Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kala Salam Lima Jari Warnai Aksi Rakyat Bela Indonesia, Apa Artinya?

3 min read
Kala Salam Lima Jari Warnai Aksi Rakyat Bela Indonesia, Apa Artinya?
Salam Lima Jari di Aksi Rakyat Bela Indonesia. (IDN Times/Marcheilla)
  • Salam lima jari digunakan peserta sebagai simbol persatuan dan semangat membela Indonesia dalam aksi yang dihadiri ratusan orang.

  • Bachtiar Nasir menyampaikan sorotan terhadap oligarki, penguasaan aset negara, sumber daya alam, dan dugaan penyadapan.

  • Bachtiar meminta pemerintah serta lembaga legislatif menjalankan putusan MK dan MA secara konsisten.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Sejumlah peserta mengangkat lima jari tangan saat mengikuti Aksi Rakyat Bela Indonesia di Lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2026). Gestur tersebut menjadi salah satu simbol yang mencuri perhatian dalam aksi yang dihadiri ratusan orang dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) hingga kalangan universitas.

Salam lima jari itu muncul di tengah seruan peserta untuk membela Indonesia dan melawan pihak-pihak yang mereka anggap mengancam kedaulatan bangsa. Simbol tersebut juga menjadi pembeda dari salam tiga jari yang sebelumnya dikenal dalam sejumlah gerakan protes terhadap pemerintah.

Suasana aksi semakin semarak dengan kehadiran jingle Bela Indonesia ciptaan Neno Warisman. Lagu tersebut turut mewarnai kegiatan yang mengangkat isu kedaulatan negara, oligarki, dan penegakan hukum.

Ketua Aksi Rakyat Bela Indonesia, Bachtiar Nasir, dalam orasinya menyerukan agar masyarakat tidak tinggal diam menghadapi berbagai persoalan bangsa. Dia juga mengajak peserta untuk mendukung lima tuntutan yang menjadi dasar penyelenggaraan aksi tersebut.

  1. 1. Salam Lima Jari jadi simbol Aksi Rakyat Bela Indonesia

    IMG_2669.jpeg
    Salam Lima Jari di Aksi Bela Rakyat Indonesia. (IDN Times/Marcheilla)

    Penggunaan salam lima jari menjadi salah satu hal yang menarik perhatian dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia. Gestur tersebut ditampilkan sebagai simbol persatuan dan semangat membela negara di tengah berbagai persoalan yang disoroti penyelenggara.

    Salam lima jari juga memiliki kontras visual dengan salam tiga jari yang sebelumnya identik dengan gerakan protes terhadap pemerintah. Dalam aksi ini, peserta membawa simbol lima jari sebagai representasi pesan yang ingin mereka sampaikan mengenai persatuan dan pembelaan terhadap Indonesia.

    Selain gestur tersebut, suasana kegiatan diwarnai seruan "Aksi Rakyat Bela Indonesia! Lawan pengkhianat bangsa!" yang berulang kali disampaikan oleh peserta. Seruan itu sejalan dengan pesan utama yang dibawa Bachtiar Nasir dalam orasinya.

  2. 2. Bachtiar Nasir singgung oligarki dan penyadapan terhadap presiden

    IMG_2691.jpeg
    Ketua Aksi Rakyat Bela Indonesia Bachtiar Nasir unjuk Salam Lima Jari. (IDN Times/Marcheilla)

    Dalam orasinya, Bachtiar menyampaikan lima tuntutan yang menjadi dasar Aksi Rakyat Bela Indonesia. Dia mengajak masyarakat bersatu membela Indonesia, melawan pengkhianat bangsa dan negara, serta menentang oligarki dan penguasaan aset-aset negara.

    Bachtiar juga menyinggung penyadapan menggunakan uang rakyat untuk kepentingan pihak tertentu. Dia mempertanyakan tindakan pihak-pihak yang menurutnya ingin mempertahankan kenyamanan setelah terlalu lama berada dalam kekuasaan.

    "Bayangkan menyadap pakai uang rakyat. Hanya untuk kepentingannya karena dia tidak ingin kehilangan kenyamanannya setelah berkuasa begitu lama," ujar Bachtiar di hadapan peserta aksi.

    Dia turut mengkritik praktik politik yang disebutnya menguntungkan segelintir orang dan menyinggung upaya mempertahankan kekuasaan melalui wacana tiga periode maupun politik dinasti. Namun, Bachtiar tidak menyebutkan secara spesifik identitas pihak yang dimaksud dalam orasinya.

    Selain itu, dia menyoroti penguasaan aset negara dan pengelolaan sumber daya alam. Menurutnya, masyarakat selama ini hanya merasakan dampak buruk eksploitasi sumber daya alam, sementara keuntungan ekonominya justru dinikmati pihak lain.

    Bachtiar kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan Pasal 33 UUD 1945 yang mengatur prinsip penguasaan negara atas sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dia menilai prinsip tersebut harus dijalankan secara murni dan konsisten.

  3. 3. Minta putusan MK dan MA dijalankan

    IMG_2699.jpeg
    Para ulama dan pemimpin ormas di Aksi Rakyat Bela Indonesia. (IDN Times/Marcheilla)

    Tuntutan terakhir yang disampaikan Bachtiar berkaitan dengan penegakan hukum. Dia meminta pemerintah dan lembaga legislatif menjalankan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) secara konsisten.

    Dalam orasinya, Bachtiar secara langsung menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto, pimpinan MPR, DPR, DPD, hingga para ketua partai politik memastikan putusan pengadilan dilaksanakan.

    "Bapak Presiden Republik Indonesia, jalankan hukum yang sudah diputuskan oleh MA. Bapak Ketua MPR, DPR, dan DPD, jalankan hukum. Ketua-ketua partai, jalankan hukum," katanya.

    Dia menegaskan Indonesia merupakan negara hukum sehingga keputusan lembaga peradilan tidak boleh diabaikan. Bachtiar juga mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan putusan tersebut apabila tidak dijalankan oleh pemerintah maupun lembaga terkait.

    Melalui aksi tersebut, Bachtiar berharap berbagai persoalan yang disoroti dapat menjadi perhatian para pemangku kepentingan. Dia menegaskan masyarakat perlu mengambil peran dalam mengawal kedaulatan, pengelolaan kekayaan negara, dan penegakan hukum di Indonesia.

Related Articles

See More