Meksiko Laporkan 23 Napi Kabur usai Pembunuhan El Mencho

- Sebanyak 23 narapidana kabur dari penjara Ixtapa, Puerto Vallarta, setelah serangan bersenjata yang menewaskan satu penjaga dan diduga dilakukan oleh kelompok terkait kartel CJNG.
- Pemerintah Meksiko mengerahkan sekitar 10 ribu tentara ke Jalisco untuk memperkuat keamanan pasca pembunuhan El Mencho dan menangkap puluhan orang terlibat kekerasan.
- Kondisi di Guadalajara mulai pulih; aktivitas sekolah dan transportasi publik kembali normal setelah sempat lumpuh akibat operasi militer melawan jaringan CJNG.
Jakarta, IDN Times - Meksiko melaporkan sebanyak 23 narapidana kabur dari penjara Ixtapa di Puerto Vallarta, Jalisco. Kaburnya puluhan narapidana ini menyusul rentetan kekerasan usai pembunuhan kepada bos Cartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho.
Setidaknya sudah ada 25 personel militer Meksiko yang tewas imbas serangan balasan pasukan CJNG. Serangkaian serangan pasukan CJNG dilangsungkan di sejumlah wilayah, terutama di bagian barat Meksiko. Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) sudah memperingatkan kartel narkoba untuk tidak mengusik warganya di Meksiko. Washington juga resmi mencabut status larangan bepergian di sejumlah area terdampak kekerasan di Meksiko bagian barat.
1. Serangan berasal dari luar penjara di Puerto Vallarta

Menteri Keamanan Jalisco, Juan Pablo Hernandez mengungkapkan bahwa serangan berasal dari luar penjara. Alhasil, sebanyak 23 narapidana berhasil melarikan diri dari penjara.
“Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, sudah ada 23 orang yang kabur dan peringatan sudah disebarkan kepada aparat keamanan federal untuk menangkap narapidana tersebut,” tuturnya, dikutip dari EFE, Rabu (25/2/2026).
Otoritas di Jalisco menyebut pasukan bersenjata menembak dan membuka paksa gerbang penjara dengan kendaraannya. Serangan dari terduga pasukan kartel narkoba ini mengakibatkan seorang penjaga tahanan tewas.
2. Meksiko terjunkan 10 ribu tentara ke Jalisco

Pada hari yang sama, Meksiko sudah menerjunkan 10 ribu personel militer ke negara bagian Jalisco. Penerjunan militer besar-besaran ini untuk meningkatkan keamanan di Meksiko bagian barat.
“Dalam mendukung keamanan, pemerintah Meksiko sudah menerjunkan 2.500 tentara tambahan ke Jalisco. Ribuan tentara itu dikirimkan ke sejumlah wilayah di Jalisco,” kata Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, dilansir UPI.
Otoritas Meksiko sudah menangkap setidaknya 41 orang yang terlibat dalam kekerasan usai pembunuhan El Mencho. Sebanyak 20 di antaranya berpartisipasi dalam pembakaran kendaraan dan bisnis di area publik.
3. Situasi di Guadalajara sudah kembali normal

Setelah rentetan kekerasan, situasi di ibu kota Jalisco, Guadalajara sudah berangsur kembali normal. Seluruh aktivitas belajar mengajar di sekolah sudah dimulai kembali dan transportasi publik juga sudah beroperasi seperti biasa.
Sebagai informasi, Guadalajara merupakan kota terbesar ketiga di Meksiko dengan 5 juta penduduk yang masuk salah satu penyelenggara Piala Dunia 2026. Namun, pada Minggu, kota besar itu seperti kota hantu menyusul operasi militer melawan El Mencho.


















