Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PBB Kecam Serangan Iran ke Negara Teluk: Langgar Hukum Internasional!

PBB Kecam Serangan Iran ke Negara Teluk: Langgar Hukum Internasional!
potret sidang Majelis Umum PBB (flickr.com/U.S. Department of the Interior via commons.wikimedia.org/U.S. Department of the Interior)
Intinya Sih
  • Dewan Keamanan PBB mengesahkan resolusi yang mengecam keras serangan Iran ke negara-negara Teluk karena dianggap melanggar hukum internasional dan mengancam perdamaian dunia.
  • Iran mengaku menyerang wilayah Teluk untuk menargetkan pangkalan militer AS, namun serangan tersebut juga menimbulkan korban sipil di Bahrain dan Arab Saudi.
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk yang terdampak dan menyerukan agar tidak berpihak pada aliansi AS-Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras serangan Iran ke negara-negara Teluk, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait. Kecaman tersebut tertuang dalam sebuah resolusi yang disahkan dalam sidang Dewan Keamanan (DK) PBB pada Rabu (11/3/2026).

Resolusi tersebut disetujui oleh 13 anggota permanen dan non-permanen DK PBB, termasuk Bahrain. Sementara itu, dua anggota DK PBB lainnya, yakni Rusia dan China, memutuskan untuk tidak memberi suara alias abstain. 

“Kami mengutuk keras serangan keji yang dilakukan oleh Republik Islam Iran terhadap negara-negara Teluk dan Yordania. Serangan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional dan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan dunia," bunyi resolusi DK PBB, seperti dilansir Anadolu Agency.

1. Bahrain menyambut baik resolusi DK PBB yang mengecam serangan Iran

Bendera Bahrain sedang berkibar.
potret bendera Bahrain (pexels.com/Fadhel Madan)

Selain berisi kecaman terhadap serangan Iran, resolusi tersebut juga berisi dukungan negara anggota DK PBB dan negara-negara di dunia terhadap kedaulatan negara Teluk. Dalam resolusi tersebut, DK PBB mendukung penuh kedaulatan negara Teluk agar tidak diganggu oleh serangan Iran. 

Oleh karena itu, Duta Besar Bahrain untuk PBB, Jamal Fares Alrowaie, mengucapkan terima kasih kepada negara-negara yang telah mendukung disahkannya resolusi DK PBB untuk mengecam serangan Iran ke negara Teluk. Dengan adanya resolusi ini, landasan hukum yang melarang serangan Iran ke negara Teluk akan lebih kuat. Terlebih, Bahrain juga jadi salah satu negara yang terdampak serangan Iran.

"Kami menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang turut mensponsori resolusi ini. Jumlahnya mencapai 135 negara. Dukungan luar biasa dari komunitas internasional ini mencerminkan kesadaran bersama akan bahaya serangan Iran yang tidak adil terhadap negara-negara kami," ujar Alrowaie.

2. Iran menyerang negara Teluk untuk membasmi markas militer Amerika Serikat

Negara-negara Teluk.
potret negara-negara Teluk (pexels.com/Lara Jameson)

Sebetulnya, serangan Iran ke negara-negara Teluk, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain tidak murni ditujukan kepada mereka. Iran menyerang negara Teluk karena ingin membasmi pangkalan militer AS. Sebab, AS menggunakan pangkalan militernya di negara Teluk untuk menyerang Iran. 

Namun, dalam praktiknya, serangan Iran justru tidak hanya mengenai markas militer AS saja, tetapi juga mengenai fasilitas publik dan warga sipil yang ada di negara-negara Teluk. 

Pada Senin (9/3/2026) lalu, misalnya, serangan Iran di Ibu Kota Bahrain, Manama, menewaskan satu orang. Sementara itu, delapan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Di sisi lain, serangan Iran di Arab Saudi pada Minggu (8/3/2026) menewaskan 2 orang dan melukai 12 lainnya. 

3. Presiden Iran minta maaf atas serangan ke negara Teluk

Masoud Pezeshkian sedang berbicara kepada orang.
potret Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)

Sebelum dikecam DK PBB, serangan Iran ke negara-negara Teluk juga telah dikecam banyak pihak, termasuk AS. Sebab, tindakan tersebut membuat situasi di Timur Tengah makin panas. 

Oleh karena itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, beberapa waktu lalu meminta maaf kepada negara tetangga yang terkena serangan negaranya. Ia juga mengajak negara-negara di dunia, termasuk negara-negara Teluk, agar tidak bergabung dengan AS-Israel untuk menyerang Iran

"Saya secara pribadi meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terkena dampak serangan Iran," kata Pezeshkian dilansir France 24.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More