan global, termasuk konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang menghambat lalu lintas transit melalui sejumlah pusat penerbangan di Timur Tengah. Kondisi ini mendorong sebagian penumpang, terutama yang bepergian ke Eropa, untuk memilih Incheon sebagai titik transit.
Beberapa penumpang yang sebelumnya transit melalui Dubai dalam perjalanan ke Eropa, kini melakukan perjalanan melalui Incheon. Alhasil, jumlah penumpang transit di Incheon meningkat 18 persen secara tahunan menjadi 4,24 juta. Penumpang transit dengan tujuan Eropa bahkan melonjak 63,2 persen menjadi sekitar 210 ribu orang, dilansir BBC.
2. Lonjakan jumlah wisatawan asing dan konektivitas global Incheon

Ilustrasi suasana Myeongdong di Seoul, Korea Selatan. (unsplash.com/Cait Ellis) Di saat yang sama, Korsel mengalami lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari China dan Jepang. Warga negara asing menyumbang 44,4 persen dari total penumpang Incheon pada kuartal kedua. Jumlah tersebut naik dari 39,5 persen pada periode yang sama tahun lalu dan menjadi rekor tertinggi.
Pertumbuhan tersebut didukung ekspansi infrastruktur yang rampung pada November 2024. Setelah melalui empat tahap pembangunan, Incheon kini memiliki kapasitas hingga 106 juta penumpang internasional per tahun, serta koneksi ke lebih banyak kota dibandingkan sejumlah pesaing utama di Asia.
Incheon juga memperluas jaringan penerbangannya dengan melayani 183 kota di 53 negara melalui 101 maskapai. Jumlah ini lebih besar dibandingkan Hong Kong dengan 139 kota, Shanghai Pudong dengan 92 kota, dan Narita Tokyo dengan 86 kota.
3. Korsel targetkan 30 juta turis asing, Incheon siap dukung

Ilustrasi bendera Korea Selatan. (unsplash.com/Lauren Seo) Menurut Incheon International Airport Corp (IIAC), pencapaian tersebut memperkuat peran Incheon sebagai pusat penerbangan global. Bandara ini juga telah melayani lebih dari satu miliar penumpang secara kumulatif, hanya sekitar 25 tahun setelah dibuka. Incheon juga selama 12 tahun berturut-turut mendapat pengakuan atas kualitas layanan.
"Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah (Korsel), dorongan dari masyarakat, dan kerja keras semua orang yang bertugas di bandara dalam menjadikan Incheon sebagai bandara nomor 1 di dunia," kata penjabat Presiden IIAC, Kim Beom-ho.
Kim menambahkan bahwa ke depannya, IIAC berencana untuk memperkuat daya saing dengan fokus pada kenyamanan penumpang. Pihaknya juga akan mempertahankan fokus pada operasi inti seraya memperluas konektivitas regional, guna membantu pertumbuhan industri penerbangan Korsel. Langkah ini selaras dengan target pemerintah Negeri Ginseng untuk menarik 30 juta wisatawan mancanegara.





















