Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Bekukan Dana Pengasuhan Anak di Seluruh AS

ilustrasi penitipan anak
ilustrasi penitipan anak (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Intinya sih...
  • Video viral memicu sorotan atas program Minnesota
  • Trump melontarkan serangan terhadap warga Somalia Amerika
  • Pejabat Minnesota mengecam pembekuan dana
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Pemerintahan Donald Trump melalui Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (HHS) menghentikan seluruh pencairan dana pengasuhan anak ke pemerintah negara bagian. Keputusan itu diumumkan Wakil Sekretaris HHS Jim O’Neill bersama Asisten Sekretaris Alex Adams lewat pesan video yang dirilis pada Selasa (30/12/2025) malam.

Dalam pernyataannya, O’Neill menyebut kementeriannya telah mengaktifkan sistem defend-the-spend untuk semua pembayaran pengasuhan anak di seluruh wilayah Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari The Guardian, kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh 50 negara bagian AS dengan syarat verifikasi serta kelengkapan administrasi yang lebih ketat sebelum dana kembali dicairkan. Pemerintahan Partai Republik secara khusus menyoroti Minnesota yang dipimpin Partai Demokrat, dengan kewajiban menyertakan bukti tambahan bagi pusat pengasuhan anak yang dicurigai melakukan penipuan sebelum aliran dana dipulihkan.

1. Video viral memicu sorotan atas program Minnesota

ilustrasi anak sekolah (pexels.com/Naomi Shi)
ilustrasi anak sekolah (pexels.com/Naomi Shi)

Langkah pembekuan itu muncul setelah beredarnya video viral buatan jurnalis independen yang juga berafiliasi dengan pengaruh sayap kanan. Video tersebut menuding adanya penipuan besar-besaran di pusat pengasuhan anak yang dikelola warga Somalia Amerika di Minneapolis, meski sejumlah media lain belum dapat mengonfirmasi kebenaran tuduhan itu.

Di sisi lain, isu penyalahgunaan jaring pengaman sosial di Minnesota memang kerap menjadi perhatian media lokal maupun nasional dalam beberapa tahun terakhir. Pada masa pemerintahan Joe Biden, jaksa penuntut sempat mengajukan dakwaan atas satu kasus penipuan yang disebut berskala besar.

2. Trump melontarkan serangan terhadap warga Somalia Amerika

Presiden AS Donald Trump berbicara di CPAC Februari 2011. (Mark Taylor from Rockville, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Presiden AS Donald Trump berbicara di CPAC Februari 2011. (Mark Taylor from Rockville, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Dalam periode terbaru, Trump tercatat semakin sering melancarkan pernyataan bernada xenofobik yang menyasar komunitas Somalia Amerika, termasuk Ilhan Omar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS) dari Minnesota yang datang ke AS sebagai pengungsi.

Trump bahkan menyebut Omar sebagai sampah serta menyatakan Somalia tidak baik karena suatu alasan.

3. Pejabat Minnesota mengecam pembekuan dana

Bendera Amerika Serikat (pexels.com/Brett Sayles)
Bendera Amerika Serikat (pexels.com/Brett Sayles)

Gubernur Minnesota Tim Walz memandang penghentian dana itu sebagai bagian dari agenda jangka panjang Trump terhadap negara bagiannya.

“Kami telah menghabiskan bertahun-tahun menindak para penipu. Ini masalah serius – tapi ini rencana dia sejak awal,” kata Walz melalui unggahan di platform X.

Walz juga menilai Trump tengah mempolitisasi isu tersebut untuk memangkas berbagai program yang menopang kehidupan warga Minnesota. Kritik serupa datang dari Pemimpin Mayoritas Senat Negara Bagian Erin Murphy.

“Partai Republik sedang memainkan permainan sakit dan memenangkan hadiah yang menghancurkan,” kata Murphy, dikutip dari PBS.

Ia menambahkan bahwa puluhan ribu keluarga Minnesota kini harus menanggung dampaknya ketika pemerintahan Trump menarik pendanaan penting. Sistem pengasuhan anak yang sudah berada di bawah tekanan disebut berisiko runtuh dan berdampak luas.

Sementara itu, Jaksa Agung Minnesota Keith Ellison menyatakan tengah menelaah seluruh opsi hukum agar layanan pengasuhan anak esensial tidak dipangkas secara mendadak dengan alasan yang dibesar-besarkan. Kekhawatiran juga muncul terkait potensi pelecehan terhadap penyedia pengasuhan anak berbasis rumah serta komunitas Somalia di berbagai wilayah, di tengah penelusuran pemerintahan Trump atas dugaan penipuan pada program lain di Minnesota dan kemungkinan penerapan kebijakan serupa di negara bagian lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Kebakaran Landa Gereja Bersejarah Amsterdam saat Tahun Baru

03 Jan 2026, 10:11 WIBNews