Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hasil Pertemuan Vietnam di Gedung Putih: AS Hapus Pembatasan Teknologi

Hasil Pertemuan Vietnam di Gedung Putih: AS Hapus Pembatasan Teknologi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) ketika menemui Sekretaris Jenderal Partai Komunis Partai Komunis Vietnam, To Lam. (Dokumentasi VNA)
Intinya Sih
  • Presiden AS Donald Trump berjanji menghapus Vietnam dari daftar pembatasan ekspor teknologi canggih, usai bertemu pemimpin tertinggi Vietnam To Lam di Gedung Putih.
  • Pertemuan ini menandai babak baru hubungan dagang kedua negara setelah negosiasi panjang dan kebijakan tarif tinggi yang sempat memanas.
  • Tiga maskapai Vietnam meneken kontrak pembelian pesawat Boeing senilai hampir 37 miliar dolar AS, memperkuat kerja sama ekonomi bilateral.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan menginstruksikan lembaga terkait untuk menghapus Vietnam dari daftar pembatasan akses teknologi canggih AS. Pernyataan itu disampaikan saat bertemu langsung dengan pemimpin tertinggi Vietnam, To Lam, di Gedung Putih.

Menurut laman Government News Vietnam yang dikutip Sabtu (21/2/2026), “Donald Trump mengatakan ia akan menginstruksikan lembaga terkait untuk segera menghapus Vietnam dari daftar kontrol ekspor strategis.”

Pertemuan tersebut menjadi tatap muka pertama kedua pemimpin, setelah To Lam menghadiri pertemuan perdana Board of Peace (BoP) yang digagas Trump di Washington. Langkah ini muncul di tengah dinamika hubungan dagang kedua negara yang sempat diwarnai tarif tinggi dan negosiasi panjang.

1. Sinyal baru di tengah negosiasi tarif

Hasil Pertemuan Vietnam di Gedung Putih: AS Hapus Pembatasan Teknologi
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Amerika Serikat dan Vietnam sebelumnya terlibat negosiasi dagang berkepanjangan. Situasi itu semakin rumit setelah Mahkamah Agung (MA) AS memutuskan banyak tarif luas yang diberlakukan Trump dinyatakan ilegal.

Saat mengumumkan tarif ‘Liberation Day’ pada April lalu, Vietnam tercatat sebagai negara dengan surplus perdagangan terbesar ketiga terhadap AS setelah China dan Meksiko. Hanoi pun menjadi salah satu target tarif tertinggi dalam kebijakan tersebut.

Namun pada Juli, Vietnam berhasil mencapai kesepakatan dengan Washington untuk menurunkan tarif menjadi minimal 20 persen, dari sebelumnya lebih dari 40 persen. Kesepakatan itu dicapai dengan imbalan pembukaan pasar Vietnam bagi produk-produk AS, termasuk mobil.

Meski Mahkamah Agung menyatakan banyak tarif impor Trump ilegal pada Jumat (20/2/2026), ia tetap menandatangani tarif global 10 persen terhadap seluruh negara.

2. Kontrak jumbo maskapai Vietnam

Hasil Pertemuan Vietnam di Gedung Putih: AS Hapus Pembatasan Teknologi
(Ilustrasi Boeing 737 MAX) www.boeing.com

Di tengah dinamika tersebut, tiga maskapai Vietnam pekan ini mengumumkan pembelian pesawat senilai hampir 37 miliar dolar AS melalui kontrak dengan perusahaan kedirgantaraan Amerika. Maskapai baru Sun PhuQuoc Airways memesan 40 unit Boeing 787 Dreamliner, pesawat jarak jauh, dengan nilai estimasi total 22,5 miliar dolar AS.

Sementara itu, maskapai nasional Vietnam Airlines meneken pesanan sekitar 50 unit Boeing 737-8 dengan nilai 8,1 miliar dolar AS. Kesepakatan besar ini terjadi bersamaan dengan upaya kedua negara memperkuat hubungan ekonomi, termasuk pembahasan akses teknologi dan pengaturan tarif.

3. Trump hapus Vietnam dari pembatasan akses teknologi AS

Hasil Pertemuan Vietnam di Gedung Putih: AS Hapus Pembatasan Teknologi
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (www.whitehouse.gov)

Daftar kontrol ekspor strategis AS membatasi akses sejumlah negara terhadap teknologi canggih Amerika. Janji Trump untuk menghapus Vietnam dari daftar tersebut dinilai sebagai langkah signifikan dalam hubungan bilateral.

“Donald Trump mengatakan ia akan menginstruksikan lembaga terkait untuk segera menghapus Vietnam dari daftar kontrol ekspor strategis,” demikian pernyataan Government News Vietnam.

Pertemuan di Gedung Putih ini berlangsung setelah To Lam menghadiri forum Board of Peace, memperlihatkan intensitas komunikasi tingkat tinggi kedua negara. Di tengah ketidakpastian kebijakan tarif dan dinamika hukum di dalam negeri AS, keputusan mengenai status Vietnam dalam kontrol ekspor akan menjadi faktor penting dalam arah kerja sama teknologi dan perdagangan kedua negara ke depan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More