Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penasihat Militer Iran Ancam Tenggelamkan Kapal AS di Selat Hormuz

Penasihat Militer Iran Ancam Tenggelamkan Kapal AS di Selat Hormuz
kapal AS membersihkan ranjau di Selat Hormuz (NAVCENT Public Affairs, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Penasihat militer Iran, Mohsen Rezaei, mengancam akan menenggelamkan kapal AS di Selat Hormuz jika Washington mengambil alih keamanan kawasan tersebut.
  • Pejabat militer Iran lain mengecam blokade laut AS yang dianggap provokatif dan mengancam akan menghentikan arus ekspor-impor di Teluk Persia hingga Laut Merah.
  • Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan perundingan damai putaran kedua di Pakistan setelah negosiasi pertama gagal, sementara Iran menuntut pencabutan sanksi dan pengakuan haknya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengancam akan menghancurkan armada angkatan laut Amerika Serikat (AS). Ancaman ini akan direalisasikan jika Washington nekat mengambil alih kendali keamanan di kawasan Selat Hormuz.

Saat ini, kedua negara tengah menjalani masa gencatan senjata yang rapuh. Ancaman Rezaei semakin memperumit situasi keamanan di selat vital tersebut.

1. Rezaei klaim rudal Iran mampu hancurkan kapal AS

Penasihat militer Iran, Mohsen Rezaei
Penasihat militer Iran, Mohsen Rezaei (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Mohsen Rezaei merupakan mantan Panglima Garda Revolusi Iran (IRGC) yang baru saja ditunjuk sebagai penasihat militer pada bulan lalu. Ia menyampaikan peringatan tersebut melalui siaran stasiun televisi pemerintah sambil mengenakan pakaian seragam militernya.

"Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal pertama kami dan telah menciptakan bahaya besar bagi militer AS. Mereka dapat menjadi sasaran rudal kami dan kami dapat menghancurkannya," kata Rezaei, dilansir The Straits Times.

Rezaei, yang dikenal sebagai tokoh garis keras, bahkan mengaku tidak takut jika AS mengerahkan pasukan darat ke wilayah Iran. Menurutnya, skenario tersebut akan menguntungkan Iran yang dapat menyandera ribuan tentara AS.

Rezaei sesumbar negaranya akan menuntut uang tebusan senilai satu miliar dolar AS untuk setiap prajurit yang berhasil ditawan. Secara pribadi, ia juga mengaku tidak mendukung opsi perpanjangan gencatan senjata dengan AS.

2. Pejabat militer Iran lainnya kecam blokade AS

kapal di Selat Hormuz
kapal di Selat Hormuz (MC2 Indra Beaufort, Public domain, via Wikimedia Commons)

Kecaman yang tak kalah keras turut disuarakan oleh Mayor Jenderal Ali Abdollahi selaku salah satu komandan militer senior Iran. Ia menilai blokade AS sebagai langkah provokatif yang akan memicu pelanggaran gencatan senjata.

Abdollahi menegaskan pasukannya tidak akan tinggal diam apabila armada AS terus menghalangi kapal komersial mereka. Angkatan bersenjata Iran mengancam akan menghentikan seluruh arus ekspor dan impor di perairan Teluk Persia hingga Laut Merah.

Sementara itu, pihak Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim telah sukses memutar balik sepuluh kapal yang mencoba berlayar dari pelabuhan Iran. CENTCOM menyatakan tidak ada satu pun kapal Iran yang berhasil menembus blokade laut mereka.

Namun, klaim ini berbanding terbalik dengan data pelacakan pelayaran di lapangan. Sebuah laporan maritim independen justru mencatat ada setidaknya tiga kapal dari pelabuhan Iran yang berhasil melintasi perairan Selat Hormuz.

3. Trump isyaratkan perundingan damai putaran kedua

Presiden AS, Donald Trump
Presiden AS, Donald Trump (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Blokade AS terhadap pelabuhan Iran resmi sudah berjalan dua hari per Kamis ini. Keputusan ini diambil setelah upaya perundingan damai pertama antara kedua belah pihak di Pakistan gagal membuahkan hasil.

Meski ada ketegangan, Presiden AS Donald Trump mengklaim perang ini akan segera berakhir. Trump mengisyaratkan akan ada perundingan damai tatap muka kedua yang kembali digelar di Pakistan.

Sebelumnya, pemerintah Iran telah mengajukan berbagai tuntutan sebagai syarat mengakhiri perang. Beberapa tuntutan Iran termasuk penghentian serangan, hak atas program nuklir sipil dan penegasan wewenang di Selat Hormuz.

"Fokus dialog adalah menghentikan perang dan mewujudkan hak Iran. Segala bentuk sanksi yang dijatuhkan kepada kami juga harus dicabut," terang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dilansir Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More