Portugal Siapkan Paket Bantuan Pemulihan Badai Kristin untuk Warga

- Portugal setujui paket Rp49,7 triliun untuk pemulihan.
- Paket bantuan ini untuk membantu warga dan pelaku usaha membangun kembali kerusakan akibat Badai Kristin.
- Wilayah Leiria adalah salah satu yang terparah.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Portugal pada Minggu (1/2/2026), menyetujui paket 2,5 miliar euro (Rp49,7 triliun) untuk membantu warga dan pelaku usaha membangun kembali kerusakan akibat Badai Kristin. Paket itu disiapkan setelah badai ekstrem tersebut menimbulkan korban jiwa serta gangguan besar pada layanan publik dan aktivitas ekonomi.
Badai Kristin menerjang Portugal daratan pada Rabu (28/1/2026), dengan hembusan angin sangat kencang dan hujan lebat yang merusak permukiman, fasilitas umum, dan jaringan listrik. Pemerintah juga menetapkan dan memperluas status bencana di wilayah terdampak untuk mempercepat respons darurat serta pemulihan.
1. Portugal setujui paket Rp49,7 triliun untuk pemulihan
Paket pemulihan yang disetujui bernilai 2,5 miliar euro (Rp49,7 triliun) dan ditujukan untuk membantu masyarakat serta bisnis memperbaiki kerusakan pasca badai, termasuk pada bangunan dan infrastruktur yang terdampak. Paket tersebut mencakup alokasi dana untuk perbaikan cepat jalur kereta dan jalan, dukungan pemulihan fasilitas publik, hingga pemulihan warisan budaya.
Perdana Menteri Portugal, Luís Montenegro, menekankan pemerintah menyiapkan mekanisme agar penanganan dan pemulihan bisa berjalan lebih cepat dan tidak berbelit.
“Yang sedang kami rancang adalah mekanisme agar proses pemulihan dapat dilakukan dengan lebih cepat, lebih sederhana, dan lebih efektif,” kata Montenegro, dilansir Euronews.
Rincian yang disampaikan setelah rapat Dewan Menteri juga mencakup skema bantuan langsung bagi warga, termasuk bantuan hingga 10 ribu euro (Rp199 juta) untuk rekonstruksi rumah serta kompensasi sektor pertanian dan kehutanan, serta moratorium pajak hingga 31 Maret 2026. Pemerintah memperpanjang status bencana sampai 8 Februari 2026 untuk menjaga protokol darurat tetap aktif di wilayah terdampak.
2. Wilayah Leiria adalah salah satu yang terparah
Badai Kristin melintas dengan hembusan angin ekstrem, dilaporkan mencapai 202 km/jam, serta hujan lebat yang memicu ribuan insiden darurat. Dampaknya mencakup korban jiwa, rumah rusak, transportasi terganggu, hingga listrik padam massal yang sempat memengaruhi ratusan ribu sampai sekitar satu juta pelanggan.
Di wilayah Leiria, salah satu area terparah, Wali Kota Gonçalo Lopes menggambarkan skala kerusakan parah di lapangan.
“Kami melihat pemandangan seperti pasca bencana. Gereja dan pusat olahraga kehilangan atap, banyak rumah kehilangan genteng, rumah dan mobil hancur, derek terbalik,” ujar Lopes.
Kerusakan juga menyasar jaringan energi. Operator transmisi listrik REN menyatakan badai berdampak pada sejumlah infrastruktur tegangan tinggi dan membutuhkan manuver teknis serta perbaikan fisik di titik tertentu untuk memulihkan pasokan. Tumbangnya pepohonan dan tiang utilitas turut mengganggu jalan raya serta layanan kereta sebelum badai bergerak ke Spanyol.
3. Portugal sudah melakukan penilaian dampak untuk memulihkan kondisi
Pemerintah Portugal menyatakan sejak awal terus memantau dampak badai, menyebutnya sebagai kejadian cuaca ekstrem yang menyebabkan kerusakan signifikan di berbagai wilayah dan sektor.
Selain mempercepat dukungan darurat melalui status bencana, Perdana Menteri Montenegro sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan penilaian dampak untuk memulihkan kondisi secepat mungkin.
“Penilaian atas seluruh dampak di lapangan sedang dilakukan, termasuk instrumen yang bisa dipakai untuk memulihkan situasi lebih cepat,” kata Montenegro.

















