Spanyol Pastikan Pangkalannya Tak Dipakai AS untuk Serang Iran

- Pemerintah Spanyol menolak permintaan AS untuk memakai pangkalan militernya dalam operasi terhadap Iran, menegaskan kedaulatan nasional dan kepatuhan pada hukum internasional.
- Data penerbangan menunjukkan aktivitas pesawat militer AS dari pangkalan di Spanyol, sementara Madrid tetap menyerukan penghormatan hukum internasional dan de-eskalasi konflik.
- Sikap Spanyol berbeda dengan Inggris, Prancis, dan Jerman yang mendukung AS; Iran mengecam keras serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sebagai pelanggaran serius Piagam PBB.
Jakarta, IDN Times – Pemerintah Spanyol pada Minggu (1/3/2026) menolak permintaan Amerika Serikat (AS) untuk memanfaatkan pangkalan militer bersama di wilayahnya guna mendukung operasi yang berkaitan dengan serangan AS dan Israel ke Iran yang telah berlangsung sejak Sabtu (28/2/2026). Penolakan itu disampaikan setelah Washington meminta akses terhadap fasilitas pertahanan yang digunakan bersama kedua negara.
Perdana Menteri (PM) Pedro Sanchez mengecam keras langkah militer tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang tak bisa dibenarkan serta berisiko. Ia menilai operasi itu merupakan intervensi berbahaya yang melanggar hukum internasional.
1. Pemerintah tegaskan kedaulatan pangkalan militer nasional

Menteri Luar Negeri José Manuel Albares menekankan bahwa fasilitas militer tersebut sama sekali tak digunakan dan tak akan diizinkan dipakai untuk operasi semacam itu. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah tak akan memberi izin penggunaan pangkalan di luar kesepakatan yang berlaku atau yang bertentangan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk di pangkalan angkatan laut Rota dan pangkalan udara Morón.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Margarita Robles menyatakan dukungan dari fasilitas tersebut hanya mungkin diberikan dalam situasi kemanusiaan yang sangat mendesak, dan tak akan ada bantuan kecuali diperlukan dari sudut pandang kemanusiaan.
2. Data penerbangan catat pergerakan pesawat militer AS

Berdasarkan data pelacakan penerbangan FlightRadar24, setelah operasi dimulai, puluhan pesawat milik AS tercatat lepas landas dari pangkalan Rota dan Morón di wilayah selatan Spanyol. Sedikitnya 7 pesawat mendarat di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman, 9 pesawat tanker menuju arah yang sama, sementara 2 lainnya bergerak ke selatan Prancis.
Di sisi lain, Madrid juga mengutuk serangan balasan rudal Iran ke sejumlah negara di kawasan Teluk. Albares menyampaikan sikap tersebut melalui akun X miliknya.
“Kami menuntut penghormatan terhadap hukum internasional. Kekerasan hanya membawa kekacauan. De-eskalasi dan dialog adalah jalan menuju perdamaian dan stabilitas,” tulisnya, dikutip dari The Hill.
3. Respons Eropa dan Iran warnai eskalasi konflik

Sikap Madrid berbeda dengan beberapa negara besar Eropa lainnya. Inggris, Prancis, dan Jerman memutuskan mengizinkan atau menyatakan kesiapan mengizinkan pangkalan mereka dipakai guna mendukung AS atas dasar pertahanan kolektif setelah Iran menyerang balik aset AS serta infrastruktur energi di Timur Tengah. Ketiganya merilis pernyataan bersama yang menyebut mereka terkejut atas serangan rudal yang dianggap tidak pandang bulu dan tak proporsional terhadap negara-negara di kawasan, termasuk yang tak terlibat dalam operasi awal AS dan Israel, serta menyatakan akan bekerja sama dengan AS dan sekutu regional.
Serangan gabungan AS dan Israel itu menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah mengirim surat resmi kepada PBB dan menyebut pembunuhan tersebut sebagai pelanggaran serius yang belum pernah terjadi terhadap norma dasar hubungan antarnegara. Dalam surat yang dirilis Kantor Berita WANA Iran, ia menegaskan Piagam PBB hanya memperbolehkan penggunaan kekuatan jika mendapat persetujuan Dewan Keamanan atau sebagai bentuk pembelaan diri, serta menyebut serangan terhadap sekolah, bangunan tempat tinggal, dan fasilitas darurat sebagai kejahatan perang.
Araghchi juga menyampaikan pernyataannya melalui X.
“Kami tidak memahami alasan serangan AS terhadap Iran. Mungkin pemerintahan AS terseret ke dalamnya. Yang saya ketahui adalah: Iran akan menghukum mereka yang membunuh anak-anak kami. Permusuhan kami bukan terhadap rakyat Amerika, yang sekali lagi dibohongi,” tulisnya.



















