Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Negara Dunia yang Memakai Hewan sebagai Alat Diplomasi, Ada Komodo!

6 Negara Dunia yang Memakai Hewan sebagai Alat Diplomasi, Ada Komodo!
potret Koala sedang tidur (unsplash.com/Jordan Whitt)

Dalam dunia diplomasi internasional, hubungan antarnegara tidak hanya dibangun melalui perjanjian politik dan ekonomi. Beberapa negara justru menggunakan cara yang unik dan simbolis, yaitu menghadiahkan hewan sebagai bentuk persahabatan dan kerja sama. Hewan-hewan ini dipilih karena memiliki nilai budaya, sejarah, dan identitas nasional yang kuat bagi negara asalnya.

Diplomasi berbasis hewan sering disebut sebagai animal diplomacy atau symbolic diplomacy. Melalui cara ini, negara ingin menunjukkan niat baik sekaligus memperkenalkan kekayaan fauna dan budaya mereka ke dunia internasional. Penasaran? Yuk, simak informasi tentang enam negara yang jadikan hewan sebagai alat diplomasi, berikut ini!

1. China – Panda

Panda di atas pohon
Panda di atas pohon (unsplash.com/Mo Jiaming)

China dikenal luas dengan praktik diplomasi panda yang telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Panda raksasa diberikan atau dipinjamkan ke negara lain sebagai simbol hubungan persahabatan dan kerja sama internasional. Kehadiran panda di kebun binatang luar negeri sering menarik perhatian publik dan meningkatkan citra positif China.

Selain sebagai simbol diplomasi, panda juga berperan dalam kerja sama konservasi. Negara penerima biasanya harus menandatangani perjanjian perlindungan dan penelitian panda. Dengan cara ini, China tidak hanya memperkuat hubungan politik, tetapi juga mempromosikan pelestarian satwa langka.

2. Australia – Koala dan Platipus

potret Koala sedang tidur
potret Koala sedang tidur (unsplash.com/Jordan Whitt)

Australia menggunakan hewan endemiknya seperti koala dan platipus sebagai simbol diplomasi budaya. Hewan-hewan ini sering dijadikan ikon dalam kunjungan kenegaraan dan acara promosi pariwisata. Koala, dengan penampilannya yang menggemaskan, menjadi lambang keramahan dan keunikan Australia.

Platipus juga memiliki makna simbolis karena merupakan hewan unik yang tidak ditemukan di negara lain. Melalui simbol hewan ini, Australia memperkenalkan identitas alamnya kepada dunia. Diplomasi berbasis fauna ini membantu memperkuat citra Australia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang khas.

3. Sri Lanka – Gajah

potret Gajah di Padang
potret Gajah di padang (unsplash.com/Nam Anh)

Sri Lanka menjadikan gajah sebagai simbol nasional sekaligus alat diplomasi budaya. Gajah sering dihadiahkan atau dipertukarkan dalam hubungan dengan negara sahabat, terutama di kawasan Asia. Hewan ini melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan spiritualitas dalam budaya Sri Lanka.

Selain itu, gajah juga berperan penting dalam festival dan upacara keagamaan di negara tersebut. Dengan membawa simbol gajah ke ranah diplomasi, Sri Lanka menunjukkan nilai tradisi dan sejarahnya kepada dunia. Diplomasi ini sekaligus memperkuat citra negara sebagai penjaga warisan budaya dan satwa.

4. Jepang – Anjing Akita

potret anjung Akita
potret anjing Akita (unsplash.com/Hong Feng)

Jepang dikenal dengan diplomasi Anjing Akita sebagai simbol kesetiaan dan persahabatan. Tradisi ini semakin populer setelah Jepang menghadiahkan anjing Akita kepada tokoh atau negara tertentu sebagai tanda hubungan baik. Akita juga memiliki makna mendalam dalam budaya Jepang sebagai lambang loyalitas dan kehormatan.

Selain nilai simbolis, anjing Akita juga menjadi duta budaya Jepang di luar negeri. Keberadaan mereka memperkenalkan budaya Jepang secara halus melalui cerita dan tradisi. Dengan cara ini, Jepang menggunakan hewan sebagai sarana mempererat hubungan emosional antarbangsa.

5. Turkmenistan – Kuda

ilustrasi seekor Kuda sedang berlari
ilustrasi seekor Kuda sedang berlari (unsplash.com/Helena Lopes)

Turkmenistan memanfaatkan kuda Akhal-Teke sebagai simbol diplomasi nasional. Kuda ini dikenal karena keindahan, kecepatan, dan nilai sejarahnya dalam kehidupan masyarakat Turkmenistan. Dalam berbagai kesempatan diplomatik, kuda Akhal-Teke dihadiahkan kepada pemimpin atau negara sahabat.

Kuda ini melambangkan kebanggaan nasional dan identitas budaya Turkmenistan. Dengan mengirimkan simbol tersebut ke luar negeri, Turkmenistan memperkenalkan warisan tradisionalnya ke panggung internasional. Diplomasi kuda ini juga menjadi bagian dari strategi soft power negara tersebut.

6. Indonesia – Komodo

Komodo di pinggiran pantai
Komodo di pinggiran pantai (freepik.com/Mitch Hodiono)

Indonesia menggunakan komodo sebagai simbol diplomasi lingkungan dan keanekaragaman hayati. Hewan purba ini menjadi ikon nasional yang mencerminkan kekayaan fauna Indonesia. Dalam konteks diplomasi, komodo sering diperkenalkan sebagai simbol konservasi dan pariwisata Indonesia.

Melalui komodo, Indonesia mengajak dunia untuk peduli terhadap pelestarian satwa langka. Kehadiran komodo dalam narasi diplomasi memperkuat posisi Indonesia sebagai negara megabiodiversitas. Selain itu, komodo juga menjadi daya tarik utama untuk mempromosikan wisata alam Indonesia.

Penggunaan hewan sebagai alat diplomasi menunjukkan bahwa hubungan internasional tidak selalu dibangun melalui bahasa politik yang kaku. Hewan menjadi simbol persahabatan, budaya, dan identitas nasional yang mudah diterima oleh masyarakat global. Melalui diplomasi hewan, pesan perdamaian dan kerja sama disampaikan dengan cara yang lebih lembut dan emosional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in News

See More

BPJS Pastikan Peserta JKN Tetap Dilayani Meski Mudik ke Luar Domisili

10 Mar 2026, 00:04 WIBNews