Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Serangan Terbaru Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 16 orang

Serangan Terbaru Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 16 orang
operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024 ( / IDF Spokesperson's Unit)
Intinya Sih
  • Sedikitnya 16 orang tewas akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan, sehari setelah pertemuan pejabat Lebanon dan Israel di AS.
  • Warga Lebanon marah dan menuntut penghentian serangan, sementara Hizbullah menilai perundingan dengan Israel sebagai langkah keliru yang melemahkan posisi negara.
  • Sejak awal Maret 2026, lebih dari 2 ribu warga Lebanon tewas dan sejuta lainnya mengungsi akibat invasi darat serta serangan udara besar-besaran Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 16 orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan udara Israel yang menargetkan beberapa wilayah di Lebanon selatan pada Rabu (15/4/2026). Serangan tersebut terjadi hanya sehari setelah pertemuan antara pejabat Lebanon dan Israel di Amerika Serikat (AS).

Menurut laporan kantor berita NNA, empat anggota keluarga tewas setelah Israel mengebom sebuah rumah di kota Jbaa. Lima orang juga dilaporkan tewas di kota Ansariyeh, sementara empat lainnya tewas di kota Qadmus.

Di Maydafoun, dua paramedis tewas dalam serangan Israel yang menargetkan tim penyelamat. Serangan drone di kota Harouf juga menewaskan seorang warga Suriah.

1. Masyarakat desak penghentian serangan

serangan Israel di Lebanon pada 2024
serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)

Jurnalis Al Jazeera, Zeina Khodr, mengatakan bahwa warga Lebanon saat ini diliputi kemarahan besar. Mereka menilai pemerintah Lebanon seharusnya tidak berunding dengan Israel, yang terus melancarkan serangan mematikan di negara tersebut.

Para pejabat Israel dan Lebanon telah mengadakan perundingan langsung pertama mereka sejak 1983 di Washington DC, AS, pada Selasa (14/4/2026). Kedua belah pihak menyatakan bahwa pertemuan tersebut berlangsung positif, meskipun Israel telah menegaskan tidak akan membahas tuntutan Lebanon mengenai gencatan senjata.

“Apa yang diinginkan warga di sini adalah penghentian serangan," kata Khodr, seraya menambahkan bahwa kawasan permukiman telah beberapa kali menjadi sasaran serangan Israel dalam beberapa pekan terakhir.

2. Hizbullah sebut perundingan dengan Israel adalah hal keliru

Para pejuang Hizbullah dalam sebuah upacara (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)
Para pejuang Hizbullah dalam sebuah upacara (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)

Sementara itu, anggota parlemen Hizbullah, Hassan Fadlallah, mengatakan bahwa opsi bernegosiasi dengan Israel merupakan langkah keliru. Ia juga menuding pemerintah telah menyia-nyiakan kekuatan politik dan militer negara dengan menarik pasukan dari wilayah selatan.

"Pemerintah saat ini tidak memenuhi harapan rakyat dan gagal memahami perlawanan para pejuang muda,” katanya dalam konferensi pers.

Fadlallah menambahkan bahwa Hizbullah menginginkan gencatan senjata menyeluruh, bukan kembali pada situasi serangan hampir setiap hari seperti yang terjadi setelah kesepakatan gencatan senjata pada November 2024.

3. Lebih dari 2 ribu orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon

dampak serangan Israel di Lebanon
dampak serangan Israel di Lebanon (User Mema435 on en.wikipedia, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)

Dilansir dari Anadolu, lebih dari 2 ribu orang di Lebanon tewas dan 1 juta lainnya mengungsi setelah Israel kembali membombardir Lebanon dan melakukan invasi darat di wilayah selatan pada awal Maret 2026. Konflik ini dimulai setelah Hizbullah menyerang Israel sebagai respons atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan terbesar Israel di Lebanon sepanjang konflik ini terjadi pada 8 April 2026, tak lama setelah gencatan senjata AS-Iran diumumkan. Saat itu, Israel melancarkan 100 serangan udara di seluruh Lebanon, termasuk di jantung ibu kota, Beirut, hingga menewaskan lebih dari 350 orang.

Sebelumnya, Iran dan mediator Pakistan menyatakan bahwa Lebanon termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata. Namun, Israel dan AS bersikeras bahwa kesepakatan itu tidak mencakup Lebanon.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More