Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pembunuh Eks PM Jepang Shinzo Abe Dihukum Penjara Seumur Hidup

Seseorang sedang berada di dalam penjara.
ilustrasi hukuman penjara seumur hidup (pexels.com/Wolrider YURTSEVEN)
Intinya sih...
  • Pengacara meminta hukuman tidak lebih dari 20 tahun penjara
  • Yamagami membunuh Abe karena berafiliasi dengan Unification Church
  • Masyarakat Jepang masih banyak yang bersimpati kepada tersangka
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pengadilan Jepang menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup untuk tersangka pembunuh eks Perdana Menteri Shinzo Abe, Tetsuya Yamagami. Keputusan tersebut ditetapkan pada Rabu (21/1/2026) waktu setempat.

Keputusan ini mengakhiri persidangan panjang selama 3,5 tahun untuk menentukan hukuman yang setimpal bagi Yamagami. Sebab, persidangan sempat berjalan alot karena perlawanan dari tersangka.

Jaksa penuntut umum mengatakan penjara seumur hidup merupakan hukuman yang pas bagi Yamagami. Sebab, mereka menilai pembunuhan eks PM Abe sebagai tindakan keji dan tidak bermoral.

1. Pengacara Tetsuya Yamagami meminta hukuman tidak lebih dari 20 tahun penjara

Orang di penjara.
ilustrasi hukuman penjara (pexels.com/Ron Lach)

Dalam persidangan, kuasa hukum Tetsuya Yamagami sebetulnya sudah meminta hukuman yang lebih ringan untuk kliennya. Ia meminta jaksa untuk menjatuhkan hukuman tidak lebih dari 20 tahun penjara. 

Namun, jaksa menolak mentah-mentah permintaan tersebut. Yamagami sendiri juga sudah enggan melakukan perlawanan. Ia sudah pasrah karena memang merasa bersalah telah membunuh Shinzo Abe. 

"Semuanya benar. Tidak ada keraguan bahwa aku melakukan semua ini," kata Yamagami dengan jujur saat hari pertama persidangannya pada Oktober 2025, seperti dilansir BBC.

2. Tetsuya Yamagami membunuh Shinzo Abe karena berafiliasi dengan Unification Church

Karangan bunga untuk Shinzo Abe.
potret mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe (commons.wikimedia.org/Photo memories 1868)

Tetsuya Yamagami membunuh Shinzo Abe pada 2022 silam. Saat itu, Yamagami menembak sang mantan perdana menteri menggunakan senjata rakitan saat sedang berpidato pada siang hari di Kota Nara.  

Yamagami memutuskan menembak mati Abe karena dirinya diduga berafiliasi dengan kelompok kepercayaan bernama Unification Church. Unification Church sendiri merupakan kelompok kepercayaan yang pertama kali dibentuk di Korea Selatan pada 1954. Kelompok ini juga memiliki cabang dan anggota di Jepang mulai 1960-an.

Yamagami menaruh dendam kesumat terhadap Unification Church. Sebab, keluarganya bangkrut dan jatuh miskin usai sang ibu memberikan sumbangan sebesar 100 juta yen atau Rp10,7 miliar kepada kelompok tersebut. Ibu Yamagami terkenal sangat setia kepada Unification Church hingga mau mengabdikan seluruh hidupnya untuk mereka.

3. Masyarakat Jepang masih banyak yang bersimpati kepada tersangka

Orang-orang sedang berjalan.
ilustrasi masyarakat Jepang (pexels.com/Lawrence Lam)

Meski sudah jadi tersangka pembunuhan, masyarakat Jepang sebetulnya masih banyak yang bersimpati kepada Tetsuya Yamagami. Mereka menilai Yamagami hanya ingin membela keluarganya yang ditipu oleh Unification Church

Apalagi, masyarakat Jepang juga menilai Unification Church sebagai kelompok kepercayaan yang sesat. Sebab, banyak ajaran mereka yang dikabarkan sangat kontroversial dan melenceng dari kebiasaan umum.

Di sisi lain, istri Shinzo Abe, Akie Abe, tetap ingin Yamagami dihukum seberat-beratnya. Sebab, hingga saat ini, ia masih tidak bisa membendung kesedihan usai ditinggalkan suaminya karena dibunuh orang tidak bertanggung jawab.

“Aku hanya ingin dia (Shinzo Abe) tetap hidup,” ujar Akie menyayangkan pembunuhan suaminya oleh Yamagami.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Pemerintah Suriah Resmi Ambil Alih Kamp al-Hawl dari SDF

22 Jan 2026, 11:09 WIBNews