Prabowo Janji 19 Juta Lapangan Kerja, Ini yang Baru Terserap Sektor Hilirisasi

- Sepanjang 2025, BKPM mencatat penyerapan tenaga kerja mencapai 2,71 juta orang, naik 10,4 persen dari tahun sebelumnya berkat dorongan investasi di sektor hilirisasi.
- Investasi hilirisasi tahun 2025 mencapai Rp584,1 triliun atau 30,2 persen dari total nasional, dengan pertumbuhan tahunan 43,3 persen dan kontribusi terbesar dari sektor mineral serta batubara.
- Sebanyak 71,1 persen investasi hilirisasi terkonsentrasi di luar Jawa dengan dominasi Sulawesi Tengah dan Maluku Utara; penanaman modal asing menyumbang porsi terbesar sebesar 73,5 persen.
Jakarta, IDN Times - Dalam masa kampanyenya, pasangan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berjanji akan menyediakan 19 juta lapangan pekerjaan baru bagi rakyat Indonesia. Selain itu, hilirisasi industri kerap disebut sebagai kunci utama dalam merealisasikan target tersebut.
Namun, sejauh mana janji penyediaan lapangan pekerjaan itu terwujud dalam angka nyata? Berikut ulasan lengkap mengenai daya serap tenaga kerja serta kontribusi sektor hilirisasi terhadap stabilitas ekonomi nasional, berdasarkan laporan terbaru bertajuk Capaian Kerja Investasi yang dirilis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) per 15 Januari 2026.
1. Realisasi penyerapan tenaga kerja nasional pada 2025

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, BKPM mengklaim total tenaga kerja Indonesia yang berhasil terserap tercatat 2.710.532 orang. Angka ini naik 10,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Apabila hanya diambil berdasarkan kuartal IV 2025, terdapat 754.186 tenaga kerja yang terserap. Diketahui, angka penyerapan pada kuartal terakhir 2025 mengalami pertumbuhan 29,8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Penyerapan ini diklaim sebagai salah satu dampak dari pertumbuhan realisasi investasi nasional, terutama pada sektor hilirisasi.
2. Capaian investasi pada sektor hilirisasi

Sementara, investasi di bidang hilirisasi mencatatkan realisasi Rp584,1 triliun selama 2025. Sebagai informasi, sektor ini berkontribusi sebesar 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional, dengan tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 43,3 persen.
Kemudian, sektor mineral dan batubara menjadi kontributor hilirisasi terbesar dengan nilai Rp373,1 triliun, disusul perkebunan dan kehutanan Rp144,5 triliun, serta minyak dan gas bumi Rp60,0 triliun. Pada hilirisasi mineral, komoditas nikel mencatatkan angka tertinggi Rp185,2 triliun, diikuti tembaga Rp65,9 triliun dan bauksit Rp53,1 triliun.
3. Persebaran lokasi investasi hilirisasi

Selanjutnya, persebaran lokasi investasi hilirisasi sepanjang 2025 didominasi wilayah luar Jawa, dengan nilai Rp415,4 triliun atau mencakup 71,1 persen. Sulawesi Tengah menjadi daerah dengan realisasi hilirisasi tertinggi yakni Rp110,0 triliun, disusul Maluku Utara sebesar Rp74,8 triliun dan Jawa Barat senilai Rp71,4 triliun.
Di samping itu, penanaman modal asing masih memegang porsi terbesar dalam pendanaan industri hilirisasi dengan nilai Rp429,6 triliun atau 73,5 persen. Sedangkan, untuk penanaman modal dalam negeri memberikan kontribusi sebesar Rp154,5 triliun, atau setara dengan 26,5 persen dari total realisasi hilirisasi.















