Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump: Iran Setuju Setop Program Senjata Nuklir untuk Akhiri Perang

Trump: Iran Setuju Setop Program Senjata Nuklir untuk Akhiri Perang
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berpidato di Gedung Putih. (commons.wikimedia.org/The Trump White House)
Intinya Sih
  • Donald Trump mengumumkan Iran setuju menghentikan program senjata nuklir demi mengakhiri perang dengan AS dan Israel, dengan larangan pengayaan uranium selama lebih dari 20 tahun.
  • Negosiasi damai pertama antara AS dan Iran di Islamabad gagal karena Iran belum menyetujui penghentian program nuklirnya, meski AS menegaskan hal itu sebagai syarat utama perdamaian.
  • Kedua negara kini bersiap untuk negosiasi tahap kedua, sementara Trump optimistis perang segera berakhir meski mengakui kemungkinan perundingan bisa kembali menemui hambatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut Iran kini sudah setuju untuk menghentikan program senjata nuklirnya. Ini dilakukan agar perang dengan AS dan Israel bisa berakhir permanen. Sebab, penghentian program senjata nuklir merupakan syarat utama yang diberikan AS ke Iran untuk mengakhiri perang.

“Kita harus memastikan bahwa Iran tidak akan pernah mendapatkan senjata nuklir. Mereka sepenuhnya setuju dengan itu. Mereka menyetujui hampir semuanya,” ujar Trump dalam acara konferensi pers yang dihelat di luar Gedung Putih, Washington DC, pada Kamis (16/4/2026), seperti dilansir Jerusalem Post.  

Berkat kesepakatan tersebut, Trump menyebut Iran tidak akan bisa memiliki senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun. Selama itu, Iran juga tidak boleh menggunakan fasilitas pengayaan uranium mereka. 

1. Negosiasi damai tahap pertama AS dan Iran gagal

Negosiasi damai.
ilustrasi negosiasi damai (pexels.com/Markus Winkler)

Klaim Trump soal kesediaan Iran untuk menghentikan program senjata nuklirnya tadi menimbulkan banyak pertanyaan. Sebab, dalam negosiasi perdamaian pertama dengan AS di Islamabad, Pakistan, pada 11 Maret 2026 lalu, Iran dikabarkan tidak menyetujui penghentian program nuklirnya. Inilah yang membuat negosiasi perdamaian AS dan Iran kala itu gagal total. 

“Kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan berupaya mendapatkan senjata nuklir. Mereka tidak akan berupaya mendapatkan alat-alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat memperoleh senjata nuklir. Itulah tujuan utama presiden Amerika Serikat. Itulah yang telah kami coba capai melalui negosiasi ini,” ujar Wakil Presiden AS, JD Vance, usai bertemu dengan perwakilan Iran dilansir Times of Israel.

2. AS dan Iran bersiap melakukan negosiasi damai tahap kedua

Dua orang sedang bernegosiasi.
ilustrasi negosiasi (pexels.com/Werner Pfennig)

AS dan Iran sendiri kini sedang bersiap untuk melakukan negosiasi damai tahap kedua. Awalnya, negosiasi dikabarkan bakal kembali digelar di Pakistan pada Kamis waktu AS atau Jumat (17/4/2026) waktu Indonesia. Namun, rencana tersebut urung terjadi. Sebab, menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan, AS dan Iran kini masih menentukan waktu yang tempat untuk bertemu.

“Siapa yang akan datang, seberapa besar delegasinya, siapa yang akan tinggal, dan siapa yang akan pergi, itu terserah pihak-pihak yang terlibat untuk memutuskan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, kepada wartawan di Islamabad dilansir Al Jazeera

3. Trump yakin perang dengan Iran segera berakhir

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di bandara selepas turun dari Pesawat Air Force One.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di bandara selepas turun dari Pesawat Air Force One. (commons.wikimedia.org/U.S. Air National Guard)

Negosiasi tahap kedua yang sedang disiapkan AS dan Iran membuat Trump merasa yakin bahwa perang akan segera berakhir. Sebab, ia yakin Iran pasti akan memilih damai daripada melanjutkan perang dengan AS dan Israel. 

“Saya rasa, ini (perang antara AS dan Iran) sudah hampir berakhir, ya. Saya menganggapnya sudah sangat dekat dengan akhir,” kata Trump saat diwawancara dalam acara Mornings with Maria bersama Fox Business pada Selasa (14/4/2026) dikutip Jerusalem Post

Meski begitu, Trump mengaku perundingan damai dengan Iran bisa kembali gagal. Namun, ia tetap optimistis bahwa perundingan damai tahap ke-2 yang akan dilakukan AS dan Iran akan berjalan lancar sehingga bisa menghasilkan perdamaian abadi. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More