Mundur dari Kursi PM Inggris, Starmer: Waktunya untuk Keluarga

- Keir Starmer resmi mundur dari jabatan Perdana Menteri Inggris dan pemimpin Partai Buruh, menyampaikan alasan ingin lebih fokus pada keluarga setelah enam tahun memimpin partai.
- Keputusan ini muncul di tengah tekanan internal Partai Buruh serta menurunnya popularitas pemerintahannya akibat tantangan ekonomi dan berkurangnya dukungan publik.
- Starmer memastikan proses pergantian kepemimpinan berlangsung tertib dan berjanji memberikan dukungan penuh kepada penerusnya demi menjaga stabilitas partai.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan pesan emosional saat mengumumkan pengunduran diri dari jabatan pemimpin Partai Buruh dan Kepala Pemerintahan Inggris. Dalam pidatonya di depan Downing Street, Senin (22/6/2026), Starmer mengatakan ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga setelah meninggalkan jabatan tertinggi di negara itu.
Starmer memutuskan mundur setelah menghadapi tekanan yang terus meningkat dari anggota Partai Buruh dalam beberapa pekan terakhir. Namun, di tengah dinamika politik yang melingkupi keputusannya, ia menutup pidato dengan ungkapan pribadi yang ditujukan kepada istri dan kedua anaknya.
Dengan suara yang sempat bergetar, Starmer mengenang dukungan yang diberikan orang-orang terdekatnya selama enam tahun memimpin Partai Buruh hingga akhirnya membawa partai itu menang dalam Pemilu 2024. Pidato tersebut disaksikan para menteri dan staf terdekatnya yang berkumpul di Downing Street.
“Ketika saya meninggalkan pekerjaan terbesar di negara ini, saya akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk pekerjaan yang paling penting, menjadi suami terbaik yang saya bisa bagi istri saya yang luar biasa, Vic, yang telah menjadi batu karang di sisi saya dalam masa-masa baik maupun buruk, dan menjadi ayah terbaik yang saya bisa bagi anak-anak saya, yang merupakan kebanggaan dan kebahagiaan saya,” kata Starmer, dikutip dari BBC.
Keputusan Starmer mundur mengakhiri perjalanan politiknya sebagai pemimpin Partai Buruh yang berhasil memenangkan pemilu. Namun, popularitas pemerintahannya menurun dalam beberapa bulan terakhir seiring tekanan ekonomi dan memburuknya dukungan terhadap partai.
Menurut laporan media Inggris, akhir pekan lalu Starmer menghabiskan waktu bersama istrinya, Victoria Starmer, di kediaman resmi Chequers. Sejumlah pembicaraan dengan para menteri dan keluarga disebut turut memengaruhi keputusannya untuk mundur.
Meski akan meninggalkan kursi kepemimpinan Partai Buruh, Starmer menegaskan proses pergantian kepemimpinan akan dilakukan secara tertib. Ia juga berjanji mendukung penuh penerusnya.















