Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Survei: Waktu Luang Perempuan Lebih Sedikit daripada Pria

Survei: Waktu Luang Perempuan Lebih Sedikit daripada Pria
Unsplash.com/Averie Woodard

London, IDN Times - Sebuah survei yang dilakukan oleh Badan Statistik Nasional Inggris (ONS) mengungkap sebuah fakta mengejutkan. Pada 2015, perempuan di sana ternyata memiliki lebih sedikit waktu istirahat dibandingkan laki-laki.

1. Perempuan beristirahat 38 jam seminggu, sedangkan laki-laki 43 jam di waktu yang sama

Default Image IDN
Default Image IDN

Perbedaan waktu istirahat antara perempuan dan laki-laki di Inggris rupanya cukup mencolok. Berdasarkan survei tersebut, laki-laki menikmati waktu istirahat selama 43 jam per minggu. Di saat yang sama, perempuan hanya memiliki waktu istirahat sebanyak 38 jam.

Artinya, dalam sehari laki-laki punya waktu luang sebanyak 6,14 jam, sedangkan perempuan memiliki waktu santai 5,43 jam. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, kedua gender makin lebih sering mengambil waktu luang. Meski begitu, jumlah waktunya tetap lebih banyak untuk laki-laki dibanding perempuan.

2. Penyebabnya diduga adalah perempuan mengerjakan lebih banyak pekerjaan rumah

Default Image IDN
Default Image IDN

Para analis menduga bahwa perempuan-perempuan Inggris menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, memasak dan menyapu. Waktu luang yang ada mereka manfaatkan untuk menonton TV, membaca atau bersosialisasi.

"Waktu istirahat untuk perempuan bisa kurang dari laki-laki. Sebab, meski perempuan sering bekerja paruh waktu daripada laki-laki, tapi mereka mengerjakan lebih banyak pekerjaan tak berbayar seperti tugas rumah tangga dan mengurus anak. Jumlah waktu itu menggantikan yang bisa dimanfaatkan untuk istirahat," tulis survei tersebut.

3. Keseimbangan antara bekerja dan istirahat sangat penting

Default Image IDN
Default Image IDN

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kesehatan seseorang juga bergantung kepada tingkat stress. Dengan kata lain, berapa lama ia bekerja setidaknya harus seimbang dengan waktu beristirahat. Bekerja di sini tidak hanya berarti pekerjaan berbayar, melainkan termasuk urusan-urusan rumah tangga.

Berdasarkan temuan yang dimuat di jurnal Psychosomatic Medicine, kekhawatiran tentang pekerjaan rumah tangga bisa memperburuk kondisi jantung. Dari penelitian yang dilakukan, rupanya seseorang yang bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas rumah tangga, biasa perempuan, berisiko lebih tinggi untuk menderita tekanan darah tinggi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rosa Folia
EditorRosa Folia
Follow Us

Latest in News

See More

4 Fakta Godzilla El Nino yang Bakal Datang ke Indonesia

05 Apr 2026, 12:25 WIBNews