Kenapa Brasil Selalu Jadi Pembicara Pertama dalam Sidang Umum PBB?

Jakarta, IDN Times – Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) yang ke-77 akan diadakan pada 20 September 2022 mendatang. Agenda ini akan mempertemukan pemimpin dari seluruh negara di dunia.
Pada kesempatan itu, setiap pemimpin atau delegasi negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menyampaikan masing-masing pidatonya. Mereka akan membahas beberapa isu.
Debat umum tahunan itu telah diikat oleh tradisi lama yang masih dipraktikkan hingga hari ini. Segala sesuatu mulai dari urutan pembicara hingga panjang pidato mereka telah diatur dalam seperangkat aturan yang kompleks.
Debat Majelis Umum PBB ini dibagi menjadi dua segmen setiap hari, yakni sesi pagi dan sore hari. Yang menarik dari pelaksanaan itu adalah Brasil selalu menjadi negara pertama yang berbicara.
Setiap tahun, sejak UNGA ke-10 pada 1955, Brasil selalu berbicara pertama yang kemudian disusul oleh Amerika Serikat (AS). Lantas, mengapa demikian? Dilansir Indian Express, berikut beberapa alasannya.
1. Alasan Brasil jadi negara pertama berpidato

Brasil telah menjadi pembicara pertama di UNGA selama enam dekade. Beberapa orang berasumsi bahwa urutan pembicara ditentukan berdasarkan abjad, tetapi itu rupanya bukan jawaban yang tepat.
Tradisi ini berasal dari awal-awal berdirinya PBB setelah pembentukannya pasca Perang Dunia II. Pada masa itu, sebagaian besar negara enggan untuk menjadi pembicara pertama dalam sidang tersebut.
Namun, Brasil adalah satu-satunya negara yang mengajukan diri untuk berbicara terlebih dahulu. Beberapa mengatakan, itu semua terjadi pada 1947 ketika Menteri Luar Negeri Brasil, Oswaldo Aranha, memimpin Sidang Istimewa Pertama Majelis.
Karena itu, hingga hari ini, tradisi tersebut masih tetap dipertahankan dengan beberapa pengecualian. Beberapa hari mendatang, Brasil akan kembali melakukan tradisi itu lagi dengan menyampaikan pidato pembukaan di forum internasional itu.
2. Alasan AS menjadi yang kedua

Selain Brasil, AS yang berada di urutan ke-dua juga menarik untuk diketahui. Alasan utamanya adalah karena negara tersebut merupakan tuan rumah pelaksanaan dari perhelatan itu, yakni berada di kota New York.
Setelah keduanya, urutan pembicara tidak tetap dan lebih didasarkan pada faktor-faktor seperti tingkat keterwakilan dan pentingnya pembicaraan mewakili negara.
Dilansir India Today, para kepala negara, putra mahkota, kepala pemerintahan, dan menteri luar negeri dapat berbicara terlebih dahulu, yang kemudian diikuti oleh para deputi dan duta besar.
3. Sidang Umum PBB akan berlangsung offline

Sidang Umum tahun ini akan diadakan secara tatap muka langsung. Berbeda dengan dua tahun sebelumnya, di mana kegiatan diadakan secara hybrid akibat pandemik COVID-19.
Kegiatan itu mengangkat tema “A watershed moment: transformative solutions to interlocking challenges” dan akan dimulai pada pukul 09.00 waktu setempat pada 20 September.
Sidang Umum PBB akan berlangsung selama enam hari hingga 26 September. Pembukannya akan dilakukan pada 13 September 2022. Adapun acara-acara utama dari KTT tersebut termasuk transformasi pendidikan, hak-hak minoritas, dan tujuan pembangunan berkelanjutan.


















