Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tujuh Polisi Tewas dalam Serangan Geng di Guatemala, Sekolah Diliburkan

ilustrasi garis polisi (pixabay.com/ValynPi14)
ilustrasi garis polisi (pixabay.com/ValynPi14)
Intinya sih...
  • Geng Barrio 18 bunuh tujuh polisi dan sandera di tiga penjara
  • Polisi serbu Penjara Renovacion 1, bebaskan sembilan sandera, dan tangkap pemimpin geng
  • Anggota geng lakukan enam serangan serentak, menewaskan tujuh polisi dan melukai sepuluh lainnya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kekerasan geng di Guatemala menewaskan tujuh anggota polisi pada Minggu (18/1/2026), tak lama setelah pasukan keamanan berhasil merebut kembali kendali atas penjara yang sebelumnya dikuasai narapidana.

Akibat eskalasi ancaman keamanan, sekolah-sekolah di seluruh Guatemala menangguhkan kegiatan belajar mengajar pada Senin (19/1/2026), untuk melindungi keselamatan siswa dan guru. Pemerintah menjadikan prioritas utama perlindungan warga di tengah konflik yang semakin memanas dengan kelompok geng.

1. Geng Barrio 18 lakukan aksi balas dendam dengan membunuh tujuh polisi

Narapidana anggota geng Barrio 18 menguasai tiga penjara, termasuk Renovación 1 dekat Escuintla selatan, pada Sabtu (17/1/2026) sambil menyandera 46 orang termasuk penjaga penjara dan psikiater. Mereka menuntut pemindahan pemimpin geng ke fasilitas dengan hak istimewa lebih besar sebagai respons atas pencabutan privilese oleh pemerintah.

Kerusuhan ini merupakan bagian dari pemberontakan berulang sejak pertengahan 2025 yang menuntut kondisi lebih longgar bagi pemimpin geng. Pasukan keamanan berhasil merebut kembali kendali penjara, namun geng melakukan aksi balasan dengan menewaskan tujuh polisi pada Minggu pagi (18/1/2026).

"Saya sangat sedih atas kematian tujuh perwira Polisi Sipil Nasional yang diserang secara pengecut oleh teroris," ujar Menteri Dalam Negeri Guatemala, Marco Antonio Villeda, dalam konferensi pers, dikutip CBS News.

2. Polisi serbu Penjara Renovacion 1 dan bebaskan sembilan sandera

Pada Minggu dini hari (18/1/2026), ratusan polisi antihuru-hara yang didukung pasukan militer menyerbu Penjara Renovación 1 menggunakan kendaraan lapis baja dan gas air mata. Dalam waktu 15 menit, operasi tersebut berhasil membebaskan sembilan sandera tanpa korban jiwa di kedua belah pihak.

Otoritas juga menangkap Aldo Duppie alias El Lobo, pemimpin senior geng Barrio 18 yang menjalani hukuman penjara sekitar 2 ribu tahun. Foto polisi menunjukkan El Lobo dengan bahu berdarah saat dievakuasi dari lokasi.

"Itu adalah operasi yang berlangsung tanpa korban di kedua belah pihak, dan kami berhasil membebaskan sembilan sandera yang ditahan oleh teroris ini," kata Menteri Dalam Negeri Marco Antonio Villeda, dilansir France 24.

Hingga kini, masih ada 37 sandera di dua penjara lainnya, yaitu Fraijanes II dan Preventivo di pinggiran Guatemala City.

3. Anggota geng melancarkan enam serangan serentak terhadap polisi

Tak lama setelah pengambilalihan penjara, anggota geng melancarkan enam serangan serentak terhadap polisi di sekitar Guatemala City, menewaskan tujuh polisi serta melukai sepuluh lainnya. Satu anggota geng tewas dalam baku tembak, sementara polisi berhasil menangkap beberapa pelaku beserta senjata api yang disita.

Direktur Polisi Sipil Nasional, David Boteo, memperingatkan warga untuk tetap di dalam rumah karena ancaman terhadap sipil semakin tinggi. Presiden Bernardo Arévalo memerintahkan patroli gabungan polisi dan militer guna menjaga keamanan kota di tengah eskalasi kekerasan.

"Mengikuti saran pakar keamanan, saya memutuskan menghentikan kelas di seluruh negeri. Keselamatan siswa dan guru adalah prioritas utama," ujar Menteri Pendidikan Guatemala, Anabella Giracca dalam wawancara radio.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

4 Tahun InJourney Perkuat Ekosistem Aviasi & Pariwisata Berkelanjutan

20 Jan 2026, 10:32 WIBNews