Indonesia Galang Dukungan untuk DK PBB 2029–2030 di UNGA81

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2029–2030.
Diplomasi dilakukan melalui pertemuan bilateral dan informal dengan sejumlah menteri luar negeri serta negara sahabat di sela UNGA81.
Indonesia juga membawa pesan tentang perdamaian, multilateralisme, reformasi PBB, dan penguatan peran Global South.
Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI Sugiono memanfaatkan rangkaian High-Level Week (HLW) Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-81 di New York untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2029–2030.
Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah pertemuan bilateral dan pertemuan informal dengan para menteri luar negeri negara lain yang berlangsung di sela agenda UNGA81.
Sugiono mengatakan, berbagai pertemuan yang dilakukannya di New York tidak hanya membahas hubungan bilateral maupun isu regional dan global, tetapi juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pencalonan Indonesia di DK PBB.
“Saya juga menggunakan berbagai pertemuan tersebut untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030,” ujar Sugiono kepada media di New York, Kamis (24/9/2026).
Sejumlah pertemuan yang telah dilakukan Sugiono antara lain dengan Menteri Luar Negeri Jerman, Inggris, dan Belanda. Ia juga melakukan beberapa pertemuan pull-aside dengan menteri luar negeri negara lain.
1. Sugiono temui sejumlah Menlu di New York

Menlu Sugiono dalam pertemuan menlu MIKTA di sela Sidang Majelis Umum PBB. (Dok. Kemlu RI) Dalam dua hari pertama rangkaian HLW UNGA81, Sugiono melakukan sejumlah pertemuan bilateral. Tiga di antaranya dilakukan dengan Menteri Luar Negeri Jerman, Menteri Luar Negeri Inggris, dan Menteri Luar Negeri Belanda.
Selain pertemuan bilateral yang terjadwal, Sugiono juga melakukan sejumlah pertemuan pull-aside dengan menteri luar negeri dari negara lain. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian diplomasi Indonesia selama berada di New York.
Sugiono mengatakan pembahasan dalam pertemuan bilateral dan pull-aside tersebut bervariasi. Topiknya mencakup penguatan hubungan bilateral hingga berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama.
“Pertemuan-pertemuan dan potensi-potensi yang kita bahas tentunya akan terus kita dorong agar dapat memberikan manfaat konkret bagi pembangunan dan masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Menurut dia, pembahasan tersebut juga diarahkan untuk melihat berbagai potensi kerja sama yang dapat memberikan manfaat konkret bagi pembangunan dan masyarakat Indonesia.
2. Pencalonan DK PBB jadi bagian diplomasi Indonesia

Menlu RI Sugiono hadiri Debat Umum PBB di New York. (Dok. Kemlu RI) Pencalonan sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2029–2030 menjadi salah satu agenda yang dibawa Indonesia dalam pertemuan-pertemuan tersebut. Dukungan negara lain menjadi bagian penting dari proses pencalonan di forum PBB.
Sugiono tidak merinci negara mana saja yang telah menyatakan dukungan terhadap pencalonan Indonesia. Namun, ia mengatakan agenda tersebut secara aktif dibawa dalam berbagai pertemuan selama berada di New York.
Momentum UNGA menjadi ruang diplomasi yang mempertemukan para pemimpin dan pejabat tinggi dari berbagai negara dalam satu tempat. Kondisi tersebut juga membuka kesempatan bagi negara anggota PBB untuk melakukan komunikasi bilateral dan membangun dukungan atas berbagai agenda masing-masing.
Selain bertemu para Menlu, Sugiono juga mengatakan dirinya bertemu dengan sejumlah negara sahabat Indonesia dalam sesi pembukaan UNGA81, antara lain Brunei Darussalam, Kirgistan, Mongolia, Kanada, Kolombia, Uni Eropa, dan Rumania.
3. Indonesia perkuat peran di forum multilateral

Menlu RI Sugiono hadiri Debat Umum PBB di New York. (Dok. Kemlu RI) Upaya mendapatkan dukungan untuk DK PBB berlangsung bersamaan dengan agenda Indonesia untuk memperkuat peran dalam sistem multilateral. Dalam national statement yang akan disampaikan pada 26 September, Indonesia akan membawa sejumlah pesan terkait perdamaian dan keamanan internasional, Palestina, multilateralisme, reformasi PBB, dan penguatan peran Global South.
Sugiono juga telah mengikuti sejumlah pertemuan tingkat tinggi selama berada di New York. Di antaranya pertemuan Group of Eight negara Arab dan Islam, MIKTA, serta ASEAN-Pacific Alliance.
Selain itu, ia melakukan pertemuan dengan kandidat Sekretaris Jenderal PBB dari Kosta Rika dan pertemuan trilateral bersama Belanda serta Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jean-Pierre Lacroix.
“Kami bertukar pandangan mengenai kondisi multilateralisme saat ini dan peran middle powers di tengah dinamika global yang tentu saja semakin kompleks,” lanjutnya.
Rangkaian diplomasi tersebut menjadi bagian dari agenda Indonesia di UNGA81. Sugiono mengatakan berbagai pertemuan dan potensi kerja sama yang dibahas akan terus didorong agar memberikan manfaat konkret bagi pembangunan dan masyarakat Indonesia.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















