Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sekjen Partai Komunis Vietnam, To Lam, Ketemu Trump di Gedung Putih, Ngobrolin Apa?

Sekjen Partai Komunis Vietnam, To Lam, Ketemu Trump di Gedung Putih, Ngobrolin Apa?
Tô Lâm dalam rangka peringatan 50 tahun berakhirnya Perang Vietnam. (Duy Hiệu (Znews), CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam, bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada Jumat (20/02/2026), di sela-sela sesi pembukaan Gaza Board of Peace di Washington, D.C.

Kedua pemimpin mengadakan pembicaraan luas dalam suasana hangat dan terbuka, yang mencakup kerja sama bilateral serta isu-isu regional dan global yang menjadi kepentingan bersama, lapor Vietnam News Agency.

1. Vietnam siap dukung inisiatif perdamaian dan kerja sama dagang

Ketua Komite Sentral Partai Komunis Vietnam, To Lam, saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Ketua Komite Sentral Partai Komunis Vietnam, To Lam, saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Pemimpin tertinggi Vietnam tersebut menyampaikan selamat kepada Amerika Serikat dan Presiden Trump atas keberhasilan penyelenggaraan sesi pembukaan Gaza Board of Peace. Ia mencatat bahwa Vietnam merupakan salah satu negara pertama yang menerima undangan untuk bergabung dalam forum tersebut dan siap bekerja sama dengan Amerika Serikat serta anggota lainnya untuk melaksanakan rencana perdamaian.

Ia juga menegaskan kembali komitmen Vietnam untuk memajukan kemitraan strategis komprehensif dengan Amerika Serikat secara stabil, substantif, dan efektif.

Kedua pemimpin menyatakan kepuasan atas hasil kerja sama yang positif dalam bidang politik dan diplomasi, ekonomi dan perdagangan, pemulihan pascaperang, sains dan teknologi, pendidikan dan pelatihan, serta pertukaran antar-masyarakat.

2. Dialog substantif jadi kunci hubungan Hanoi–Washington

Presiden Vietnam To Lam bertemu dengan para lulusan universitas Soviet dan Rusia di Gedung Opera Besar di Hanoi. Tanggal 20 Juni 2024 ( Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Presiden Vietnam To Lam bertemu dengan para lulusan universitas Soviet dan Rusia di Gedung Opera Besar di Hanoi. Tanggal 20 Juni 2024 ( Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Sekretaris Jenderal Lâm mendorong peningkatan kunjungan delegasi serta intensifikasi komunikasi di level tinggi antara kedua negara. Ia menegaskan bahwa sektor ekonomi dan perdagangan merupakan fondasi penting dalam Kemitraan Strategis Komprehensif Vietnam–AS, sekaligus menekankan pentingnya pembahasan yang jujur dan mendalam atas berbagai isu yang belum terselesaikan. Dialog tersebut, menurutnya, perlu didasarkan pada keseimbangan kepentingan dan mempertimbangkan kondisi serta hak masing-masing pihak, demi kepentingan dunia usaha dan masyarakat di kedua negara.

Sementara itu, Presiden Trump menyampaikan selamat atas terpilihnya kembali Tô Lâm sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral ke-14 Partai Komunis Vietnam dan menyatakan kehormatannya menerima kunjungan tersebut di Gedung Putih. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada rakyat Vietnam serta kembali menegaskan komitmen Amerika Serikat untuk mendukung Vietnam yang kuat, berdaulat, mandiri, dan sejahtera.

3. Trump janjikan cabut Vietnam dari daftar kontrol ekspor, benarkah?

Hồ Chí Minh, Vietnam ( trungydang, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)
Hồ Chí Minh, Vietnam ( trungydang, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)

Trump mengapresiasi keputusan Vietnam bergabung dalam Gaza Board of Peace dan menilai kehadiran langsung pemimpin tertinggi Vietnam di pertemuan perdana sebagai simbol meningkatnya pengaruh negara tersebut di kancah global, sekaligus bukti komitmen terhadap perdamaian dan stabilitas internasional.

Trump juga turut menghargai langkah Vietnam dalam menjaga keseimbangan perdagangan dua negara serta menyambut sejumlah kesepakatan bisnis yang dicapai selama kunjungan. Ia mendukung gagasan perluasan kerja sama di sektor ekonomi dan teknologi, serta berjanji akan meminta otoritas terkait untuk mencabut Vietnam dari daftar pembatasan ekspor strategis.

Ia kembali menekankan bahwa Washington melihat Hanoi sebagai mitra strategis yang penting di kawasan, seraya memuji kontribusi dan posisi Vietnam yang semakin diperhitungkan dalam berbagai forum regional dan global. Pada momen tersebut, Lâm mengundang Presiden Trump beserta istrinya untuk melakukan kunjungan balasan ke Vietnam. Undangan itu diterima dengan positif, dan Presiden menyatakan akan mengatur perjalanan tersebut dalam waktu dekat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More

DPR Ingatkan Dampak Kebijakan Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

21 Feb 2026, 18:05 WIBNews