SBY Ajak Perkuat Dialog dan Kolaborasi untuk Dukung Pemerintahan Prabowo

- Pentingnya konsistensi dan perencanaan jangka panjang
- SBY menegaskan pentingnya konsistensi kebijakan membangun Indonesia yang kuat, ekonomi yang tangguh, demokrasi yang kokoh, serta peradaban yang semakin maju.
- SBY optimistis Indonesia mampu tumbuh kuat dan berkeadilan
Jakarta, IDN Times - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat dialog dan kolaborasi nasional, guna menghadapi tantangan ekonomi masa depan dan mendukung keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikan SBY dalam forum dialog bertema “New Economy, New Road to Prosperity,” di Museum dan Galeri SBY-ANI, Pacitan, Jumat (6/2/2026).
Dia menegaskan, bakal terus beri masukan konstruktif dan pandangan strategis sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan.
“Saya memberikan dukungan penuh dan akan terus membantu dengan cara saya agar visi dan agenda pembangunan nasional dapat berjalan dengan baik, karena keberhasilannya baik bagi rakyat, Indonesia, dan masa depan kita,” ujar SBY dikutip Sabtu (7/2/2026).
1. Perlu kepemimpinan yang terbuka pada masukan dan kolaborasi lintas sektor

SBY menekankan, tantangan pembangunan ke depan tidak mudah, maka diperlukan kepemimpinan yang terbuka pada masukan serta kolaborasi lintas sektor.
Dalam konteks tema dialog, SBY menyebut “New Economy” sebagai panggilan sejarah yang tak hanya dihadapi Indonesia, tetapi juga seluruh dunia. Ekonomi masa depan, harus bertumpu pada teknologi, inovasi, penguatan modal manusia, serta pengembangan kapasitas produksi jangka panjang yang berkelanjutan.
2. Pentingnya konsistensi dan perencanaan jangka panjang

SBY juga menegaskan pentingnya konsistensi kebijakan membangun Indonesia yang kuat, ekonomi yang tangguh, demokrasi yang kokoh, serta peradaban yang semakin maju, dengan menekankan bahwa pembangunan nasional harus mampu menyeimbangkan kepentingan jangka pendek dan jangka panjang.
Dia mengingatkan, negara tidak dapat hanya berpikir dalam siklus lima tahunan, melainkan memerlukan perencanaan strategis jangka panjang yang berkelanjutan agar prasyarat menuju negara maju dapat terpenuhi.
“Memimpin Indonesia, memajukan Indonesia berangkat dari right thinking, deep thinking, and comprehensive thinking, and not only thinking, tapi juga memastikan bahwa kita bisa mengimplementasikan semua beautiful minds itu, yang betul-betul semua sasaran itu bisa dicapai. Tidak at once, bisa 5 tahun, bisa 10 tahun, bisa 15 tahun. Itulah negara, continuity, consistency, predictability,” kata SBY.
3. SBY optimistis Indonesia mampu tumbuh kuat dan berkeadilan

SBY menyampaikan optimisme, Indonesia punya peluang besar untuk jadi negara yang jauh lebih kuat pada abad ke-21, selama seluruh pemimpin dan pemangku kepentingan mampu berpikir strategis, mendalam, dan komprehensif, serta memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif dan berkelanjutan.
SBY juga mengajak seluruh elemen bangsa mengembangkan model pembangunan yang menggabungkan efisiensi sistem pasar dengan prinsip keadilan sosial, sehingga Indonesia dapat merumuskan jalur pembangunan yang paling sesuai dengan karakter dan kebutuhan nasional.
SBY menekankan, kemajuan Indonesia hanya dapat dicapai melalui visi yang jelas, kebersamaan nasional, serta kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, sehingga Indonesia dapat terus bergerak maju menuju kesejahteraan dan kemakmuran yang berkelanjutan.
















