Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

RS Bawah Tanah Israel Dipadati Pasien, Wabah Penyakit Menyebar

RS Bawah Tanah Israel Dipadati Pasien, Wabah Penyakit Menyebar
ilustrasi perawatan rumah sakit (unsplash.com/Marcelo Leal)
Intinya Sih
  • Rumah sakit bawah tanah di Israel mengalami kepadatan ekstrem dan kondisi tidak higienis, memicu penyebaran penyakit seperti tuberkulosis dan campak di tengah keterbatasan fasilitas medis.
  • Sejak konflik AS-Israel melawan Iran pada Februari 2026, banyak ruang bawah tanah dialihfungsikan menjadi rumah sakit darurat meski tidak dirancang untuk perawatan jangka panjang.
  • Serangan Iran ke wilayah Israel menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai belasan lainnya, sementara ribuan korban juga dilaporkan di Iran serta Lebanon akibat eskalasi perang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Rumah sakit bawah tanah di berbagai wilayah Israel dilaporkan menghadapi masalah kepadatan pasien dan penyebaran penyakit. Hal ini terjadi setelah ribuan warga Israel menerima perawatan atau berlindung di fasilitas bawah tanah selama berlangsungnya perang di Timur Tengah.

Menurut laporan Haaretz, para dokter menyebut situasi di rumah sakit bawah tanah kacau balau akibat kurangnya kebersihan, peralatan yang tidak memadai, dan kepadatan pasien. Hanya tersedia dua kamar mandi untuk puluhan pasien serta jarak antara toilet dengan tempat tidur sangat dekat sehingga memicu sejumlah infeksi.

1. Sekitar 750 orang diduga terinfeksi tuberkulosis paru

ilustrasi penanganan pasien dengan virus berbahaya
ilustrasi penanganan pasien dengan virus berbahaya (unsplash.com/Mufid Majnun)

Pada Minggu (29/3/2026), Kementerian Kesehatan Israel melaporkan satu orang didiagnosis menderita tuberkulosis paru setelah 6 hari di rawat di rumah sakit bawah tanah. Sekitar 750 orang lainnya juga diduga terpapar infeksi tersebut, termasuk 1.900 staf dan pengunjung dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Seorang pakar infeksi memperkirakan wabah campak juga akan merebak. Ia memaparkan bahwa paparan campak di fasilitas bawah tanah memerlukan banyak upaya penanganan, termasuk penelusuran semua orang yang melakukan kontak dengan pasien terinfeksi dan perawatan bagi pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan belum divaksinasi. Hal-hal ini bisa menjadi tantangan besar di tengah kondisi rumah sakit bawah tanah saat ini.

Beberapa kasus campak sebelumnya telah dilaporkan di Israel, terutama di pusat kesehatan Maayanei Hayeshua dan Shamir, dilansir dari The New Arab.

2. Israel alihkan ruang bawah tanah sebagai rumah sakit selama konflik

ilustrasi pasien di rumah sakit
ilustrasi pasien di rumah sakit (unsplash.com/Olga Kononenko)

Sejak dimulainya konflik di Timur Tengah, yang dimulai dengan serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, Israel telah mengubah fasilitas bawah tanah, yang sebagian besar merupakan area parkir, menjadi rumah sakit.

“Rumah sakit tidak dirancang untuk berada di bawah tanah. Kami tahu bahwa jika staf dan pasien berada terlalu lama di bawah tanah, hal ini tidak baik bagi kesehatan mereka," kata Yuval Dadon, wakil direktur umum Wolfson Medical Center, kepada The Times of Israel.

Ia mengungkapkan bahwa sejak terjadinya konflik, Wolfson telah berupaya memfasilitasi dan mengubah ruang penyimpanan menjadi fasilitas yang lengkap dan mumpuni.

“Tidak ada yang menyangka bahwa kami akan dibombardir dengan begitu banyak rudal dalam jangka waktu yang lama. Saat ini, kami sangat kreatif dalam mencari solusi untuk melanjutkan dan memberikan kesehatan yang baik kepada semua pasien kami. Ini adalah perubahan perspektif," tambahnya.

3. Serangan Iran tewaskan 19 orang di Israel

Layanan medis Israel Magen David Adom melaporkan sedikitnya 14 orang terluka akibat serangan Iran di Israel tengah pada pada Rabu (1/4/2026). Seorang anak perempuan berusia 11 tahun terluka parah akibat terkena pecahan rudal, sementara seorang perempuan berusia 36 tahun dan anak laki-laki berusia 13 tahun menderita luka sedang.

Sejauh ini, sedikitnya 19 orang dilaporkan tewas di Israel akibat konflik. Sementara itu, korban tewas akibat serangan AS dan Israel di Iran mencapai sekitar 2 ribu orang. Lebih dari 1.200 lainnya juga tewas di Lebanon setelah Hizbullah melakukan intervensi militer di Israel pada awal Maret 2026, menyusul perang terhadap Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More