Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Presiden Kuba Dorong Perubahan Model Ekonomi di Negaranya

Presiden Kuba Dorong Perubahan Model Ekonomi di Negaranya
suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/alexanderkunze)
Intinya Sih
  • Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menegaskan perlunya transformasi cepat pada model sosial dan ekonomi untuk mencegah kemunduran akibat krisis energi dan tekanan blokade minyak dari Amerika Serikat.
  • Pemerintah Kuba berencana mengurangi aparatur negara, memperluas otonomi daerah, serta mendorong investasi asing dan partisipasi warga diaspora dalam pembangunan ekonomi nasional.
  • Kuba menghadapi pemadaman listrik hingga 20 jam per hari karena kekurangan daya hampir 2.000 megawatt, sementara delapan pembangkit utama ditutup untuk perbaikan besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, mengungkapkan bahwa pemerintahannya harus segera mengubah model sosial dan ekonomi. Langkah ini untuk mencegah semakin parahnya kemunduran ekonomi. 

“Kami harus fokus, segera mengimplementasikan transformasi mendesak dan paling dibutuhkan untuk model sosial dan ekonomi di Kuba,” terangnya, dikutip dari NBC News, Rabu (4/3/2026).

Dalam 2 bulan terakhir, Kuba sudah mendapat tekanan besar imbas blokade pengiriman minyak dari Amerika Serikat (AS). Alhasil, Kuba dilanda krisis energi besar dan di ambang kolaps. 

1. Tekankan transformasi ekonomi dan bisnis di Kuba

Diaz-Canel menyebut, transformasi model ekonomi dan sosial Kuba ini mengenai aturan bisnis dan otonomi daerah. Selain itu, pemerintah juga akan mengurangi jumlah aparatur negara di pemerintahan, dan institusi lainnya. 

Ia menganjurkan agar pemerintah daerah mampu menangani masalah investasi asing dan kerja sama ekonomi antara sektor pemerintah dan swasta. Selain itu, mendorong investasi dari warga Kuba yang tinggal di luar negeri. 

2. Kuba dorong produksi pangan dan transisi energi terbarukan

Pada saat yang sama, Perdana Menteri Kuba, Marrero Cruz, mengatakan bahwa Kuba akan memprioritaskan pada produksi pangan. Serta mengubah jaringan listrik di negaranya untuk menghindari gangguan dari kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). 

Sementara, Menteri Energi dan Tambang Kuba, Vicente de la O Levy, mengutarakan bahwa strategi transisi energi di daerah masih lambat. Meskipun sudah ada upaya dari pemerintah untuk mendistribusikan panel surya ke sejumlah fasilitas umum. 

Sebulan lalu, Kuba sudah menerapkan penghematan BBM besar-besaran imbas krisis BBM. Alhasil, transportasi publik diberhentikan sementara dan proses belajar mengajar dilakukan secara online. 

3. Kuba terdampak pemadaman listrik hingga 20 jam

Kuba sudah mengalami pemadaman selama 20 jam dalam sehari di sejumlah wilayah. Pemadaman ini akibat kurangnya hampir 2 ribu megawatt listrik ketika memasuki puncak jam sibuk penggunaan listrik. 

Dilansir The Latin Times, perusahaan listrik Kuba, Union Electrica (UNE) mengatakan, saat jam sibuk kebutuhan listrik menembus 3.180 megawatt. Sedangkan generator listrik di Kuba hanya mampu mencapai 1.185 megawatt untuk memenuhi semua kebutuhan listrik warga. 

Diketahui dari 8 dari 16 unit pembangkit listrik panas bumi di Kuba terpaksa ditutup imbas perbaikan. Padahal, pembangkit tersebut menyokong 40 persen kebutuhan listrik di negara Karibia tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More