Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prancis Tangkap Pria Tunisia, Diduga Rencanakan Serangan di Paris

Prancis Tangkap Pria Tunisia, Diduga Rencanakan Serangan di Paris
ilustrasi penangkapan (pexels.com/Servet photograph)
Intinya Sih
  • Otoritas Prancis menangkap pria Tunisia berusia 27 tahun yang diduga merencanakan serangan di Paris, dengan target potensial Museum Louvre dan komunitas Yahudi.
  • Polisi menemukan video propaganda jihad, foto senjata, serta pencarian terkait pembuatan bom di ponsel tersangka; ia juga berniat bergabung dengan ISIS di Suriah atau Mozambik.
  • Pemerintah Prancis meningkatkan kewaspadaan nasional karena lonjakan ancaman teror pasca-serangan AS-Israel terhadap Iran dan meningkatnya insiden antisemit di Eropa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Otoritas Prancis dilaporkan menangkap seorang pria Tunisia berusia 27 tahun karena dicurigai merencanakan serangan teroris di ibu kota, Paris. Ia ditangkap pada Kamis (7/5/2026), tetapi baru didakwa pada Senin (11/5/2026).

Surat kabar Le Monde dan Le Parisien melaporkan bahwa tersangka mempertimbangkan Museum Louvre dan komunitas Yahudi di arrondissement ke-16 sebagai target potensial. Selain merencanakan serangan di Paris, tersangka juga disebut berencana bergabung dengan kelompok teroris ISIS di Suriah atau Mozambik.

1. Video propaganda jihada dan foto senjata api ditemukan di ponselnya

ilustrasi serangan penembakan (unsplash.com/Maxim Hopman)
ilustrasi serangan penembakan (unsplash.com/Maxim Hopman)

Menurut Le Monde, tersangka lahir di Djerba pada 1999 dan tiba di Prancis pada 2022 setelah mencapai Eropa melalui pulau Lampedusa di Italia, yang kerap menjadi titik kedatangan migran dari Afrika Utara.

Dalam ponselnya, ditemukan banyak video propaganda jihad serta ratusan foto senjata api dan pisau. Ia juga menggunakan foto pejuang ISIS yang mengeksekusi tahanan sebagai foto profil di media sosial.

Selain itu, riwayat pencarian di ChatGPT miiliknya juga berisi pertanyaan seperti “cara membuat bom. Hingga kini, pengacaranya, Reda Ghilaci, belum memberikan komentar, dikutip dari The National.

2. Prancis tingkatkan keamanan sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran

ilustrasi polisi menjaga keamanan (unsplash.com/ev)
ilustrasi polisi menjaga keamanan (unsplash.com/ev)

Dilansir dari France24, tersangka telah ditempatkan dalam tahanan praperadilan pada Senin. Badan keamanan internal DGSI maupun unit kontraterorisme dari divisi investigasi kriminal SAT-BC dipercayakan untuk menyelidiki kasus tersebut.

Prancis saat ini berada dalam siaga tinggi sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak di wilayah Prancis, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez meminta aparat penegak hukum meningkatkan kewaspadaan untuk mendeteksi setiap tindakan yang berisiko mengganggu ketertiban umum.

3. Prancis disebut alami peningkatan serangan teroris

bendera Prancis (pexels.com/Atypeek Dgn)
bendera Prancis (pexels.com/Atypeek Dgn)

Menurut kejaksaan antiteror, Prancis mengalami peningkatan serangan teroris setelah masa tenang pada 2021-2023. Sepanjang 2025, tiga serangan menewaskan dua orang, sementara tujuh rencana serangan lainnya berhasil digagalkan.

Pada Maret 2026, seorang mahasiswa berusia 22 tahun dan saudara laki-lakinya yang berusia 20 tahun, ditangkap di wilayah utara Prancis karena diduga merencanakan serangan antisemit yang mematikan. Mereka berdua berkewarganegaraan Italia-Maroko,

Sejumlah negara di Eropa juga melaporkan peningkatan insiden yang menargetkan komunitas Yahudi. Sebagian di antaranya disebut memiliki kaitan dengan Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More