Azerbaijan Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Iran

- Pemerintah Azerbaijan mengirim bantuan kemanusiaan ke Iran atas instruksi Presiden Ilham Aliyev, berisi bahan pangan dan obat-obatan untuk warga terdampak serangan AS dan Israel.
- Sebelum pengiriman, Presiden Aliyev dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian melakukan percakapan telepon, membahas niat bantuan serta menyampaikan belasungkawa atas korban konflik.
- Serangan AS dan Israel terhadap Iran masih berlangsung, sementara Iran menegaskan tidak akan menyerah dan siap melawan hingga agresi berhenti sepenuhnya.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Azerbaijan berdasarkan instruksi Presiden Ilham Aliyev telah mengirim bantuan kemanusiaan ke Iran. Menurut laporan kantor berita nasional Azerbaijan, Azertag, bantuan ini bertujuan untuk membantu warga Iran yang terdampak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Bantuan tersebut dikirim menggunakan mobil dari Kementerian Situasi Darurat Azerbaijan. Mobil-mobil tersebut mengirim bantuan ke Kota Astara, salah satu kota di Azerbaijan yang berbatasan langsung dengan Iran. Dari sana, bantuan langsung dikirim ke Iran untuk membantu warga yang terdampak perang.
"Bantuan kemanusiaan yang dikirim ke Republik Islam Iran oleh kendaraan Kementerian Situasi Darurat Azerbaijan meliputi 10 ton tepung, 6 ton beras, 2,4 ton gula, lebih dari 4 ton air, sekitar 600 kilogram teh, sekitar 2 ton obat-obatan, dan perlengkapan medis," bunyi laporan Azertag, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (10/3/2026).
1. Presiden Azerbaijan dan Presiden Iran sudah melakukan percakapan telepon

Sebelum bantuan dikirim, Presiden Aliyev sudah melakukan percakapan singkat melalui telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Dalam percakapan tersebut, Aliyev menyampaikan niatnya untuk mengirim bantuan kemanusiaan untuk warga Iran. Selain itu, ia juga menyampaikan belasungkawanya terhadap seluruh warga Iran yang terdampak serangan AS dan Israel.
Presiden Pezeshkian pun menyampaikan rasa terima kasih atas niat baik Aliyev yang ingin memberi bantuan ke Iran. Ia seraya berharap konflik di negaranya segera berakhir sehingga korban jiwa tidak terus berjatuhan.
“Presiden Massoud Pezeshkian menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kepala Negara atas kunjungannya ke Kedutaan Besar Iran di Azerbaijan untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, banyak warga sipil, serta atas niatnya untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Iran,” bunyi laporan laman resmi Presiden Azerbaijan yang dirilis pada Minggu (8/3/2026).
2. AS-Israel masih menyerang Iran

Saat ini, AS dan Israel masih terus menyerang Iran. Serangan terbaru terjadi di Tehran pada Selasa malam waktu setempat.
Sebelumnya, AS dan Israel juga menyerang fasilitas minyak yang ada di Iran pada Sabtu (7/3/2026). Serangan tersebut menyebabkan kebakaran hebat di sekitar lokasi. Kebakaran tersebut menimbulkan asap hitam pekat yang mengandung racun berbahaya bagi tubuh.
Menurut WHO, selain menimbulkan polusi udara, asap hitam yang ditimbulkan dari kebakaran di fasilitas minyak Iran juga menyebabkan hujan hitam. Hujan ini juga berbahaya bagi kesehatan tubuh karena mengandung banyak racun.
3. Iran tidak akan menyerah

Meski terus diserang AS dan Israel, Iran menegaskan tidak akan menyerah. Bahkan, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan pihaknya siap berperang habis-habisan sampai AS dan Israel berhenti melakukan serangan. “Kitalah yang akan menentukan akhir perang,” tegas Juru Bicara IRGC dilansir The Strait Times.
Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, beberapa waktu lalu mengatakan perang dengan Iran akan segera berakhir. Sebab, ia mengklaim Iran saat ini sudah kehabisan tenaga untuk berperang melawan AS dan Israel.
"Saya pikir perang ini sudah sangat lengkap. [Iran] tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka juga tidak memiliki angkatan udara. Rudal mereka tinggal sedikit. Drone mereka diledakkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," ujar Trump dilansir CBS.
















