Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Eks Wakil Kepala BGN Sempat Hubungi Menhan Sebelum Ditangkap Kejagung

Eks Wakil Kepala BGN Sempat Hubungi Menhan Sebelum Ditangkap Kejagung
Sidang praperadilan eks Wakil Kepala BGN Loedwijk Pusung (IDN Times/Aryodamar)
  • Mantan Wakil Kepala BGN Loedwijk Paulus mengaku menghubungi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sebelum ditangkap Kejagung, menyatakan dirinya difitnah dalam dugaan korupsi tata kelola MBG.
  • Loedwijk membantah tudingan meminta BMW, terlibat tender proyek BGN, serta isu pembayaran titik oleh perempuan bernama Winny; ia menyebut Sjafrie memberi sinyal pergantian pimpinan BGN.
  • Loedwijk mengajukan praperadilan atas penangkapan hingga penahanannya, dengan dalih tindakan tersebut dilakukan tanpa minimal dua alat bukti dan tanpa pemeriksaan klarifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Loedwijk Paulus mengaku sempat menghubungi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Saat itu, Loedwijk mengatakan kepada Sjafrie bahwa dirinya merasa difitnah dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) di BGN.

Hal tersebut ia sampaikan ketika memberikan keterangan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Loedwijk dihadirkan secara virtual dalam persidangan ini.

"Saya WhatsApp beliau, ‘Bapak, saya difitnah’,” kata Loedwijk.

Loedwijk menjelaskan, dirinya bisa menjadi Wakil Kepala BGN berkat Sjafrie Sjamsoeddin. Sehingga ia menghubungi Sjafrie.

"Kenapa saya WA beliau? Karena saya berada di situ melalui beliau. Beliau yang memerintahkan saya menjabarkan perintah Pak Presiden, saya bilang 'Bapak, saya ini difitnah. Saya dibilang minta mobil BMW tipe baru." ujarnya.

Selain tudingan soal BMW, Loedwijk juga mengeklaim difitnah terkait tender proyek di BGN hingga soal perempuan bernama Winny yang mengaku telah membayar untuk mendapatkan titik. Menurut Loedwijk, Sjafrie merespons pesan WhatsApp dengan memberikan sinyal bahwa akan ada pergantian pimpinan BGN.

"Beliau jawab, ‘Kesimpulan Presiden, kepala dan dua wakil’,” kata Lodewyk membacakan pesan Sjafrie.

Merespons pesan tersebut, Loedwijk menyatakan siap diganti. Namun, ia masih merasa difitnah dan tak menerimanya.

"Saya jawab lagi, saya jawab Yang Mulia. Siap, Bapak, kalau salah satu wakil itu saya, saya sangat siap menerima itu. Tapi kalau saya diganti karena fitnahan di atas yang saya WhatsApp itu, ini tidak baik bagi diri saya ke depan,” ujar dia.

Diketahui, Loedwijk kembali mengajukan praperadilan terkait penangkapan, penggeledahan, penyitaan, penetapan tersangka, hingga penahanan yang dinilai dilakukan tanpa minimal dua alat bukti dan tanpa pemeriksaan klarifikasi terhadap Lodewyk. Gugatan diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More