Pengunjung Festival Makanan ASEAN di Kenya Terpikat Kuliner Indonesia

- KBRI Nairobi sukses mempromosikan kuliner dan seni budaya Indonesia di ASEAN Food Festival 2026, memperkuat diplomasi budaya serta peran Indonesia sebagai Ketua ASEAN Committee in Nairobi.
- Stan Indonesia jadi sorotan utama dengan hidangan khas Nusantara yang laris manis, menampilkan batik dan kerajinan UMKM, serta promosi pariwisata dan pendidikan lewat kampanye ‘Wonderful Indonesia’.
- Partisipasi Indonesia juga membuka peluang ekonomi melalui kolaborasi dengan perusahaan lokal, menguatkan gastrodiplomasi untuk memperluas pasar produk nasional dan meningkatkan citra positif di Kenya.
Jakarta, IDN Times - Upaya diplomasi Indonesia melalui jalur budaya kembali mencuri perhatian di panggung internasional. Kali ini, KBRI Nairobi sukses mempromosikan kuliner dan seni budaya Indonesia dalam ajang ASEAN Food Festival (AFF) 2026 yang digelar di Village Market Mall, Nairobi, Kenya.
Festival ini bukan sekadar ajang pameran makanan, melainkan menjadi ruang interaksi lintas budaya yang mempertemukan masyarakat dari berbagai negara. Lebih dari 1.000 pengunjung dari Afrika, Eropa, Amerika, hingga Asia dan Pasifik memadati lokasi acara untuk mencicipi kuliner khas ASEAN, termasuk sajian dari Indonesia.
Kehadiran Indonesia dalam festival ini juga mempertegas peran strategisnya sebagai Ketua ASEAN Committee in Nairobi (ACN) 2026. Bersama Malaysia, Filipina, dan Thailand, Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jangkauan diplomasi lunak melalui pendekatan kuliner dan seni budaya.
Di tengah meningkatnya persaingan pengaruh global, pendekatan soft power seperti ini menjadi cara efektif untuk membangun citra positif sekaligus mempererat hubungan antar masyarakat lintas negara.
1. Diplomasi kuliner jadi jembatan antarbangsa

Duta Besar RI untuk Kenya, Witjaksono Adji, menegaskan festival ini bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang identitas dan cerita di baliknya. Ia menekankan pentingnya kuliner sebagai medium komunikasi budaya.
“Melalui makanan, kita berbagi siapa diri kita—tradisi kita, keluarga kita, dan cara kita terhubung dengan orang lain. Setiap hidangan yang disajikan hari ini adalah bagian dari kehidupan sehari-hari di negara kita,” ujar Witjaksono, dalam pernyataan pers KBRI Nairobi, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, makanan dan seni budaya memiliki peran penting dalam membangun nilai-nilai sosial yang damai. “Makanan, minuman, dan seni budaya yang tumbuh dan berkembang dengan dinamis, menciptakan nilai-nilai luhur dalam masyarakat dengan penuh kedamaian,” lanjutnya.
Ia juga menyoroti keberagaman ASEAN sebagai kekuatan kolektif yang tercermin dalam festival tersebut. “Keberagaman negara-negara ASEAN, yang berbicara dalam bahasa dan berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, tetapi bekerja, berkembang, dan berbagi kemakmuran bersama,” katanya.
Pendekatan ini terbukti efektif dalam mempererat hubungan people-to-people, tidak hanya antara ASEAN dan Kenya, tetapi juga dengan komunitas global yang hadir dalam festival tersebut.
2. Antusiasme tinggi atas kuliner Indonesia

Stan Indonesia menjadi salah satu daya tarik utama dalam festival tersebut. Dikelola oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Nairobi dan diaspora Indonesia, stan ini dipadati pengunjung sejak awal acara.
Berbagai hidangan khas seperti nasi goreng, sate ayam, bakso, siomay, hingga tempe disajikan dan mendapat respons positif. Tak hanya itu, kudapan seperti lemper, risol, pastel, dan kue lupis, serta minuman es teh leci juga menjadi favorit pengunjung.
Tingginya minat pengunjung bahkan membuat seluruh sajian Indonesia habis sebelum acara berakhir. Hal ini mencerminkan daya tarik kuat kuliner Nusantara di mata masyarakat internasional.
Selain makanan, produk seni budaya seperti batik, tenun, serta kerajinan UMKM juga banyak diminati. Pengunjung tidak hanya membeli, tetapi juga menunjukkan ketertarikan terhadap nilai budaya di balik produk tersebut.
Stan Indonesia juga dilengkapi materi promosi pariwisata ‘Wonderful Indonesia’ serta informasi ‘Study in Indonesia’, yang menarik perhatian generasi muda untuk mengenal Indonesia lebih jauh.
3. Perluas peluang ekonomi

Partisipasi Indonesia dalam AFF 2026 tidak hanya berfokus pada promosi budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi. KBRI Nairobi menggandeng perusahaan seperti Indomie dan Indocafe untuk memperluas pasar produk Indonesia di Kenya.
Minister Counsellor KBRI Nairobi, R. Wisnu Lombardwinanto, menegaskan pentingnya gastrodiplomasi dalam strategi ini. “Gastrodiplomasi dan eksposur pada seni budaya nusantara, menjadi media penting dalam berkomunikasi dan mempererat hubungan antar bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan ini juga efektif untuk mendorong kerja sama ekonomi. “Sekaligus meningkatkan citra positif Indonesia di Kenya,” kata Wisnu.
Senada, Sekretaris Ketiga Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Nairobi, M. Farhan Faruq, menyebut kegiatan ini sebagai sarana memperkenalkan identitas bangsa. “Kegiatan bukan hanya difungsikan sebagai alat diplomasi publik, tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan identitas bangsa dan negara,” ujarnya.
Melalui strategi soft power yang konsisten, Indonesia tidak hanya memperkuat hubungan budaya, tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan ekspor, pariwisata, dan kerja sama lintas sektor di kawasan Afrika Timur.


















