Comscore Tracker

Kongres Meksiko Sahkan RUU Legalisasi Ganja

Legalisasi ganja akan menekan kartel narkoba 

Mexico City, IDN Times - Anggota Kongres di Meksiko sepakat untuk menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) legalisasi ganja. Sebanyak 316 anggota parlemen mengatakan setuju sedangkan yang menolak sebanyak 127 orang. Itu berarti RUU legalisasi ganja tersebut tinggal selangkah lagi untuk disahkan Senat.

Dengan langkah persetujuan RUU legalisasi ganja yang dilakukan oleh Kongres, maka Meksiko akan meninggalkan pandangan yang menganggap bahwa ganja merupakan bagian dari masalah kesehatan yang serius. Legalisasi ganja di Meksiko kemungkinan akan mengubah hubungan perdagangan dengan pemerintah federal Amerika Serikat.

1. Meksiko membuat sejarah

Kongres Meksiko Sahkan RUU Legalisasi GanjaIlustrasi ganja. (Pexels.com/Michael Fischer)

Kabar tentang upaya dekriminalisasi ganja di Meksiko telah bergulir beberapa bulan lamanya. Kini di tahun 2021 upaya dekriminalisasi ganja tersebut sudah tinggal sekedipan mata lagi. Penduduk Meksiko yang berusia 18 tahun ke atas dan mendapatkan izin, akan dapat menanam, membawa dan mengonsumsi ganja.

Melansir dari kantor berita Reuters, Simey Olvera, anggota parlemen dari partai penguasa, Morena, mengatakan "Hari ini kami membuat sejarah. Dengan ini, keyakinan keliru bahwa ganja merupakan bagian dari masalah kesehatan serius Meksiko ditinggalkan,” jelasnya.

Penyetujuan RUU legalisasi ganja tersebut dilakukan oleh Kongres Meksiko pada hari Rabu, 10 Maret lalu. Ketika RUU itu nanti disahkan dan menjadi undang-undang, maka pasar terbesar ganja di Meksiko akan segera terbuka. Perusahaan-perusahaan asing yang fokus ganja akan segera memberikan investasi besar ke negara tersebut.

Baca Juga: Ganja Berbahaya? Ini 5 Fakta tentang Ganja sebagai Tanaman Penyembuh

2. Beberapa poin tentang RUU legalisasi ganja Meksiko

Kongres Meksiko Sahkan RUU Legalisasi GanjaIlustrasi pemrosesan ganja. (pexels.com/Elsa Olofsson)

Dengan disetujuinya RUU legalisasi ganja oleh Kongres Meksiko, maka penduduk kini dapat menggunakan ganja untuk medis, ilmiah dan rekreasi. Dalam draft RUU yang disetujui itu, melansir dari laman Al Jazeera, seseorang secara hukum dapat memiliki hingga 28 gram ganja untuk konsumsi pribadi mereka. Diperkirakan itu setara dengan 28 batang rokok.

Selain itu, Mexican Institute for the Regulation and Control of Cannabis dapat mengeluarkan lisensi untuk lima macam aktivitas terkait ganja. Lisensi tersebut adalah penanaman, transformasi, penjualan, penelitian dan ekspor-impor ganja.

Khiron Life Sciences, perusahaan ganja medis global yang mana mantan Presiden Meksiko, Vicente Fox, duduk sebagai anggota dewan di perusahaan itu, mengatakan langkah yang dilakukan oleh Kongres dapat membantu menciptakan lapangan kerja dan investasi di negara tersebut.

Jadwal sidang di Senat untuk mengesahkan RUU adalah pada Selasa depan. Namun jadwal tersebut ditunda untuk dilakukan pada hari Rabu. Meski begitu masih belum jelas kapan keputusan pengesahan akan dibuat.

Vicente Fox berharap bahwa Kongres akan segera mengesahkan RUU tersebut pada minggu ini.

3. Legalisasi ganja akan menekan tindakan kriminal kartel narkoba

Kongres Meksiko Sahkan RUU Legalisasi GanjaPresiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador. (Twitter.com/Rob Nikolewski)

Jika RUU disahkan oleh Kongres Meksiko, negara itu akan menjadi negara ketiga yang secara resmi melegalisasi ganja setelah Uruguay dan Kanada. Dengan jumlah penduduk sekitar 130 juta, Meksiko akan menjadi pasar ganja yang terbesar di dunia.

Melansir dari laman Cannabusinessplans, diperkirakan pasar ganja di Meksiko akan bernilai sekitar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp71,8 triliun. Itu adalah angka yang fantastis.

Saat ini, menurut BBC, kepemilikan ganja lebih dari lima gram di Meksiko adalah ilegal. Namun penggunaan ganja sebagai kebutuhan medis adalah legal karena sudah disahkan tahun 2017 lalu, sejak Meksiko dipimpin oleh Presiden Enrique Pena Nietro.

Menurut Presiden Meksiko saat ini, Andres Manuel Lopez Obrador (AMLO), legalisasi ganja akan menekan jumlah kartel narkoba. Meski begitu, kelompok opoisi melontarkan kritik bahwa legalisasi akan membuat anak-anak dibawah umur mudah dalam mengakses ganja tersebut.

Keputusan Meksiko untuk melakukan legalisasi ganja juga akan menimbulkan hubungan perdagangan yang unik nantinya dengan Amerika Serikat. Karena, negara yang kini dipimpin oleh Joe Biden itu, telah diapit oleh dua negara yang melegalkan ganja, yakni Kanada dan Meksiko.

Andrew Rudman, direktur Institut Meksiko di Wilson Center mengatakan "ini menciptakan beberapa masalah perdagangan yang sangat menarik. Pengesahan Meksiko akan memperkuat dorongan, jika bukan legalisasi, dekriminalisasi di AS.”

Sejauh ini, sebagian besar negara bagian Amerika Serikat sudah mulai mengesahkan legalisasi ganja. Namun pemerintahan federal belum mengizinkan atau melegalisasi ganja tersebut.

Baca Juga: Polisi Temukan Pabrik Ganja di Pusat Kota London

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya