Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ledakan di Tambang Batu Bara India, 18 Orang Tewas

Tambang batu bara.
ilustrasi tambang batu bara (pexels.com/Braeson Holland)
Intinya sih...
  • Ledakan disebabkan oleh dinamit di tambang batu bara ilegal di Meghalaya, India timur laut.
  • Sebagian besar korban berasal dari Negara Bagian Assam dan akan mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.
  • Tambang batu bara yang mengalami ledakan tidak berizin dan pemerintah akan memburu para pelaku tambang ilegal.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah ledakan keras dilaporkan terjadi di tambang batu bara India pada Kamis (5/2/2026) siang waktu setempat. Insiden ini menewaskan 18 penambang, sedangkan 1 lainnya dilaporkan mengalami luka.

Saat ini, korban tewas sudah dievakuasi oleh petugas penyelamat. Korban luka juga sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Sebab, luka yang dialaminya dilaporkan cukup serius. Sementara itu, beberapa pekerja diduga masih terjebak di bawah reruntuhan. 

Insiden ini menuai respons dari Perdana Menteri India, Narendra Modi. Modi turut berduka cita atas tewasnya para korban dalam ledakan tersebut. Ia juga menggelontorkan dana 200.000 rupee atau Rp37,2 juta untuk keluarga korban tewas dan 50.000 rupee atau Rp9,3 juta untuk keluarga korban luka.

1. Ledakan diduga kuat disebabkan oleh dinamit

Ledakan yang sangat kuat hingga menimbulkan api.
ilustrasi ledakan (unsplash.com/Jeff Kingma)

Tambang batu bara tersebut terletak di dalam hutan di Negara Bagian Meghalaya, India timur laut.  Menurut Kepala Polisi Meghalaya, Vikash Kumar, ledakan yang terjadi di sana diduga kuat disebabkan oleh dinamit. 

Sebab, para penambang memang kerap menggunakan alat tersebut untuk melakukan aktivitas penambangan. Metode penambangan semacam ini dikenal dengan sebutan “Lubang Tikus”. 

Saat ledakan terjadi, para penambang dikabarkan masih banyak yang berada di dalam area tambang. Oleh karena itu, banyak dari mereka yang terjebak di sana imbas tertimbun reruntuhan.

2. Para korban sebagian besar berasal dari Negara Bagian Assam

Kuburan dengan banyak batu nisan.
ilustrasi korban jiwa (pexels.com/Ivan Cuesta)

Menurut penduduk setempat, para korban sebagian besar berasal dari Negara Bagian Assam. Mereka mengetahui info tersebut usai beberapa kali berbincang dengan para korban.

Untuk memastikan info tersebut, Ketua Menteri Negara Bagian Assam, Himanta Biswa Sarma, berjanji akan mencari tahu lebih dalam tentang riwayat hidup para korban. Jika memang berasal dari Assam, Sarma berjanji akan segera memberi bantuan kepada keluarga mereka.

"Jika ini terbukti benar, kami akan memberikan semua bantuan dan dukungan yang mungkin kepada keluarga yang terkena dampak dari Assam," ujar Sarma, seperti dilansir BBC.

3. Tambang batu bara di Meghalaya tidak berizin

Tambang batu bara.
ilustrasi tambang batu bara (pexels.com/Vikash Singh)

Menurut Vikash Kumar, tambang batu bara yang mengalami ledakan pada Kamis lalu tidak berizin alias ilegal. Kepolisian juga belum mengetahui siapa pemilik dan operator dari tambang tersebut.

Kendati begitu, Ketua Menteri Meghalaya, Conrad Sangma, mengatakan pihaknya akan terus memburu para pelaku tambang ilegal tersebut. Ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Akuntabilitas akan ditegakkan dan mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi tindakan hukum yang tegas," kata Sangma dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah India sebetulnya sudah pernah melarang aktivitas penambangan di Meghalaya sejak 2014. Sebab, para penambang kerap menggunakan metode “Lubang Tikus” yang dianggap berbahaya karena menggunakan dinamit.

Meski begitu, aktivitas penambangan ilegal di sana masih terus terjadi. Menurut aktivis pertambangan, ini terjadi karena penegakkan hukum yang lemah sehingga para penambang nakal tidak kunjung jera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Presiden Prabowo Tiba di Jawa Timur Jelang Mujahadah Kubro Satu Abad NU

07 Feb 2026, 22:39 WIBNews